
Selepas tidur siang mereka berkumpul di lobi hotel karena ada tuan Hwan dan istrinya menjemput mereka.
"kenapa tidak langsung ke mansion? Kami menunggu dari kemarin" kata tuan Hwan.
"kami rombongan bawa lansia dan bocil om, dan di hotel ini dekat dengan bandara jadi kami istirahat di sini dulu" jawab Helmi, padahal sebenarnya emang gak enak aja bawa rombongan ke sana.
"gak apa-apa bawa rombongan juga kan di mansion juga banyak kamar kosong, lagian dari sini deket ko cuma 30 menit doang" kata nyonya Hwan.
"maaf kemarin kami tidak langsung mengunjungi kalian, maklum orang tua kan mudah lelah apalagi suhu di sini sangat dingin membuat kami menggigil. Jadi kami mencari tempat istirahat yang cepat, makanya kami menginap di hotel ini dulu" kata tuan Hartono, beliau begitu bijak takut menyinggung saudara dari sahabatnya itu.
"iya gak apa-apa cuma kami khawatir aja mendengar berita dari anak buah kami, mereka ada pergerakan lagi" jawab tuan Hwan.
"aku tau itu, terima kasih sudah menghawatirkan menantu dan cucu-cucuku" kata tuan Hartono.
"itu sudah jadi kewajibanku melindungi mereka, ayo kita ke sana sekarang supaya lebih aman. Kalau kalian lama di sini malah memudahkan mereka" kata om Hwan.
"mereka berulah lagi?" tanya Helmi.
"iya makanya om buru-buru menjemput kalian" kata om Hwan
Karena menghormati omnya yang sudah menjemput ke hotel Ola menurut aja kepada mereka, semua chek out dari hotel dan menuju mansion tuan Hwan.
Ola, Helmi dan anak-anaknya semobil dengan tuan Hwan dan yang lainnya di mobil satu lagi.
"kamu harus lebih hati-hati di sini nak, sepupu ayahmu sudah bergerak dan berkeliaran di sini. Walaupun penjagaan di perketat, tetap aja kalian harus hati-hati ketika sedang jalan-jalan atau belanja" kata om Hwan ketika mereka dalam perjalanan.
"iya om terima kasih" jawab Ola
Tuan Hwan mengangguk beliau bahagia kedatangan Ola, sekaligus was-was takut kecolongan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, mereka sampai di mansion tuan Hwan.
"ayo sayang kita masuk" kata tanteu Da Eun kepada Ola dan menuntun Daniel anaknya Ola
__ADS_1
Semua masuk tapi Daniel melepaskan tangannya dari nyonya Da Eun, Helmi dan Ola masih berdiri di depan teras karena anaknya malah berjalan ke halaman.
Karena di halaman mansion banyak salju Dal Mi dan Daniel malah berjalan di halaman, bocil itu senang sekali melihat bekas jejaknya di atas salju membuat para orang tua tersenyum.
"mommy, daddy, lihat jejak kita badus kan? Jangan di lusak ya mom, ded" kata Dal Mi.
"iya sayang" jawab Ola sambil tersenyum.
"lihatlah sayang tujuan mereka ke sini hanya main salju" kata Helmi sambil senyum-senyum melihat tingkah anaknya.
"iya mas, kalau keluar tidak aman buat aku dan mereka lebih baik aku tidak ikut jalan-jalan ke tempat wisata aja mas. Lagian anak-anak sudah bahagia walaupun cuma main salju di halaman" jawab Ola.
"maafkan aku sayang, mas belum bisa memusnahkan mereka yang mengancam kalian" kata Helmi sambil memeluk istrinya.
"mas tidak salah ko gak usah minta maaf, yang salah itu mereka sepupu daddy yang serakah. Padahal aku tidak mengambil alih perusahaan dan mansion di negara ini dan membiarkan mereka bekerja di perusahaan daddy dan tinggal di mansion itu masih aja mau mencelakaiku dan anak-anak, heran aku terbuat dari apa hati mereka?" jawab Ola parau.
Ola sedih memikirkan saudara sepupu yang terus aja mengganggu mau mencelakainya, padahal mereka sudah menikmati uang perusahaan dan tinggal di mansion dari dulu. Ola yang pemiliknya aja belum pernah tinggal di sana.
"sabar sayang, aku, daddy dan om Hwan tidak tinggal diam, suatu saat mereka pasti membusuk di penjara" kata Helmi geram.
"kalian minum dulu tehnya supaya tidak kedinginan dan kue-kue ini masih panas baru di angkat dari cetakan" kata bibi Da Eun.
"iya tan, terima kasih" jawab Ola dan duduk di kursi teras dan meminum teh hangatnya.
"hi sayang Dal Mi, Daniel minum dulu sayang" kata bibi Da Eun.
"bental lagi selu nih" jawab Daniel.
Ola menghampiri anak-anaknya sambil membawa minuman hangat dan kue hangat dan langsung memberikannya kepada mereka, kalau nunggu mereka datang sendiri itu lama paling nunggu sampai mereka bosan bermain.
Setelah memberikan minuman hangat dan kue hangat, Ola kembali duduk di kursi teras bersama suaminya melanjukan makan cemilan yang hampir dingin karena suhu di sini lagi minus derajat.
Karena hari hampir gelap Ola mengajak mereka masuk ke dalam mansion.
__ADS_1
"udah dulu yu sayang udah mau gelap nih, besok kalian boleh main salju lagi" kata Ola.
"baik mom" jawab mereka nurut karena mereka sudah kedinginan walaupun pake sarung tangan dan jaket tebal.
Ola dan Helmi membuka sarung tangan dan sepatu khusus salju anaknya dan mengganti dengan sepatu rumah, setelah itu mereka masuk ke dalam mansion dan langsung menuju meja makan karena sudah waktunya makan malam.
Semua orang sudah berkumpul di meja makan dan pelayan sedang menyajikan hidangan makan malam, tuan Hwan memimpin do'a dan mereka mulai makan.
Semua orang makan dengan lahap, cuaca dingin makan-makanan yang masih hangat cenderung panas membuat badan mereka hangat.
Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga, mereka mengobrol tentang apa saja apalagi para orang tua mereka bercerita tentang masa mudanya dulu.
Saking asiknya mendengar cerita dari para orang tua dan oma opanya, Daniel sampai ketiduran di pangkuan mommynya dan Dal Mi di pangkuan daddynya.
"pindahkan aja ke kamar nak, kamarnya sudah di siapkan" kata bibi Da Eun, beliau sangat baik dan ramah.
"iya tan" jawab Ola dan Helmi serentak.
Ola dan Helmi pamit kepada orang tua dan mertuanya, mereka membawa anaknya ke lantai dua mengikuti tanteu Da Eun menunjukan kamar untuk anak-anaknya.
"ini kamar untuk anak-anak kalian, ini kamar untuk kalian, yang itu untuk mertuamu dan yang ujung itu untuk orang tuamu. Kalau kamar pengasuh ada di bawah di belakang, mereka sudah ke kamarnya tadi di antar pelayan" kata bibi Da Eun kepada Ola, beliau menjelaskan.
"iya tanteu, terima kasih. Kami jadi merepotkan nih" jawab Ola
"tidak juga sayang, malah tanteu senang dengan kedatangan kalian. Ayo masuk lama menggendong anak 5 tahun bisa pegal tuh tangan" kata bibi Da Eun.
Ola dan Helmi mengangguk lalu masuk ke kamar itu, mereka perlahan meletakan anaknya di atas tempat tidur anak yang ada penghalangnya.
Walaupun om Hwan dan tanteu Da Eun tidak punya anak kecil lagi, tapi beliau sengaja membeli tempat tidur khusus anak-anak ketika mendengar Ola mau ke Korea.
Tanteu Da Eun pamit kepada Ola dan Helmi untuk kembali ke ruang keluarga untuk memberi tahu para orang tua, Ola dan Helmi juga keluar dari kamar anaknya dan masuk kamarnya untuk ganti baju tidur dan istirahat karena sudah malam.
Tuan Hartono, nyonya Sri, bu Eem dan pak Anwar juga masuk kamarnya untuk istirahat di antar tanteu Da Eun menunjukan kamar mereka, padahal banyak pelayan di mansion itu tapi nyonya Daeun begutu baik terhadap tamunya apalagi ini keluarga suaminya.
__ADS_1
Hi pembaca... maaf ya dua hari kemarin gak upload karena kemarin kurang enak badan.
Sekarang sudah up lagi nih silahkan di nikmati ya prend 🙏😊🤗😘