Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Roula Menerima Surat Dari Orang Tuanya


__ADS_3

Roula tidak menyangka bertemu dengan Helmi teman semasa kecilnya yang tentu saja sudah banyak perubahan dari segi apapun, kalau sebelumnya tidak pernah melihat poto dewasanyanya pasti tidak akan mengenalinya.


Mereka berjabatan tangan saling memandang satu sama lain, seolah-olah belum percaya dengan pertemuan ini.


"Apa kabar La"


"baik mas"


"pangling ya sekarang"


"paling gimana mas, perasaan biasa aja"


"ya panglinglah semamin cantik dan berkelas"


"bisa aja mas Helmi, padahal mas Helmi jauh lebih berkelas"


Mereka berdua masih berdiri saling berpegangan tangan dan saling mengagumi, setelah berjabatan tadi Helmi tidak melepaskan tangan Ola.


"ayo sini duduk nak, nanti pegel kelamaan berdiri"


Tuan Hartono membuyarkan tatapan mereka berdua, dan akhirnya mereka duduk berdua di sofa.


"bagaimana butik kamu sekarang nak"


"lebih baik dad, kadang kewalahan mengerjakan pesanan berdua"


"kenapa tidak tambah karyawan, supaya tidak keteteran"


"iya dad rencananya nanti bulan depan ada teman Ola mau gabung katanya"


"iya syukurlah"


Tuan Hartono, Helmi dan Ola ngobrol bertiga karena nyonya Sri lagi mandi di dalam, setelah tiga puluh menit nyonya Sri keluar dari kamar dan memanggil mereka untuk sarapan.


"dad nanti lanjut ngobrolnya, sekarang ayo semua makan dulu"


"iya mom"

__ADS_1


Mereka bertiga beriringan menunu meja makan, Helmi duduk di samping Ola matanya sesekali melirik memandang Ola.


Selesai makan Ola di minta tuan Hartawan ke ruang kerjanya dengan HelmiƬ, mereka bertiga beriringan memasuki ruang kerja dan duduk di sofa ruang kerja.


Tuan Hartawan mengeluarkan dokumen asli dari dalam brankas miliknya, lalu membawa dokumen itu ke hadapan Ola.


"bukalah nak"


"apa ini dad?"


"buka aja dulu dan bacalah"


Roula membuka map yang berisi dokumen itu, dia membacanya perlahan dia kaget dengan isi dokumen itu bahwa dia pemegang saham terbesar di perusahaan dan memiliki banyak aset seperti tanah dan proferti.


"ini enggak salah kan dad?"


"tidak nak itu semua milik kamu"


"ko bisa dad Ola punya harta sebanyak ini, bagaimana ceritanya?"


Ola bingung melihat banyak kepemilikan aset atas namanya, dia mengulang lagi membaca dokumen itu dia fokus dengan nama orang tuanya bukan pak Anwar dan bu Eem tapi tuan Kim dan nyonya Merlyn.


Ola membuka amplop surat itu perlahan, di dalam surat itu ternyata ada poto keluarga terdiri dari laki-laki yang ganteng berwajah korea mirip dirinya sekarang dan seorang perempuan cantik berwajah Amerika sedang menggendong bayi perempuan.


"itu poto orang tuamu yang asli nak dan bayi itu adalah kamu, tuan Kim adalah teman daddy dan nyonya Merlyn teman mommy waktu kuliah di Amerika. Tuan Kim kala itu pembisnis muda sukses dari Korea bertemu ibumu saat bertamu ke rumah kami, lalu mereka pacaran dan tidak lama mereka menikah setahun kemudian setelah menikah lahirlah kamu nak"


Tuan Hartono berhenti dulu bercerita beliau minum dulu, dadanya rada nyesek teringat dengan sahabat baiknya yang meninggalkannya untuk selama-lamanya.


Roula bingung dan kaget tangannya gemetar memegang poto dirinya dan orang tuanya, suratnya belum di baca dia tidak henti-hentinya memandang poto orang tuanya, tidak terasa air matanya menetes karena enggak nyangka sama sekali bahwa dia bukan anaknya bu Eem dan pak Anwar.


"bagai mana ceritanya Ola belum ngerti dad?"


"orang tuamu seorang pembisnis yang pintar mereka cepat sekali membesarkan perusahaan karena kepiawaiannya bernegosiasi dengan klayen sehingga klayen dengan mudah menjalin kerja sama dengan beliau. Namun di balik kesuksesannya ada yang ingin melenyapkannya karena ingin menguasai perusahaan orang tuamu, berkali kali orang tuamu hampir celaka namun masih bisa lolos karena itu beliau menitipkanmu dan semua surat-surat kepemilikan nya kepada kami sebelum melakukan perjalan bisnisnya keluar negeri tapi naas saat mereka pulang dari luar negeri mereka di tembak orang tak di kenal sesaat setelah keluar dari bandara dan orang tuamu meninggal di tempat"


"lalu kenapa Ola jadi di asuh ibu dan bapak?"


"setelah orang tuamu meninggal perusahaannya di kuasai pamannya tuan Kim dan berusaha mencarimu, lama-lama mereka mencurigai daddy telah menyembunyikan akta-akta tanah dan akta-akta properti orang tuamu dan mereka mencurigai keponakan perempuannya ada pada daddy. Karena daddy ketakutan terjadi apa-apa denganmu daddy membawamu ke perkebunan di Jogja dan menitipkanmu kepada pak Anwar mandor perkebunan kami, dan untuk mematahkan kecurigaan mereka daddy mengadopsi Aditia anak lelaki yang kami temukan di jalan yang di tinggalkan orang tuanya sedang di kerumuni warga karena sudah dua hari anak itu menangis memanggil ibunya tapi tidak di jemput juga saat itu usia Aditia dua tahun lebih"

__ADS_1


Roula semakin senggukan dia menangis dan memegang poto orang tuanya, perlahan dia membuka surat dari orang tuanya dan mulai membacanya.


Untuk anakku Roula


Maaf kami menitipkanmu kepada tuan Hartono dan nyonya Sri Rahayu, bukannya kami tidak sayang padamu nak tapi demi keselamatanmu kami melakukan itu.


Hiduplah dengan baik dan jagalah diri baik-baik, kelak kau dewasa silahkan ambil aset-asetmu kelola dengan baik dan benar do'a kami akan selalu menyertai langkahmu nak.


Jangan tunjukan siapa dirimu dan dari mana asalmu, karena mungkin saja orang-orang masih mengincar nyawamu.


Maafkan kami tidak bisa bersamamu dan tidak bisa melindungimu, percayalah kami sangat mencintaimu dan menyayangimu.


Momy dan daddymu


Kim & Merlyn


Roula menutup surat itu dia menangis sejadi-jadinya, hatinya sangat sakit mengetahui orang tua kandungnya di bunuh dengan kejam.


Nyonya Sri Rahayu masuk ke ruang kerja suaminya beliau langsung memeluk Ola sambil menepuk-nepuk punggungnya untuk menguatkan, tangis Ola semakin menjadi di perlakukan penuh kasih oleh nyonya Sri.


"kasian mereka mom pasti ketakutan huhuhu..."


"sabar sayang orang tuamu sudah bahagia di surga, sekarang kamu harus semangat wujudkan cita-cita orang tuamu dulu tapi ingat selalu waspada di manapun berada kami akan slalu memantaumu dari jauh"


Nyonya Sri mengelus rambut Ola penuh kasih, tuan Hartono membereskan dokumen-dokument aset-aset Ola lalu menyimpannya di brankas.


"daddy simpan lagi di sini ya, kata sandinya tanggal lahir kamu"


"iya dad"


"untuk lebih memahami dan menguasai tentang management bisnis, mulai besok kamu mulai kuliah daddy sudah mendaftarkanmu di kelas bisnis"


"baik dad, terima kasih"


"sama-sama nak, ingat jangan beritahu silsilah orang tuamu walaupun kepada sahabatmu sendiri karena sangat berbahaya"


"iya dad"

__ADS_1


"ayo semuanta istirahat dulu, dan kamu yang sabar ya nak semangat"


"semangatttt... Terima kasih ya dad and mommy tanpa kalian mungkin Ola sudah tak ada di dunia ini"


__ADS_2