Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Melepas Rindu


__ADS_3

Helmi keluar dari bandara Kanada lalu dia memesan taxi untuk menuju kediaman tuan Andrew, tapi dia melihat orang yang mengikutinya naik taxi juga dan mengikuti mobil taxi yang di tumpanginya.


"perasaan orang itu yang kemarin berpapasan di bandara Soetta, apa dia suruhan tuan Moo???" Helmi bergumam sendiri.


Helmi berubah pikiran setelah melihat ada orang yang mengikutinya, lalu dia meraih ponselnya untuk pesan kamar di hotel xxx untuk mengalihkan perhatian orang itu.


"ke hotel xxx pak" kata Helmi kepada sopir taxi itu


"siap tuan, anda tidak jadi ke kediaman tuan Andrew?" tanya sopir itu.


"tidak pak, sepertinya saya harus istirahat dulu di hotel" jawab Helmi.


"ok, baiklah kalau begitu" kata sopir itu sambil terus mengendarai mobilnya menuju hotel yang di sebut Helmi.


Sampai di hotel xxx Helmi menuju resepsionis hotel untuk mengambil kunci, setelah mendapatkan kuncinya dia masuk lift untuk menuju kamarnya kebetulan kamarnya berada di lantai paling atas. sebelum naik dia melihat sekilas orang yang mengikutinya turun dari taxi dan menuju meja resepsionis, Helmi tak terlalu ambil pusing dia langsung menekan tombol lift untuk naik ke lantai atas.


Sampai di depan pintu kamar Helmi membuka pintu dan dia masuk ke dalam kamar, baru aja duduk ponselnya sudah berbunyi ada nomer baru menghubunginya.


"hallo ini dengan siapa?" tanya Helmi Heran ko ada no lokal menelponnya.


"mas hiks hiks hiks" penelpon langsung nangis.


"sayang, ini kamu? kamu di mana? Kalian baik-baik aja kan? Bagaimana kabarmu dan anak-anak? Mas kangen kalian" Helmi langsung mengenali suara istrinya dan dia memberondong banyak pertanyaan, air matanya tak terasa mengalir di pipinya dia begitu merindukan istrinya


"kami aman di mansion om Andrew, mas aku kangen kenapa tidak langsung ke sini? Kata paman mas ke hotel xxx" kata Ola sambil terisak.


"iya sayang, mas juga kangen kamu. Pamanmu mengetahuinya mas datang ke sini? Tanya Helmi

__ADS_1


"taulah mas, bahkan beliau bilang ada yang mengikutimu mas dan anak buah paman barusan sudah menciduk orang itu dari hotel jadi mas aman sekarang" kata Ola dia mengalihkan panggilannya ke video call karena hampir dua minggu dia tidak melihat wajah suaminya.


"sayang kamu tambah cantik dan sexy, mas kangen bangettt" kata Helmi sambil mencium wajah istrinya yang terpampang di layar ponsel.


"mas aku di sini naik 2kg padahal makanku biasa, tapi mas wajahmu tirus mas sakit?" tanya Ola khawatir melihat wajah suaminya yang tirus.


"aku malah turun 3kg sayang, aku sakit mala rindu" jawab Helmi sambil mengusap ngusap wajah istrinya yang ada di layar.


"ya ampun mas pantesan kurusan belum dua minggu turun 3kg, makannya tidak teratur ya? tanya Ola


"semenjak kamu gak ada mas sering mual dan muntah, malah pernah di rawat di rumah sakit karena pingsan tapi kata dokter mas tidak ada penyakit" jelas Helmi.


"ko bisa gitu sih mas, apa masuk angin?" tanya Ola bingung.


"kata dokter mas tidak masuk angin, mungkin kangen berat sama kamu sayang karena kalau tidur dan ke kantorpun mas slalu pake kaos kamu supaya tidak mual dan muntah" jelas Helmi lagi


"jangan-jangan apa sayang?" tanya Helmi penasaran.


"mas aku belum pasti ya, nanti aku periksa ke dokter obgyn dulu" jawab Ola dia mengingat-ngingat terakhir haidnya.


"kamu hamil lagi sayang?" tanya Helmi


"gak tau mas, yang jelas aku tidak haid sudah tiga bulan. Dan mas mual-mual kalau jauh dari aku, mungkin itu tanda-tanda kehamilan simpatik mas" jawab Ola.


"wah kita akan punya anak lagi sayang, kamu bakal di cemburui anak-anak kita nanti si abang dan adiknya pasti rebutan kamu" kata Helmi membayangkan anaknya yang masih butuh perhatian karena usianya baru tiga tahun.


"iya mas, padahal aku KB ya atau pas waktu itu aku kelewat ya. Pokonya besok aku harus periksa ke dr obgyn untuk memastikan" Ola juga memikirkan membagi perhatian kepada anaknya yang masih balita, kalau benar dia hamil dia tidak menyangka akan secepat itu dikaruniai anak lagi apalagi kalau kembar lagi, wah pasti repot.

__ADS_1


"gak apa-apa sayang kamu hamil lagi juga biar capenya sekalian, jarak mereka dekat cuma 4 tahunan biar di rumah kita nanti rame" kata Helmi


"iya mas, mas kapan ke sini? Kan penguntitnya sudah di ciduk jadi mas aman kalau sekarang satang ke sini" kata Ola merengek seperti anak kecil.


"iya sayang nanti setelah mandi ke sana biar lebih tampan supaya kamu lebih tergila-gila sama mas, sudah hampir dua hari mas gak mandi ini" kata Helmi menggoda istrinya sambil menaik turunkan alisnya.


"ih pantesan bau ke cium sampau sini, cepetan mas mandi sekarang setelah mandi nanti di jemput sopir. Mas jangan naik taxi tunggu aja di sana ya sampai supir datang" kata Ola.


"iya sayang mas mandi dulu ya, eh sayang sekalian kamu ikut sama sopir ke sini mas kangen banget sama kamu. Sudah lama mas gak di cas untung tidak lowbet ini" kata Helmi sambil menunjuk pusakanya.


"iya aku juga kangen banget, sekarang aku siap-siap dulu ya" kata Ola sambil kiss bye ke suaminya dan menutup telponnya.


Roula masuk kamar dia juga mandi sebentar dan ganti baju, lalu dia memakai makeup tipis supaya tambah pres swtelah itu dia masuk ke kamar anaknya yang ternyata keduanya sedang tidur siang.


Ola keluar dari kamar anaknya dan meminta ijin sama paman dan istrinya untuk menjemput Helmi ke hotel, setelah di ijinkan dia berangkat di antar sopir pribadi pamannya.


Tiga puluh menit kemudian Ola sampai di hotel xxx, dia langsung naik lift menuju lantai atas sampai di atas lalu dia mengetuk pintu kamar suaminya dan langsung di buka oleh Helmi.


"sayaaanggg" Helmi langsung memeluk istrinya dengan erat dan di balas erat oleh istrinya mereka beepelukan sangat lama untuk menyalurkan rasa rindu mereka.


Helmi menutup pintu kamar dan menguncinya, lalu dia menggendong istrinya ke tempat tidur.


Helmi duduk di pinggir tempat tidur sambil memangku istrinya dia melancarkan ciuman-ciuman kepada istrinya dan Olapun membalasnya. Mereka bergumul dan bergulat menyalurkat hasrat yang dua minggu terlewat, Helmi dan Ola sama-sama menggila mereka saling memuaskan satu sama lain.


Dua jam berlalu mereka tumbang dengan di banjiri keringat, lalu mereka tertidur sambil berpelukan tanpa memberi tahu sopir yang menunggunya di loby hotel.


Sopir itu menelpon tuan Andrew karena sudah dua jam lebih Ola tidak turun dan sopir itu di suruh kembali ke mansion, setelah itu tuan Andrew mengirim pesan kepada keponakannya.

__ADS_1


"bersenang-senanglah kalian di hotel, kalau di mansion nanti di recokin anak-anak. Kalau mau pulang kasih tau paman, nanti di jemput lagi" pesan paman Andrew terkirim tapi belum di baca, karena Ola masih tidur lelap dengan suaminya.


__ADS_2