
Roula sudah melewati trimester pertamanya sekarang usia kandungannya sudah empat bulan, dia lebih bersemangat melakukan apapun karena kehamilannya tidak rewel. Perkembangan kedua janinya sehat dan normal, ibunyapun sehat tidak ada keluhan apapun.
Di butik sudah tambah dua pegawai baru karena sudah semakin banyak pesanan dan permintaan, Ola ke butik kalau pulang kuliah sampai jam 5 sore dia menurut kepada suaminya dan butik di pegang oleh Mila sahabatnya.
Pulang kuliah hari ini Ola dijemput suaminya mereka makan siang di restaurant terdekat, setelah makan siang Ola diantar suaminya menuju butik. Sampai di butik Helmi langsung kembali ke kantor dan Ola juga masuk ke dalam butiknya.
"Mil bikinin gue baju hamil ini, semalam gue udah menggambarnya. Baju-bajuku sudah mulai sempit" Ola menunjukan desain baju hamil kepada sahabatnya.
"siap bos, mau di buatkan yang mana dulu nih?" Mila bertanya kepada Ola karena di sana ada banyak gambar desain baju hamil.
"sekarang bikinin yang ini warnanya pink dan yang ini warna biru. Dan untuk yang lainnya terserah kamu aja kapan senggangnya ingat warnanya jangan sama ya" jawab Ola sambil menunjuk desain baju hamilnya.
"siap laksanakan bos, tunggu aja dengan cantik ya tau-tau beres aja nanti" jawab Mila.
Mila mengukur lagi badan sahabatnya karena bentuk tubuhnya sudah mulai beda sekarang apalagi hamil anak kembar, setelah mengukur sahabatnya dia mulai membuat baju hamil dengan serius dimulai memotong bahan dan menjahitnya Olapun memperhatikan sahabatnya yang sedang menjahit.
Jam lima sore dua baju hamilpun sudah selesai, Ola mencoba baju hamil yang warna pink dan ternyata sangat bagus sekali walaupun bahannya biasa tapi terlihat sepeeti baju mahal membuat Ola tambah cantik dan anggun.
Helmi sampai di butik istrinya mau menjemputnya, dia langsung masuk ke dalam butik dan melihat istrinya sedang lenggak-lenggok di depan ceemin besat diapun bertepuk tangan melihat istri cantiknya sedang bergaya.
"waaw istriku tambah cantik, bajunya cocok dan bagus" Helmi memeluk istrinya dari belakang dan dia mencium pipi istrinya.
"bagus ya mas ini Mila yang bikin barusan" Ola juga mencium pipi suaminya dan dia membalikan badannya dan memeluk suaminya.
"terima kasih ya Mil sudah membuatkan baju untuk istri saya dan membuat dia tambah cantik, bajunya bagus" Helmi mengacungkan jempol kepada Mila sambil mwmeluk istrinya.
"sama-sama kak, aku hanya menjahitnya saja itu desain dia kok" jawab Mila.
"coba produksi lebih banyak pasti orang menyukainya sayang" Helmi memberi saran kepada istrinya dan di swtujui Ola.
"Mil poto dulu istri saya dari depan belakang dan dari samping lalu tampilkan di ig untuk promosi" kata Helmi
Mila mulai mempoto Ola sesuai arahan Helmi lalu menguploadnya di ig, Helmipun mengambil poto istrinya dia mengganti walpafer ponselnya dengan poto itu supaya dia selalu melihatnya.
"ayo sayang kita pulang sudah sore nih" Helmi mengajak istrinya pulang.
"iya mas sebentar aku aku belum coba yang satu lagi" Ola masuk ruang ganti dia memakai baju hamil warna biru, setelah itu dia keluar lagi berjalan menuju cermin besar.
"waaw ini juga keren sayang, bentar ya mas poto dulu" Helmi dan Mila ngambil poto Ola dan langsung di upload oleh Mila.
Ola pamitan kepada sahabatnya dan karyawan barunya, setelah itu dia keluar dari butiknya dan masuk mobil suaminya.
__ADS_1
Helmi menjalankan mobilnya perlahan memasuki jalan raya untuk pulang ke mansion.
Karena hari ini hari libur Helmi mengajak istrinya pergi ke spa untuk relaxasi, dia ingin memanjakan istrinya dan menyenangkan istrinya.
Setelah dua jam di spa mereka sudah selesai perawatan dan mereka jalan-jalan di mall, Ola masuk ke toko pakaian dalam dia membeli banyak lingering yang sexy untuk memanjakan suaminya.
Sepulang dari mall Ola mengajak suaminya untuk mampir ke atm karena dia kehabisan uang cash, Ola masuk ke dalam atm diapun melakukan transaksi dengan kartunya dan dia juga mengecek saldo blackcard dari suaminya yang membuat dia melongo karena jumlahnya sangat banyak sekali dan bisa membeli puluhan bahkan ratusan rumah.
Ola bersyukur dengan keadaannya sekarang dia menjadi wanita yang kaya raya dan di sayangi suaminya dia bahagia sekali apalagi sekarang sedang mengandung anak kembar.
Rumah orang tua angkatnya juga sudah hampir selesai di bangun, rumah dengan dua lantai empat kamar tidur yang luas dan masing-masing ada kamar mandinya, bu Eem dan pak Anwar menjadi orang kaya juga untuk ukuran di kampung karena punya rumah megah, punya sawah dan kebun yang cukup luas karena dia mendapat hadiah dari mendiang tuan Kim dan nyonya Merlyn sebesar 10m karena telah merawat Ola dengan baik, sebelum wafat beliau menitipkan uang itu kepada tuan Hartono.
***
Hari berganti hari, bulan berganti bulan tidak terasa usia kandungan Ola sudah menginjak sembilan bulan perkiraan lahirnya seminggu lagi, Ola sudah mempersiapkan perlengkapan anaknya dan diapun sudah siap mental untuk menjadi ibu.
Kamar si kembar sudah siap sudah di cat baru sesuai untuk bayi dan tempat tidurnya sudah siap yang satu pink yang satu biru karena menurut hasil USG anaknya kembar fraternal atau tidak identik karena berbeda jenis kelamin.
Hari ini dia masuk kuliah terakhir sebelum cuti melahirkan dia hanya mengajukan cuti dua bulan saja karena dia sedang giat belajar dia juga meminta ijin untuk kuliah secara online supaya tidak ketinggalan.
Selama kehamilan tidak ada keluhan apapun yang mengganggunya dia malah lebih semangat dalam hal apapun walaupun melakukannya dengan hati-hati.
Lima belas menit kemudian Roula keluar dari kantor rektor di sambut suaminya dengan menggandeng istrinya, mereka berjalan menuju tempat parkir untuk berangkat ke kantor Helmi dan Roula ikut ke kantor suaminya dia tidak boleh jauh-jauh dari suaminya sekarang bahkan ke butiknyapun tidak boleh ole Helmi.
"bagaimana hasilnya sayang" tanya Helmi
"beliau menyetujuinya mas termasuk kelas online juga" jawab Ola
"syukurlah sayang kalau di setujui" Helmi mencium pipi istrinya.
Helmi menjalankan mobilnya perlahan menuju kantornya, setelah beberapa menit mereka sampai di perusahaan Helmi.
Ola di gandeng suaminya masuk ke dalam lift mereka menuju ruangan Helmi yang berada di lantai atas, hanya beberapa detik saja mereka sampai di sana.
Helmi mulai bekerja setelah mendudukan istrinya dengan nyaman di sofa, Ola memainkan ponselnya dan diapun membuka laptopnya untuk memantau butiknya.
Jam sepuluh Ola memesan bakso dan jus jeruk kepada gofood karena ingin makan baso, lima belas menit kemudian pesanannya datang dia langsung melahapnya dia juga menyuapi suaminya yang sedang fokus bekerja.
"terima kasih sayang baksonya enak, dan jusnya segar sekali" Helmi mengacungkan jempol kepada istrinya.
"sama-sama mas, kapan-kapan kita pesan lagi" kata Ola.
__ADS_1
Jam dua belas siang Ola terus-terusan menguap karena nhantuk, diapun masuk kamar di sebelah ruangan suaminya lalu dia naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya tidak lama kemudian dia terlelap tidur.
Jam satu siang Helmi berdiri dari kursi kerjanya dia menekan remot untuk mengunci ruangannya dia berjalan dan masuk ke dalam kamar, melihat istrinya sedang tidur diapun ikut berbaring di samping istrinya. Bukannya tidur dengan istrinya dia malah mengerjai istrinya, dia melakukan apa yang dia inginkan. untuk menyalurkannya dia memasukinya dari samping karena saking nikmatnya dengan posisi itu membuat istrinya melenguh dan terbangun.
Olapun tidak mau kalah dia lebih liar dari suaminya karena dorongan nalurinya semenjak hamil trimester kedua dia sangat liar dan agresif kepada suaminya.
Hampir dua jam mereka sama-sama menjerit dan berteriak menyebut nama masing-masing, lalu mereka terkulai di tempat tidur.
Helmi meraih ponselnya untuk memesan makan siang, setelah itu dia memapah istrinya masuk kamar mandu. Hanya beberapa menit mereka selesai mandi dan berpakaian rapi.
Helmi keluar dari kamar karena makan siangnya sudah di antar dia membuka pintu ruangan untuk mengambil makanan, swtelah itu dia menutup pintunya lagi dan meletakan kotak makanannya di meja setelah itu dia masuk kamar lagi untuk memanggil istrinya.
"sayang ayo makan dulu"
Ola hanya mengangguk sambil mengelus perutnya, Helmi menggandeng pinggang istrinya keluar dan membantunya duduk di sofa. Setelah itu Helmi menyuapi istrinya dan dirinya sampai habis.
"kenapa sayang dari tadi mengelus perut dan narik nafas dalam, apa perutmu mules?" Helmi ikut mengelus perut istrinya yang membuncit.
"iya mas, mules dari tadi pas sampai kantor tapi hilang timbul, setelah kita gulat di kamar jadi lebih sering mulesnya dan sekarang mules banget huhh" jawab Ola sambil menarik nafas dan membuangnya kembali.
"ayo sayang kita kerumah sakit bersalin sekarang"
Helmi merapikan mejanya dan mengambil tasnya dan mengambil tas istrinya setelah itu dia keluar menggandeng istrinya, tidak lama kemudian mereka sampai di mobilnya.
Helmi menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali mendengar rintihan istrinya yang sedang menahan mules.
Dua puluh menit kemudian mereka sampai di rumah sakit bersalin dan langsung di periksa dokter kandungan, ternyata sudah pembukaan lengkap Ola pun di bimbing untuk mengejan sesuai arahan dokter.
"ayo bu terus mengejan dorong tinggal sedikit lagi" dokter memberikan aba-aba kepada Ola, Olapun mengejan dengan kuat.
oeek...oeek...oeek... tidak berselang lama bayi laki-laki yang tampan keluar dengan lancar, tiga menit kemudian bayi perempuan yang cantik keluar dengan lancar dan menangis bersahutan dengan kakaknya.
Helmi menangis menyaksikan istrinya melahirkan dia menciumi seluruh wajah istrinya.
"terima kasih sayang kamu telah berjuang dengan baik untuk melahirkan anak kita kedunia, mas sangat bangga padamu sayang. I love you"
Ola mengangguk haru diapun meneteskan air matanya, Helmi mencium mata istrinya lalu mencium kedua anaknya yang sedang nemplok di dada istrinya mencari sumber kehidupannya.
"selamat datang di dunia ini pangeran tampanku dan putri cantikku, kami senang dengan kehadiran kalian"
Helmi memeluk ketiga kesayangannya dengan bahagia dan penuh syukur, hidupnya sudah lengkap sekarang.
__ADS_1