Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Makan Pencok Kacang Dan Ikan Peda


__ADS_3

Sepulang dari warung mereka berkumpul lagi di rumah gabung dengan bapak-bapak dan bocil bocil.


Ola duduk di karpet di samping suaminya yang sedang memperhatikan anaknya sedang mewarnai.


"sayang mewarnai gambar apa tuh?" kata Ola kepada anaknya.


"gambal itan" jawab Dal Mi.


"abang walnai gambal tuda" jawab Daniel


Mereka tengkurap di karpet mewarnai gambar ikan dan kuda dengan serius.


"wah pinternya anak mommy" kata Ola lagi sambil bersandar di pundak suaminya dan tangannya bergelayut manja di lengan suaminya.


"tadi beli apa dari warung sayang?" kata Helmi.


"beli ikan asin, telor dan bumbu-bumbu" jawab Ola.


"sudah lama mas belum makan ikan asin, terakhir waktu di villa dulu waktu masih SMP" kata Helmi.


"lama banget mas, aku terakhir waktu di butik sebelum menikah dengan mas. Si Mila goreng ikan asin sampe baunya memenuhi semua ruangan tapi enak sih" kata Ola.


"iya Enak, tapi baunya itu awet ya: kata Helmi.


"iya bener, apalagi kalau di makan dengan pete atau jengkol beuh baunya kebangetan tapi enak" kata Ola.


"kamu suka pete dan jengkol sayang?" tanya Helmi.


"suka banget mas, tapi semenjak nikah denganmu aku belum pernah makan itu lagi" jawab Ola.


"hadeh kan bau banget peute dan jengkol itu sayang, ko kamu suka sih" kata Helmi membayangkannya aja sudah menutup hidung.


"mas belum nyoba ya? Kalau sudah coba pasti ketagihan, makan peute atau jengkol dengsn tumis cumi mantul banget itu mas" kata Ola.


"ewla... Aku belum pernah coba dan gak mau nyobain baunya aja gak enak" jawab Helmi sambil menjulurkan lidahnya seperti orang mual.


"ampun deh dasar orang kota, lebay amat sih mas... untung aku cinta" kata Ola sambil mencium pipi suaminya.


"jangan mancing-mancing sayang masih banyak orang" kata Helmi sambil mengedipkan matanya.


"aapaan sih mas?" kata Ola sambil mencubit gemas tangan suaminya.

__ADS_1


Art bu Eem membawa dua piring bakwan lalu menaruhnya di meja, pengasuh snak-ansk Ola membawa kopi buat para orang tua dan susu buat anak asuhnya.


Bakwan yang masih panas cocok dengan kopi, aoalagi kalau cuaca lagi dingin


"mbak yang satu piring bawa sini aja taroh di karpet, kopinya dua sekalian dengan tisunya ya" kata Ola karena dia dan suaminya masih duduk di karpet sambil memperhatikan anak-anaknya.


"iya nyonya" jawab art itu sambil menaruh sepiring bakwan juga tisue di depan Ola, seorang lagi menaroh dua cangkir kopi di depan majikannya.


"terima kasih ya mbak" kata Ola.


"sama-sama nyonya, permisi" kata art dan pengaduh itu dan langsung mereka pergi ke dapur


Ola mengangguk kepada art itu, mereka makan bakwan dan ngopi bersama sebagai cemilan siang.


Jam dua belas siang Ola dan Helmi menidurkan anak-anaknya dia juga malah ikut tertidur dengan mereka, nyonya Sri dan tuan Hartono juga sedang beristirahat di kamar tamu.


Sebentar lagi jam makan siang para art dan bu Eem sibuk memasak untuk makan siang, mereka masak nasi merah dan putih, lauknya membuat ayam goreng kampung, belado telor dan terong, tumis cumi cabe ijo dan goreng ikan peda terakhir bikin tumis kangkung dan sambel kacang panjang.


Jam dua siang mereka sudah berkumpul di meja makan untuk makan siang, mereka sangat menikmati hidangan kampung tapi cocok di lidah mereka.


"sambel kacang dan goreng peda sangat cocok, enak duh jadi nambah nasi nih" kata Ola.


"ayo nak makan yang banyak, sengaja ibu bikinnya tidak terlalu pedas sesuai selera kamu" kata bu Eem.


"iya bu ini nikmat banget apalagi ini di makannya dengan nasi merah pulen duh nikmat banget, sudah lama Ola tidak makan ini" kata Ola sambil terus ngunyah.


"kalau kamu suka kenapa gak minta bikinin ke art, kan di kota juga banyak kacang panjang sayang" kata Helmi dia juga ikut-ikutan makan banyak karena nikmatnya beda dengan di restauran atau masakan koki walaupun serba enak dan mahal tapi nikmatnya beda karena lagi lapar mungkin.


"iya mas, tapi kakau kacang panjang sudah masuk pasar terus masuk kulkas rasanya tidak akan sama dengan yang langsung di petik dan di konsumsi waktu itu juga. Kalau sudah lama di petik rasanya hambar kalau di bikin sambel, pokonya rasanya beda gitu mas" jawab Ola.


"ooh gitu ya, ya udah suruh tukang kebun aja nanam kacang panjang di halaman belakang, biar kalau lagi mau tinggal petik dan langsung bikin sambel" kata Helmi.


"ide bagus mas, coba nanti bilangin sama tukang kebun untuk menanam sayur mayur di taman belakang, sayang banget tamannya luas cuma di tanami rumput dan bunga-bunga aja. Nanti campur sayur mayur dan tanaman toga, supaya suasananya mirip seperti di kampung ya mas" kata Ola.


"iya sayang, nanti mas bilangin" jawab Helmi.


Mereka melanjutkan makannya sampai selesai, nasi merahnya sampai ludes yang nyisa hanya nasi putih aja. Para art merapikan meja makan dan membersihkannya, dan para majikan pindah ke ruang keluarga melanjutkan obrolan seputar taman belakang mansion.


Jam empat sore Ola pamitan kepada ibu bapaknya mau kembali ke villa, karena besok subuh mau kembali ke jakarta dengan penerbangan pagi untuk mengejar waktu meeting jam sepuluh siang.


"bu Ola pulang dulu ya, besok jam empat pagi menuju bandara karena penerbangannya jam tujuh pagi" kata Ola.

__ADS_1


"iya nak, smoga selamat sampai tujuan sehat selalu, panjang umur, lancar segalanya" jawab bu Eem.


"amin" jawab Ola.


Setelah pamit mereka kembali ke villa perkebunan...


Ketika sedang berjalan Ola bertemu lagi dengan ibu-ibu yang tadi pagi minta saweran, mereka sedang berkumpul di pos ronda ngemong anak sambil bergosip.


"eh ada nak Ola, pada mau kemana nih sore-sore begini?" kata sebagian ibu-ibu itu.


"mau kembali ke villa bu" jawab Ola


"kenapa gak nginep di sini aja nak, kan sudah bertahun-tahun tidak kembali ke sini?" kata salah seorang ibu.


"bukannya tidak kangen dengan orang tua Ola, tapi kami akan kembali ke Jakarta besok pagi karena besok hari senin hari yang sibuk bagi kami" jawab Ola.


"oh begitu ya nak, memang kalo punya perusahaan gak bisa santai seperti kita ya, pagi gosip sore gosip dapetnya dosa doang. Lah pengusaha sibuk dapet cuan yang banyak makanya kami minta di sawer lagi neng, tadi ada yang belum" kata seorang ibu.


"maaf ya bu gak pake amplop, gini aja ya seperti tadi" kata Ola sambil mengeluarkan segepok uang pecahan 100rb dan di bagikan masing-masing dua lembar.


"terima kasih ya smoga hartanya cepat di gantikan tuhan yang berlipat-lipat... maaf ya neng, dulu ibu suka ngatain neng ibu sangat berdosa sekali padamu" kata bu Icah yang dulu sering ngatain Ola perawan tua dan miskin, sekarang yang di hina ternyata miliader dalan termasuk sepuluh terkaya di negara ini.


"iya buk gak apa-apa, permisi kami pamit pulang ya takut kesorean" kata Ola lagi.


"iya silahkan, sekaki lagi terima kasih ya. Sukses selalu dan bahagia selalu buat nak Ola" kata ibu itu, mereka membungkuk hormat kepada rombongan Ola.


Setelah beberapa menit mereka sampai di villa dan semuanya langsung mandi, selesai mandi mereka berkumpul lagi di ruang keluarga.


"nyonya sekarang masak apa buat makan malam?" kata art kepada nyonya Sri Rahayu.


"bentar mbak, ded mau makan malam apa? Mommy gak makan malam ah masih kenyang, dan kalian mau makan aoa?" kata nyonya Sri beliau bertanya kepada suami dan anak mantunya.


"daddy masih kenyang mom" jawab tuan Hartono.


"Helmi juga masih kenyang mom" jawab Helmi.


"apalagi Ola makannya banyak sampai nambah tadi gara-gara ikan peda dan pencok kacang panjang" jawab Ola terkekeh.


"ya udah masaknya buat kalian aja terserah mau masak apa mbak, karena kami masih kenyang sepertinya makan malam kami buah-buahan aja mbak" kata nyonya Sri kepada artnya.


"baik nyonya, nanti saya cuci dulu buah-buahannya. Permisi" kata art itu sambil kembali ke dapur, sepuluh menit kemudian dia kembali membawa buah-buahan dan mwnaruhnya di meja deoan majikannya.

__ADS_1


__ADS_2