
Ola tiba ke rumah jam dua belas siang dan ternyata sudah di tunggu Adit di rumah, adit memegang map yang di letakan di meja makan.
"Mas sudah lama?" Ola duduk berhadapan dengan Adit
"baru lima menit"
"Mas mau makan disini?"
"Tidak, aku sudah makan sebelum kesini"
"La tanda tangan ini"
"ini kita batalkan aja kontraknya, tidak usah nikah kontrak"
"Mas berubah pikiran?"
"Ya cepat tanda tangan, tidak usah di baca dulu aku buru-buru"
Ola membuka map itu, tapi sekilas ke baca atasnys SURAT PENGALIHAN ASET hanya segitu yang ke baca sekilas karena mapnya sudah di tarik Adit.
"Bisa cepat tidak ayo langsung aja tanda tangan disini!"
Adit langsung menunjuk mana yang harus di tanda tangani Ola, dia menutup tulisan di surat itu dengan kertas yang ada tulisan lain.
Ola merasa ada yang tidak beres dengan surat ini, dia menanda tangani lain/palsu di surat itu, tanda tangan yang di torehkan Ola tidak sama dengan KTP dan surat surat lainnya.
Adit tidak tau tanda tangan Ola yang asli karena waktu nikah dan tanda tangan surat kontrak dia tidak memperhatikan tanda tangan Ola karena dia tidak peduli waktu itu.
Selesai di tanda tangani Ola surat itu di masukan ke tas kerja Adit, lalu Adit berjalan lagi keluar rumah itu.
Ola masak ayam kecap dan tumis brokoli untuk makan siang dia sendiri dan sekalian masak ayamnya banyak, sekalian untuk makan malam nanti tinggal menghangatkan aja.
-
"bodoh sekali dia ternyata"
Adit tersenyum dan menyimpan map itu ke dalam brankas di apartementnya.
__ADS_1
Jam tiga sore Ola berangkat lagi ke rukonya karena tadi tukang cat bilang di perkirakan jam empat selesai, karena cat pake mesin khusus semprot jadi pekerjaanya cepat selesai.
Ola sampai di ruko jam empat kurang sepuluh karena di jalan macet tadi jadi hampir lima puluh menit baru sampai, dan ternyata sampai di sana rukonya sudah selesai di cat atas bawah luar dan dalam juga.
Ruko Ola tampak lebih segar dan terlihat baru lagi dia sangat puas dengan hasilnya.
"Terima kasih pak saya puas dengan hasilnya"
"Sama-sama mbak smoga usahanya lancar dan sukses"
"Amein"
Para pekerja merapikan alat-alat dan perkakas setelah itu mereka pulang.
Ola naik ke lantai dua dia senang sekali semuanya tampak baru dan rapi tinggal ngepel tapi dia belum belanja alat-alat pel, belum ada isinya juga rencananya besok dia mau belanja furnitur dan perabot lainnya.
Mungpung masih sore Ola menuju supermarket membeli alat pel, setelah belanja alat pel dia mengepelnya dari atas sampai bawah...cling.
Sampai di rumah jam tujuh tiga puluh Ola langsung mandi dan ganti baju, setelah bersih dia naik ke tempat tidur dan berbaring dan langsung terlelap tanpa makan malam hari melelahkan sekaligus menyenangkan bagi Ola.
Esok harinya seperti biasa jam enam pagi dia sudah selesai dengan pekerjaan rumahnya lalu dia mandi dan ganti baju, setelah itu dia berkemas untuk keberangkatannya besok malam.ke Paris.
karena baju Ola sedikit jadi tidak sampai satu jam sudah selesai berkemas.
Ola meraih ransel yang berisi baju, surat-surat penting dia dan langsung menggendongnya, dia juga memakai tas selempang yang berisi dompet, buku tabungan dan ponsel lalu dia memakainya di taroh di depan biar mudah mengambil uang.
dia seperti mau berangkat camping saja.
Sampai di ruko jam delapan kurang sepuluh menit Ola masuk rukonya dan langsung naik ke lantai dua dia menaroh ransel di kamar dia, setelah itu Ola pergi ke toko furniture untuk membeli dua tempat tidur dua lemari pakaian satu set sofa, meja rias, mejs nakas, satu set meja makan empat kursi, lemari makanan dan rak tv. Setelah belanja furniture dia pergi ke toko elektronik untuk membeli tv kulkas, oven, blender, mixer dan kompor.
Selesai belanja dia masuk ke kios baso untuk makan baso habis dua porsi baso campur pula lalu minum jus jeruk, Ola benar -benar kenyang sampai sendawa.
Jam dua siang semua perabotan rumah yang di beli Ola tadi sudah di antar dan di pasang di tempatnya, lalu dia mengeluarkan leptop dari ranselnya dan memindahkan bajunya ke lemari untuk di susun, surat-surat pentingnya di taroh di laci juga buku tabungan yang dari mertuanya lalu mengunci laci dalam llemari itu.
Ola nonton drakor sambil selonjoran di sofa, selesai nonton drakor dia menyimpan laptopnya di laci nakas dan pergi ke supermarket.
Jam empat sore Ola sudah ada di supermarket untuk membeli bedcover set, seprenya juga dan selimut masing-masing dua. Setelah itu dia pulang ke ruko dan menyimpan belanjaannya di lemari, waw banysk sekali pengeluaran tiga hari ini pikirnya tapi masih ada tiga milyar lebih. Ola buru-buru menyimpan ATMnya di laci lemari di satukan dengan buku tabungan dan surat-surat penting setelah itu dia mengunci laci dan lemari itu, lalu menyimpan kunci-kunci itu di dapur di lemari kitchen set mininya lalu di tutup pake mangkuk-mangkuk yang ada disitu, ternyata bu retno tidak membawa peralatan makannya dari situ mungkin bonus karena jumlahnya hanya sedikit.
__ADS_1
Uang yang tadi dia ambil dari ATM untuk belanja, sisanya dua juta dia simpan di laci meja rias dan dua juta lagi tetap di dompet.
Karena tidak tidur di ruko Ola langsung pulang ke rumah Adit, jam enam sore dia sampai rumah.
-
-
Hari ini Ola tidak pergi ke ruko karena nanti sore dia akan berangkat ke bandara karena penerbangannya jam tujuh malam, Ola hanya bersih bersih-bersih di rumah.
Jam sembilan pagi Ola sudah rapi dia mau pergi ke pak RT untuk menitipkan kunci ruko, entah kenapa dia merasakan ada sesuatu yang aneh jadi dia tidak menyimpan kunci ruko di rumah Adit lebih baik dia titipkan di pak RT karena Adit dan keluarganya belum tau bahwa Ola punya ruko.
Pulang dari pak RT Ola rebahan di kasur dan tidur siang, jam tiga dia bangun dan langsung mandi.
Jam empat sore Adit sudah datang ke rumah dengan naik mobil travel untuk menjemput Ola, ternyata Ola sudah rapi dan cantik dan langsung naik ke mobil travel karena sudah di tunggu Adit di dalam. Ola di suruh duduk di depan dengan supir, Adit sendiri di belakang
Mobil travel memasuki halaman apartement mewah dan berhenti di depan lobi.
"Ini di mana mas?"
"Tunggu sebentar La, teman saya mau bareng ke bandara"
"Teman yang mana mas?"
"Ada deh"
Adit turun dari mobil dan masuk lobi apartemen, tidak lama dia sudah kembali dengan menggandeng perempuan cantik dan sexy bajunya juga kurang bahan. Sambil tersenyum mereka naek mobil dan duduk berdua di jok belakang.
"Hai"
Ola menyapa perempuan itu berusaha ramah dia tidak tau bahwa perempuan itu adalah Sintia kekasih suaminya.
Sintia cuek tidak merespom membuat Ola malu dan diam, terlihat dari kaca di atas dasbor mereka berciuman bibir. Sungguh menjijikan dan bahu Ola bergidik.
Tiba di bandara jam lima lebih tiga puluh menit lalu mereka cek in stelah itu naik pesawat karena jam tujuh mau lepas landas.
Adit duduk bedampingan dengan Sintia di kelas bisnis, Ola terhalang dua kursi di belakang mereka.
__ADS_1
Walaupun banyak pertanyaan dalam hatinya, tapi Ola berusaha tenang dan diam, dia memainkan ponselnya sebelum terbang.
Setelah menempuh dua puluh jam lebih karena dua kali transit, akhirnya mereka tiba di Paris.