
Sudah dua hari Ola dan keluarga besar juga pengasuh anaknya berada di korea, dia belum ke rumah tuan Hwan saudaranya karena gak enak bawa rombongan.
Mereka belum keliling ke tempat wisata karena anak-anaknya gak mau di ajak keliling, katanya lagi seru bikin boneka salju di balkon hotel karena tujuan mereka ke sana mau main salju. Bocil memang begitu kalau udah senang gak mau yang lain.
"lucu ya mereka sayang, memakai kostum khusus untuk di tempat salju" kata Helmi senyum-senyum
"benar-benar ini anak ke sini cuma main salju doang ampun deh, waktu di Kanada juga begitu senengnya bikin boneka salju hampir tiap hari kalau lagi turun salju" kata Ola geleng-geleng kepala memperhatikan anaknya yang sedang membuat boneka salju di balkon.
"kan emang tujuan mereka kesini mau main salju sayang biarkan aja yang penting mereka senang, kostum mereka lucu sekali ya cocok seperti orang-orang dari daerah dingin dan wajah mereka juga sangat mendukung sekali tidak seperti orang Indonesia asli" kata Helmi sambil mengabadikan mereka lewat poto dan video.
"iya sih mas cuma kita dan yang lainnya ingin tau tempat-tempat bagus, kan aku baru sekali ini ke negara asal daddy" jawab Ola.
"mudah-mudahan besok mereka mau di ajak keliling" kata Helmi
"iya, smoga aja" jawab Ola
"mommy, daddy sini liha... baguskan?" kata Dal Mi menunjukan hasil karyanya.
"iya bagus sayang, yang punya abang juga bagus lho" jawab Ola.
"hollee, ayo bang kita sama-sama bikin yang besal dua" kata Dal Mi
"ayo de, selu ya de" jawab Daniel.
"iya selu bang" jawab Dal Mi
Mereka mulai membuat lagi boneka salju yang lebih besar dan lebih tinggi, ola membuatkan coklat panas buat anak-anaknya setelah cukup untuk di minum baru di berikan kepada putra dan putrinya.
"sayang, ayo minum dulu coklat supaya hangat" kata Ola
Kedua anaknya menghampiri ibunya yang berdiri di pintu balkon dengan membawa dua gelas coklat panas, lalu mereka mengambil gelas itu dan meminumnya di bantu oleh nennynya.
"mbak juga minum dulu gih udah aku bikinin tuh di meja, mumpung masih hangat" kata Ola
"iya nyonya, terima kasih" jawab para pengasuh anaknya dan langsung mengambil coklat hangat itu.
"sama-sama" jawab Ola
Setelah selesai minum susu coklat hangat, mereka melanjutkan lagi membuat boneka saljunya di bantu pengasuhnya.
"mas aku mau pesan cemilan hangat, mas mau cemilan apa" kata Ola
__ADS_1
"samain aja sayang" jawab Helmi
Ola juga bertanya kepada mertuanya dan orang tua angkatnya, yang sedang berkumpul di kamar cucunya, mereka pesan apa aja yang penting tidak pedas katanya.
Ola memesan banyak makanan khas korea yang tidak pedas dan pesan roti isi ayam untuk semuanya juga sosis panggang kesukaan anak-anaknya, dua puluh menit kemudian pelayanpun mengantarkan makanan pesanannya ke kamar anaknya.
"wah sepertinya lezat-lezat ya makanannya" kata bu Eem
"ayo di makan bu, hei ganteng cantik ayo makan sosis dulu mumpung masih panas" kata Ola
"ok mom" jawab mereka.
Pengasuh membukakan sepatu husus salju dan jaket mereka juga sarung tangannya, setelah itu mereka masuk ke kamar dan mulai makan jajanan negeri gingseng itu. Tidak ada yang berebut karena semua jenis jajanan masing-masing kebagian satu porsi.
"kue berasnya enak banget" kata Ola
"iya semuanya enak sayang" jawab Helmi karena dia sudah mencicipi semuanya.
Mereka makan semua jenis jajanan yang di pesan sampai habis, membuat mereka kekenyangan.
"wah ini mah mukbang bener-bener sampai penuh perut mommy" kata nyonya Sri
"iya mom, malah jadi ngantuk ya" jawab tuan Hartono.
"iya, kami kembali ke kamar dulu ya" jawab mereka, lalu berdiri dan pergi ke kamar masing-masing.
"ok sekarang ganteng dan cantiknya mommy pipis dulu, gosok gigi dan cuci tangan, kita bobo siang dulu" kata Ola kepada anaknya.
"yah mommy, kita lagi selu ya bang dikit lagi bonekanya jadi tinggal pasang tangannya... pleas ya mom...nanti kalau sudah selesai kita bobo" jawab Dal Mi
"iya mom, kita lagi bikin boneka mommy dan daddy" jawab Daniel juga.
"ooh itu boneka yang kecil seolah-olah kalian, dan yang besar mommy dan daddy?" kata Helmi
"iya ded" jawab mereka.
"wah pinternya anak-anak daddy muach" kata Helmi sambil mencium pipi gembul mereka.
"ok, ok, tapi kalau udah selesai kalian langsung bobo ya!" kata Ola.
"ok mommy" jawab mereka.
__ADS_1
Dal Mi dan Daniel melanjutkan membuat boneka salju lagi di bantu orang tuanya, setelah selesai mereka berpoto di sana.
"sekarang kita bobo siang, ayo bersih-bersih dulu" kata Ola.
"siap mom" jawab mereka lalu mereka di bawa ke kamar mandi oleh pengasuhnya.
Setelah selesai anaknya bersih-bersih Ola memakaikan pakaian hangat kepada mereka.
"mbak, istirahat aja di kamar kalian gih. Biar anak-anak saya yang nidurin" kata Ola kepada pengasuh anaknya.
"iya nyonya" jawab mereka dan keluar dari kamar.
Ola dan Helmi menepuk-nepuk anaknya supaya tidur, tidak lama kemudian merekapun tidur bersama. Ola dan Helmi juga ketiduran di kamar anaknya.
***
"Roula sekarang di negara ini, siapkan rencana yang dulu pernah kita bicarakan" kata seseorang.
"tapi bro, si Hwan sudah menempatkan pengawalan di mana-mana" jawab sepupunya.
"bodoh kamu, ya lawan aja kan orang kita juga banyak" kata orang itu.
"tapi kekuatan kita tidak ada apa-apa di banding mereka, pasti kita kalah telak" jawabnya.
"pake strategi dong, g*bl*k ko di piara" katanya.
"ya udah terserah kamu aja, aku gak berani lawan mereka" jawabnya.
"yah malah nyerah, payah lo" katanya
"aku gak berani bro, kekuatan mafia sewaan Hwan pada licin semua" jawabnya.
"gila lo ya masa kamu gak ikutan, bukannya kita ingin menguasai perusahaan kakek dan ingin mengambil sertifikat mansionnya yang atas nama si Kim" katanya.
"aku nyerah bro, biar aku jadi kepala bagian aja, aku gak mau tamak sekarang takut seperti si Moo. Kasian anak dan istriku" jawabnya.
"ya udah kamu di coret dari daptar bagian kalau kamu gak ikutan, kalau kita menang jangan menyesal kau ya" katanya.
"iya gak apa-apa bro, lagian si Roula yang berhak menerima warisan itu karena mansion dan perusahaan itu punya si Kim bukan milik kakek. Kakek hanya mengelolanya saja ketika si Kim tinggal di Indonesia dan bikin perusahaan lagi di sana" jawabnya.
Sepupu tuan kim itu saling berdebat akhirnya mereka diam, untung masih ada yang punya hati dan menyadari semua itu bukan miliknya. Sudah di jadikan kepala bagian aja sudah untung baginya daripada rugi nanti malah di penjara kalau berbuat jahat.
__ADS_1
Junho belum sadar juga walau sudah diingatkan Joon Hi, Junho tetap membuat rencana untuk menculik Roula Kim supaya di tukar dengan sertifikat mansion dan perusahaan dia menghubungi anak buahnya sepulang dari rumah Joon Hi