Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Roula Disekap


__ADS_3

Hari ini butik Roula kedatangan klayen ibu-ibu yang glamour beliau pesan gaun pesta untuk acara esok hari, dia berani bayar harga lima kali lipat kalau selesai hari ini dan langsung diantar kerumahnya. Tentu saja di sambut baik Oleh Ola dan Mila karena kebetulan hari ini dia tidak mengerjakan pesanan urgent lainnya dan beliau berani bayar dengan harga fantastis.


Mila senyum-senyum mendapat orderan dengan harga tinggi.


"gue suka kalau begini, coba tiap hari ya La"


"iya, tapi tiap hari juga kita selalu sibuk kan Mil? Gak pernah nganggur walaupun hari libur"


"iya sih kita bersyukur ya ada aja kerjaan terus"


"untuk yang ini biar gue yang kerjain sendiri ya Mil, gue paling suka membuat gaun pesta"


"baik bos, tapi gue juga dapat bonusnya kan"


"iya tenang aja, entar di traktir makan"


"what hanya traktir makan?"


"bercanda Mil, serius amat lo"


"kirain beneran hanya traktir makan, gue ampe kaget masa ia dari puluhan jeti cuma traktir doang"


"makanya jadi orang jangan terlalu serius, cape deh"


"lah gue mah becanda ok serius hayu, cuma kalau menyangkut duit mata gue langsung ijo La"


"dasar lo mata duitan Mil"


"biarin lo juga sama suka duit hahaha..."


Mereka tertawa bersama setelah itu fokus lagi ke pekerjaannya.


Roula mulai membuat pola untuk pesanan barusan terus dia menggunting kainnya dan menjahitnya, jam enam lebih tiga puluh malam dia sudah selesai membuat gaun itu.


"Mil gue nganter dulu gaun ini yah, mau ikut gak sekalian cari makan malam?"


"hayuk gue mah demen kalau gratisan mah"


Roula dan Mila keluar dari butik dan mereka masuk ke dalam mobil, Ola mengendarai mobil perlahan karena banyak pejalan kaki yang lalu lalang.


Dua puluh menit kemudian dia sampai di tempat tujuan, mereka keluar dari mobil dan menelpon pemesan yang tadi sudah bertukar nomer hp.


Pintu gerbang rumah mewah itu terbuka secara otomatis, Ola dan Mila masuk sesuai arahan si penelpon.


"La ko sepi ya, rumah segede ini gak ada orang"


"ya gak apa-apa Mil, ngapain banyak orang coba?"


"ya kali aja ada art yang bukain pintu rumah, ini mah serba remot"


"huss pelanin suara lo, di sini banyak cctv malu tau"


"iya bawel"

__ADS_1


"yeey bukannya lo yang bawel yu ah masuk"


Ola dan Mila masuk rumah mewah itu, tapi ibu-ibu yang pesan gaunnya belum muncul juga.


"permisi"


"coba telpon lagi La!"


"tunggu bentar barusan katanya lagi olah raga di lantai tiga"


Sepuluh menit kemudian muncul ibu-ibu yang tadi datang ke butik Ola.


"maaf ya barusan mandi dulu sebentar gak enak lengket, silakan duduk!"


"terima kasih nyonya"


Ola dan Mila duduk berdampingan di sofa, setelah itu dia menyerahkan paperbag yang berisi gaun.


"silahkan nyonya di coba dulu, takutnya ada yang kurang nanti kami perbaiki"


"baiklah, saya ke kamar dulu ya"


Nyonya itu masuk kamar setelah beberapa saat dia keluar lagi.


"gaunnya sangat pas dan saya suka sekali hasilnya, membuat saya terlihat lebih cantik"


"terima kasih kalau gaunnya sudah pas dan nyonya suka, kalau gitu kami permisi dulu"


Ola berdiri dari sofa hendak pamit kepada nyonya itu, tapi beliau mencegahnya.


"terima kasih nyonya, tapi saya lagi buru-buru"


"sebentar aja, kalian belum makan malam kan? Ayo kita makan bersama biar saya ada temannya"


"belum nyonya baiklah saya ikut makan malam di sini"


"Mil"


Ola menyikut tangan Mila sahabatnya karena dengan mudahnya menerima tawaran makan malam dari orang yang baru di kenalnya, karena sifat Ola tidak mudah di bujuk oleh orang yang tidak akrab dengannya dia lebih hati-hati tepatnya.


"nyobain La makan di rumah orang kaya"


Mila berbisik kepada Ola dia menarik tangan sahabatnya untuk mengikuti nyonya itu berjalan ke meja makan.


Mereka sudah duduk di meja makan lalu nyonya itu menekan tombol yang ada di meja, dan seketika itu juga keluar dua wanita masuk dari pintu samping dan menyiapkan makanan di meja makan.


"silahkan mulai"


"terima kasih nyonya"


Mila langsung menyantap makan malam itu karena menunya sangat menggiurkan bagi dirinya, Ola meraih botol air mineral lalu dia membukannya dan meminumnya.


Ponsel Ola berbunyi di dalam tas selempangnya, Ola meraih ponsel itu dan ternyata ada panggilan masuk dari Helmi.

__ADS_1


"sebentar ya nyonya saya menerima panggilan dulu"


"iya silahkan"


Ola kembali ke sofa dia menggeser tombol hijau di ponselnya.


"hallo mas"


"kamu dimana sayang? Mas ketuk berapa kali pintu butik tapi gak ada yang nyahut"


"maaf mas, Ola lagi nganterin gaun pesanan ke rumah klayen dan nyonya itu mengajak kami makan malam tuh Mila sudah mulai makan"


Ola mengrahkan kamera belakang ke arah meja makan, dan seketika itu membuat Helmi kaget melihat nyonya itu.


"sayang ponselnya jangan di loadspeker"


"nggak kok mas ada apa?"


"sebaiknya sekarang juga kalian pulang dan jangan makan atau minum apapun di sana mengerti?"


"barusan Ola sudah minum air mineral mas, tapi kepalaku sekarang jadi pusing banget ya"


"astaga sayang cepat kamu keluar sekarang dan masuk mobil setelah itu kunci pintu mobilnya cepat"


"maaas ada ap...?"


Belum aja Ola menyelesaikan pembicaraannya dia sudah ambruk pingsan, nyonya itu tertawa terbahak-bahak melihat Ola sudah masuk perangkapnya.


Nyonya itu memerintahkan orang yang berbaju hitam untuk membawa Ola dan Mila ke dalam kamar kosong dan menyuruh mereka mengikatnya di kursi setelah itu dia meraih ponselnya dan menelpon seseorang"


"selamat siang tuan Hartono, anda kenal saya kan?


"iya nyonya ada apa?


"apakah anda kenal dengan dua gadis ini"


Nyonya itu mengarahkan kamera ke arah Ola dan Mila yang masih pingsan.


"jangan ganggu menantu saya nyonya, kalau anda tidak mau mendekam di penjara seperti putri anda"


"justru itu saya mau menukar menantumu dengan putri saya, cabut laporan putri saya sekarang juga dan keluarkan dari penjara setelah itu menantu anda akan saya bebaskan. Kalau tidak jangan harap anda akan bertemu lagi dengan menantumu"


Nyonya itu memegang pisau yang sangat tajam dan menempelkannya di leher Ola, membuat tuan Hartono melotot.


"jangan macam-macam kamu nyonya, atau kalian akan ku hancurkan sampai ke akar"


"sebelum saya hancur menantumu sudah mati duluan, makanya jangan banyak bacot ayo keluarkan putri saya"


"baiklah saya akan menelpon asisten pribadi saya tapi jangan kamu lukai menantu saya, kalau tidak kau akan tau akibatnya nyonya"


"baiklah saya pegang kata-katamu tuan, awas kalau bohong jangan harap kalian bertemu lagi dengan menantumu yang cantik ini"


"saya janji nyonya, tapi jauhkan pisau anda dari leher menantu saya sekarang juga saya mau menelpon asisten pribadi saya dulu"

__ADS_1


"baiklah tapi saya mau mendengar secara langsung anda menghubungi asistenmu itu tuan"


"baiklah jangan matikan dulu telponnya saya akan menelpon pake telpon rumah"


__ADS_2