
Setelah pesta rakyat yang begitu meriah Ola dan Helmi juga anak-anaknya kembali ke Jakarta, ke habitatnya tempat bertarung dengan waktu dan kerasnya ibu kota tak menyurutkannya untuk menaklukannya. Terbukti mereka berhasil merajai ibu kota dengan pesatnya peningkatan perusahaannya.
"liburan telah usai, sekarang waktunya kembali ke sekolah... Semangat" ujar Ola ketika semua sudah siap untuk berangkat.
"semangatttt..." Daniel dan Dal Mi menjawab.
"ok sayang mari kita berangkat, daddy yang antar kalian kesekolah" Helmi menyambar kunci mobilnya.
"mommy juga ikut sekalian sekarang biar daddy gak bolak balik" Ola menyambar tasnya lalu menggenggam kedua anaknya diikuti pengasuh dari belakang.
"horrre kita berangkat rame-rame" Daniel bersorak riang.
"wah putraku sudah besar sekarang, byktinya sudah fasih menyebut R" Ola mencium putranya hatinya sangat bahagia.
"aku juga bisa nyebut R mom" Dal Mi gak mau kalah.
"iya sayang, putri dan putra kita sudah besar dad... Mommy bangga pada kalian berdua" Ola berganti memeluk dan mencium putrinya.
"ternyata putra dan putri daddy sudah besar sekarang ya, ok sebagai tanda terima kasih kita kalian mau hadiah apa hayyooo" Helmi menawarkan hadiah kepada anaknya
"aku mau robot yang besar dad" jawab Daniel
"aku mau adik perempuan" jawaban Dal Mi membuat Ola langsung diam, Helmi kaget dengan jawaban putrinya dia merasa bersalah menawarkan hadiah kepada anaknya malah menyakiti hati istrinya.
"sayang kalau adik itu bukan suatu hadiah dari manusia karena gak bisa di beli, daddy beliin boneka princes yang besar dan cantik mau gak?" tanya Helmi hati-hati.
"yah daddy teman aku waktu ulang tahun di hadiahi adik perempuan yang lucu katanya, masa daddy dan mommy gak bisa" Dal Mi mwndadak ngambek.
"nannti daddy pikirkan lagi ya, sekarang yuk kita turun udah sampai sekolahnya tuh. Belajar yang semangat ya sayang" daddy Helmi mengelus dan menciym anaknya secara bergantian.
"bye mom, bye dad" Daniel mencium pipi mommynya kiri dan kanan, dia anak yang paling ngerti perasaan mommynya.
"bye sayang, baik-baik ya di sekolah" jawab Helmi karena Ola hanya melambaikan tangan dan tersenyum yang di paksakan.
__ADS_1
Setelah putra dan putrinya juga para pengasuhnya menjauh, Helmi memeluk istrinya dengan erat dia juga mencium pucuk kepala istrinya begitu dalam.
"maafkan aku sayang, jawaban putri kita di luar prediksiku" Helmi merasa bersalah dengan perubahan mood istrinya.
Ola mengangguk di pelukan suaminya dia membenamkan wajahnya di dada suaminya, hatinya sangat sedih mengingat calon bayinya yang tidak bisa di selamatkan malah dirinya di nyatakan tidak bisa memiliki anak lagi setelah rahimnya di angkat.
Helmi terus menciumi istrinya sambil mengelus-elus punggung istrinya, dia menyesal bertanya seperti itu kepada anaknya.
"ok mas yuk kita berangkat" Ola melepaskan pelukannya dan mengelap air matanya menggunakan tisu
"iya sayang, tapi maafkan aku dulu... Aku benar-benar tidak sengaja mengingatkan luka lama" Helmi mengatupkan tangannya di depan mukanya.
"iya mas, aku gak apa-apa kok... Cuma sedikit syok aja" jawab Ola sambil merapikan rambutnya.
" terima kasih sayang" Helmi mencium istrinya penuh kasih sayang setelah itu merwka berangkat ke perusahaan.
Sepanjang jalan mereka hanya diam tidak mengobrol lagi, sesekali Helmi melirik istrinya dan membelai rambut istrinya dia berharap mood istrinya kembali baik untuk memulai pekerjaan yang sudah menunggunya.
"minum kopi dulu yuk sayang" Helmi menarik pelan tangan istrinya yang hendak ke meja kerjanya, otomatis Ola terduduk di pangkuan suaminya karena Hwlmi sengaja mengarahkannya.
Helmi memeluk istrinya erat lalu meminumkan kopi kepada istrinya dan dirinya, dia sengaja memegang daerah sensitif istrinya untuk mengembalikan moodnya. Semakin lama semakin panas akhirnya Ola terbuai juga, dia berubah jadi ganas dan liar seperti biasa kalau sudah terpancing.
Helmi menggendong istrinya ke kamar tanpa melepaskan pagutannya, mereka melanjutkannya di atas tempat tidur. Mereka saling menyalurkan dan saling memuaskan satu sama lain, walaupun paling dominan Helmi.
Setelah satu jam lebih mereka bermain kuda-kudaan akhirnya mereka berteriak bersama-sama, dan terkulai lemas di atas tempat tidur. Ola terlelap dalam dekapan suaminya, Helmi berharap istrinya melupakan peristiwa itu ketika bangun nanti.
Helmi sengaja tidak langsung meninggalkan istrinya ketika dia tidur, dia akan menunggu istrinya sampai terbangun nanti dan menunghu moodnya baik lagi dia mengelus-ngelus rambut ostrinya dengan penuh cinta. Karena terbuai suasana akhirnya Helmi juga terlelap tidur sambil memeluk istrinya...
"mas ayo bangun, sudah jam dua belas tuh kita belum mulai kerja" Ola mengguncang-guncang tubuh suaminya yang masih terlelap.
Karena Ola terus mengguncangnya akhirnya Helmi membuka matanya, bukannya langsung bangun dia malaj terpana dengan kepolosan dan kemolekan tubuh istrinya dan akhirnya mengulang lagi kegiatan panadnya.
Dua-duanya memang sama-sama menggila kalau sudah bermain, hingga jam satu siang mereka baru sampai puncaknya.
__ADS_1
Helmi menggendong istrinya membawa ke kamar mandi lalu meletakannya di atas bathtub, dia mengisi air dan juga aroma terapi sampai badan istrinya cukup terendam lalu dia ikut naik ke atas bathtub dan mengulang kegiatan tadi dengan gerakan perlahan.
Biarlah pekerjaan menunggunya hari ini, yang penting hati istrinya baik kembali dan melupakan peristiwa pahit itu. Dia ingin manjain dan menghujami banyak cinta untuk istrinya, sekaligus memanjakan dirinya. Walaupun di kamar samping ruang kerja istrinya bukan di tempat yang romantis, yang penting dia bersama yang tercinta dan menciptakan ke romantisan dan keindahan berdua.
Kriuk... Kriuk... Perut mereka protes ingin diisi makanan, mereka menyudahi kegiatannya dan membersihkan tubuhnya. Lalu Helmi menggendong istrinya keluar dari kamar mandi setelah sebelumnya memakai bathrobe.
"sayang mau makan apa?" Helmi meraih ponsel akan menelpon gofood.
"aku mau nasi padang pake rendang dan lalapan, minumnya jus jeruk" jawab Ola.
"ok kita samain pesannya" Helmi langsung memesan makan siang sesuai pesanan istrinya dia memesan dua porsi.
Helmi membabtu istrinya berpakaian dia begitu sayang kepada Ola dia tidak mau hati istrinya terluka lagi, Ola menerima perlakuan suaminya dengan senang hati jarang-jarang mendapat pelayanan plus dari suaminya karena pada dasarnya dia senang di manjain suaminya.
Selesai berpakaian rapi Helmi menyisir rambut istrinya, Ola memakai makeup tipis supaya terlihat lebih pres karena akan mulai kerja walaupun sudah sangat siang. Mereka keluar dari kamar dan menuju sofa, karena mereka mau makan siang dulu.
Helmi mengambil dua botol kecil air minetal lalu memberikan satu kepada istrinya setelah di buka tutupnya.
"minum dulu sayang" katanya dan dia juga minum air mineral itu.
"terima kasih mas, kamu suami terbaikku" Ola mencium suaminya tanda terima kasih dengan pelayanan plusnya hari ini, dia begitu bersyukur di manjain dan di limpahi kasih sayang dari suaminya.
"sama-sama sayang, aku bahagia kalau kamu senang" jawab Helmi dan membalas ciuman istrinya.
Tok... Tok...tok .. "Gofood"... pintu ruang kerja Ola di ketuk dari luar.
Helmi membuka pintu ruang kerja istrinya dia menerima pesanan makanan itu, lalu dia kembali ke sofa setelah menutup pintunya. Mereka makan nasi padang dengan sanhat lahap, gak tau masakannya emang lezat gak tau memang sedang lapar dan kecapean yang jelas dalam waktu singkat makanan itu sudah ludes tak tersisa, di susul dengan jus jeruk yang menyegarkan.
"huhhh kenyang dan segar" gumam Ola.
"iya aduh ini kuat kerja gak ya" Helmi mengelus perutnya.
"kerjanya online aja dari sini mas sekalian temani aku hari ini, lagian tanggung berangkat ke perusahaan mas juga paling baru dua jam tiba di sana keburu jam pulang" kata Ola, sebenarnya hari ini dia ingin slalu bersama suaminya, gak tau kenapa dia ingin slalu di manjain padahal biasanya juga dia mandiri dan selalu bersemangat kerja tanpa mengeluh. Atau mungkin faktor hormon kalau mau datang bulan memang kadang-kadang begitu.
__ADS_1