
Helmi membuka matanya perlahan dan dia di suguhkan dengan pemandangan indah di hadapannya, tanpa pikir panjang lagi diapun pun menikmati pemandangan indah itu lagi. Istrinya seperti candu baginya apalagi lama tidak bersama.
"paster sayang, mas Helmi terus... " Ola meracau sambil memejamkan matanya membuat Helmi tersenyum gemas, dalam tidur aja dia menikmatinya lucu banget pikirnya.
Jam enam sore Ola dan Helmi sudah rapi dan siap-siap keluar dari hotel karena mobil jemputan sudah datang, Helmi menggandeng pinggang istrinya keluar dari kamar hotel wajah mereka berseri-seri terpancar kebahagiaan di sana. Kalau saja anak-anaknya tidak merengek di telpon tadi, mereka pasti nginap dulu di hotel itu untuk meleburkan kerinduan mereka berdua.
Helmi memencet tombol lift menuju lantai dasar, dalam lift itu hanya mereka berdua saja membuat Helmi bebas mencium istrinya dengan rakus padahal ada yang melihat mereka di sana ya kamera cctv merekam kelakuan mereka itu hehehe
Ting suara pintu lift terbuka, Helmi melepaskan pagutannya lalu dia melangkah keluar sambil menggandeng pinggang istrinya menuju mobil jemputan di parkiran.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di mansion milik kakek Ola, Helmi di sambut oleh kedua anaknya dan keluarga besar mertuanya.
"daddy ko lama banget, kami nunggu daddy di sini lammmmaaa sekali kami lindu daddy hiks hiks" Dal Mi menangis dalam gendongan daddynya, kalau Daniel sudah di peluk tidak menangis beda dengan anak ceweknya yang agak cengeng dan manja.
"maaf ya anak-anak daddy nunggu lama ya, karena daddy sibuk kerja sayang" Helmi mencium kepala anaknya sambil mengusap-ngusap punggungnya.
"kami tidak mau lagi jauh dali daddy, pokoknya daddy jangan kelja telus" kata Dal Mi sambil manyun.
"iya sayang, daddy akan selalu bersama kalian. Maaf ya kemarin-kemarin daddy sangat sibuk, sudah ya jangan marah sama daddy. Daddy kan sudah minta maaf, ayo bang sini peluk daddy" Helmi memeluk dan mencium kedua anaknya,
Setelah anaknya lepas dari pelukannya baru Helmi mengenalkan diri kepada om Andrew dan istrinya juga anaknya om Andrew yang menjemput Ola dari Indonesia.
Mereka berkumpul bersama dan bercerita di ruang keluarga sampai tiba makan malam, setelah itu mereka menuju meja makan dan makan malam bersama.
"Dal Mi mau di suapin daddy" anak perempuan Ola memang lebih manja kepada ayahnya, Helmi dengan sabar menyuapi anak perempuannya.
Karena takut Daniel cemburu, Helmi juga berniat menyuapi anak lelakinya.
__ADS_1
"sekarang giliran abang, ayo buka mulutnya aaa..." kata Helmi sambil menyuapkan makanan ke depan mulut Daniel.
"no daddy, Daniel sudah besal aku bisa sendili" jawab Daniel sambil menutup mulutnya dengan kedua jari tangannya.
"wah anak mommy pintar sekali ya, abang keren bisa makan sendiri lho dad ayo lanjut maemnya abisin ya" Ola memuji Daniel di hadapan Dal Mi membuat anak perempuannya protes.
"Dal Mi juga pintel mom, tapi Dal Mi kangen daddy suudah lama aku tida di suapin daddy" kata Dal Mi manyun.
"oh jelas, anak mommy dan daddy semuanya pintar. Tidak apa-apa di suapin daddy, ayo makan lagi yang banyak ya biar tambah pintar aaa" Ola menghibur anak perempuannya sampai dia ceria lagi lalu mereka melanjutkan makan malamnya.
Jam delapan malam di Kanada tapi di luar masih terang, karena di sana biasanya jam sembilan atau jam sepuluh baru gelap.
Dal Mi tidak mau jauh dengan daddynya dia ingin bobo sambil di bacakan buku cerita oleh daddynya, Helmi membaca buku cerita di tengah kedua anaknya dan satu jam kemudian mereka tertidur pulas lalu Helmi memindahkan anaknya ke kamar anaknya setelah itu dia kembali melepas rindu bersama istri tercintanya.
"sayang besok jam berapa ke dokter kandungannya? " tanya Helmi kepada istrinya mereka sedang tiduran sambil berpelukan setelah selesai olah raga.
Helmi membetulkan posisi tidur istrinya supaya nyaman lalu menyelimuti mereka berdua sampai leher karena suhu Kanada saat ini -16° sangat dingin sekali, Helmipun akhirnya tidur lelap sambil mendekap istrinya.
Keesokan paginya Roula membuat janji dengan dokter kandungan, dan kebetulan jam tiga sore bisa langsung di periksa.
Jam dua sore Roula dan Helmi berangkat ke dokter lebih awal karena mau berkeliling dulu sebentar, Helmi meminta kepada sopir untuk berkeliling sebentar menikmati hamparan salju yang baru turun semalam.
"sabuk pengamannya sudah terpasang dengan baik tuan, nyinya? Karena jalan agak licin kita pelan-pelan aja ya" kata sopir sambil menjalankan mobil dengan kecepatan rendah.
"iya pak, pelan-pelan aja yang penting kita sampai dengan selamat" jawab Helmi.
Setelah berkeliling sebentar akhirnya mereka sampai di rumah sakit jam tiga kurang sepuluh, Ola di gandeng suaminya berjalan menuju kursi antrian.
__ADS_1
Jam tiga tepat nama Ola di panggil untuk masuk ke ruangan periksa, Helmi memapah istrinya masuk ruangan dokter dan naik ke tempat pemeriksaan.
Dokter mulai memeriksa kandungan Ola dan Helmi menatap layar monitor.
"apakah benar saya hamil dok?" tanya Ola kepada dokter menggunakan bahasa Inggris.
"ya anda sudah hamil 14 minggu nyonya, bayinya sehat, detak jantungnya normal" jawab dokter sambil terus meriksa dengan teliti.
"apakah anak kami kembar lagi dokter?" tanya Helmi penasaran.
"ya, ini ada dua kantong janin dan dua-duanya sehat dan peetumbuhannya bagus" jawab dokter.
"wah kita akan punya anak kembar lagi sayang, selamat ya mommy twins" kata Helmi sambil mencium kening istrinya.
"terima kasih daddy twins, rumah kita bakalan rame oleh twins ya dad" jawab Ola
Helmi dan Ola bahagia akan di karuniai anak kembar lagi, walaupun dari kemaren mereka olah raga terus tapi janin mereka sangat kuat dan dokter berpesan kepada Helmi supaya tidak terburu-buru dan di usahakan pelan-pelan saja karena janin 14 minggu masih sangat rawan. Untuk kebaikan janinnya Helmi harus mengontrol kecepatannya dengan baik.
Selesai di periksa Ola dan Helmi keluar dari ruangan dokter, lalu mereka berjalan menuju tempat parkir.
Helmi menggandeng pinggang Ola berjalan menghampiri mobil, sopir itu membukakan pintu mobil untuk Ola.
Ola duduk di mobil dan Helmi memasangkan sabuk pengaman untuk istrinya sopir sudah menghidupkan pemanas di mobil jadi pas masuk terasa hangat tidak dingin seperti di luar, setelah istrinya duduk dengan aman lalu Helmi berjalan memutari mobil untuk masuk lewat pintu sebelahnya lagi.
Tiba-tiba ada mobil jeep mundur dengan cepat ke arah pintu mobil yang ada Ola di dalamnya, brakkk.... Belakang mobil jeep itu menabrak mobil tuan Andrew sampai mobil itu bergeser jauh dari posisi semula di tambah lagi licin karena parkirannya di tutupi salju dan es.
"aaaaaaaaaaa" Ola menjerit kesakitan
__ADS_1
"sayaaaaaaang" Helmi berlari menuju mobil yang di tumpangi istrinya, dan mobil jeep yang menubruknya dari belakang langsung tancap gas dan kabur.