
Roula membuka matanya perlahan dan terpampang tubuh kekar suaminya yang masih terlelap, dia tersenyum bahagia sekarang sudah ada suami di sampingnya. Perlahan dia duduk sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, karena gerakan dari Roula otomatia membuat Helmi terbangun dan membuka matanya.
"hi sayang kamu sudah bangun?"
Helmi memeluk pinggang istrinya masih posisi tiduran.
"iya mas sudah jam lima sore tuh, aku mau mandi dulu ya"
"sebentar lagi sayang"
Helmi mencium tangan istrinya sambil menariknya pelan supaya dia ikut tiduran di sampingnya lagi.
"mas aku mau ke toilet"
Roula merengek manja karena gak tahan mau ke toilet, tanpa malu-malu Helmi bangun dari tidurnya dan menggendong Ola ke kamar mandi. Replek Ola menutup mukanya karena malu, karena mereka berdua dalam keadaan polos.
"mass" Ola menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya membuat jantung Helmi berdetak kencang.
"tidak usah malu-malu sayang mas sudah melihat semuanya ko"
Helmi mendudukan Ola di toilet lalu dia berjalan ke bathrub untuk mengisi air buat berendam.
"awww ssssshhhh"
Ola merintih di toilet membuat Helmi berlari menghampirinya.
"kenapa sayang? Kamu sakit?"
"ini mas pedih banget, bengkak lagi"
"maaf sayang nanti mas salepin ya, sekarang yuk berendam dulu supaya kita rilex"
Helmi menggendong istrinya masuk ke bathtub, setelah mendudukan istrinya Helmi berjalan keluar dari kamar mandi untuk meminta oetugas hotel membelikan salep. Setelah menelpon dia masuk lagi ke kamar mandi dan naik ke bathtub lalu mereka berendam bersama untuk merilexan tubuhnya.
Setelah merasa cukup berendamnya mereka membilasnya sampai bersih, lalu Helmi meraih bathrob dirinya dan istrinya.
"kamu semakin cantik sayang duh jadi mau lagi"
"tapi mas sebentar lagi MUA akan ke sini, dan aku takut gak bisa jalan dengan benar nanti sekarang juga masih agak sakit nih"
"iya sayang, yuk mas salepin dulu"
Ola mengangguk dalam gendongan suaminya lalu Helmi mendudukan istrinya di samping tempat tidur, Helmi menyisir rambut istrinya dengan lembut seolah-olah istrinya takut kesakitan.
Tok...tok...tok... Pintu kamar hotel di ketuk dari luar, Helmi berjalan menghampiri pintu kamar hotel dan membukanya setelah di lihat petugas hotel mengantarkan pesanannya.
"terima kasih mas, dan trolinya biar saya yang bawa masuk"
Setelah memberi tip kepada pelayan itu lalu Helmi menutup pintu kamar Hotel dan menguncinya, setelah itu dia mendorong troli makanan ke hadapan istrinya. Helmi mengoleskan salep dengan teliti supaya tidak membuat sakit istrinya dia mengecupnya juga dengan lembut melihat punya istrinya bengkak karena ulahnya, Ola malah menutup mukanya karena malu.
__ADS_1
"selesai sayang, ayo kita makan dulu kita tidak makan siang tadi"
Ola mengangguk karena dia juga sangat lapar, lalu mereka mulai makan dengan lahap sampai ludes.
Selesai makan pintu kamar di ketuk lagi dari luar dan ternyata MUA yang datang, Ola di make Over lagi yang lebih tajam karena untuk pesta malam hari jadi makeupnua di sesuaikan.
Helmi menatap istrinya penuh cinta dia masih seperti mimpi, teman kecilnya menjadi teman hidupnya.
Setelah selesai make over Ola berdiri di hadapan cermin besar sambil membetulkan gaunnya yang lebih panjang dari tadi siang, gaun malamnya sangat indah dan mewah membuat Helmi kagum dan menghampirinya.
"kamu seperti putri sayang, cantik sekali"
Ola tersenyum malu dari tadi di tatap suaminya, dia juga kagum dengan ketampanan suaminya membuat dia tambah cinta kepadanya.
-
MC membuka acara resepsi pernikahan Helmi dan Ola, kedua mempelai memasuki ballrom hotel di iringi dengan nyanyian pilihan.
Para tamu undangan sudah banyak berkumpul di sana, dan hadirin bertepuk tangan menyambut kedua mempelai.
Roula bergelayut mesra di tangan suaminya mereka berjalan beriringan menuju pelaminan, para tamu undangan mulai memberikan selamat kepada kedua mempelai mereka satu-persatu menyalami kedua mempelai.
Helmi tak hentinya menebar senyum bahagia dia menggenggam lembut tangan istrunya, Ola juga merasakan hal yang sama sekarang dia bahagia dengan pernikahannya.
"semua siap siaga mereka mendekat ke pengantin"
Roula mundur satu langkah ketika ada orang yang menatapnya dari atas sampai bawah sambil mengeratkan pegangannya di tangan suaminya, dia tidak tau tamu itu saudara dari ayahnya.
"kenapa sayang?" Helmi berbisik kepada istrinya.
"orang yang tadi menatapku aneh, aku jadi takut mas" Ola berbisik pula kepada suaminya.
"tenang sayang, di sini banyak pengawal daddy"
Ola mengangguk sambil menerima ucapan selamat dari tamu yang lainnya.
***
"target sudah di temukan aku yakin dia adalah orangnya, kapan kita mulai penangkapan"
Seseorang mengirim pesan kepada bosnya, dia telah menemukan orang yang sudah lama di carinya.
"jangan bergerak dulu akan sangat membayakan kita kalau kita bertindak gegabah, tunggu waktu yang tepat"
"baik boss, kami tunggu perintah dari bos"
Orang itu bergegas keluar setelah mencicipi hidangan di pesta itu, dia merasa terancam melihat mempelai perempuan yang mirip dengan saudaranya.
Tuan Hartono menerima bisikan di earphonenya, tandannya pengawal melaporkan sesuatu.
__ADS_1
"tuan mereka sudah mencurigai nona Ola targetnya yang di cari selama ini"
"tenang aja, mereka tidak akan bergerak sekarang, soalnya mereka belum cukup bukti karena dalam undangan tidak memakai nama lengkap hanya Ola saja bukan Roula Kim"
"baiklah tuan kami slalu siaga di sini"
"bagus pokonya kalian jangan lengah, jaga dia terus" tuan Hartono berbisik di earphonnya.
"siap tuan"
Selesai berpesan kepada pengawalnya, tuan Hartono kembali menyambut rekan-rekan bisnisnya dan kerabatnya.
***
Acara masih berlangsung meriah banyak tamu orang-orang penting dan pejabat yang hadir di sana, semua orang memberikan selamat kepada kedua mempelai dan kepada tuan Hartono sekeluarga.
Helmi selalu tersenyum ceria setiap menerima ucapan selamat dari kerabat dan rekan-rekannya, tak sungkan dia memuji dan mencium istrinya di depan orang membuat Roula tersipu malu bercampur senang.
"sayang kamu pegal tidak kakinya?"
"sedikit mas, tapi gak apa-apa"
"kalau begitu duduk aja biar mas yang menyambut mereka"
"tidak usah mas hanya pegal sedukit ko, mungkin efek dari sepatu hak tinggi"
"buka aja high heels nya sayang biar kamu nyaman"
"bentar lagi mas"
Helmi meminta pengawal membawakan sepatu kets untuk istrinya, dia gak tega melihat istrinya pegal-pegal karena masih banyak tamu undangan yang belum datang.
-
Di luar Hotel ada lima orang masuk ke dalam mobil, mereka merencanakan sesuatu kepada Ola.
"cari tau asal-usul dan siapa orang ruanya istrinya tuan Helmi"
"baik bos"
"pokoknya dalam dua puluh empat jam kalian harus sudah mendapatkannya dan segera melaporkan hasilnya"
"siap bos, saya akan lakukan sekarang juga"
"bagus, lebih cepat lebih baik"
Selesai berbincang di dalam mobil empat orang keluar dari mobil itu dan masuk lagi ke mobil lainnya lalu keluar dari parkiran hotel itu menuju jalan raya, mereka tidak menyadari bahwa pengawal suruhan tuan Hartono sedang mengawasinya dan mengikutinya dengan jarak aman.
***
__ADS_1