
Roula Kim semakin menjulang namanya di kancah internasional, beliau sering pulang pergi ke luar negeri untuk menghadiri undangan para koleganya dan mengurus cabang perusahaannya yang sudah 5 tahun beliau dirikan di negri Paman Syam itu.
Helmi Dirgantoro juga tak jauh beda dengan istrinya beliau sangat terkenal dengan masuk jajaran 10 besar orang terkaya di Asia, mereka pasangan yang serasi selalu bekerja sama dalam segala hal dan mengurus perusahaan sama-sama sampai sebesar ini.
Usia Roula sekarang sudah masuk 51 tahun dan sudah menikah dengan Helmi selama 22 tahun, anak-anak mereka sudah tumbuh dewasa dan penuh talenta mereka selalu di libatkan di perusahaan karena kedua anaknyanya menyukai bisnis dan sangat pandai bergaul dengan kalangan atas.
Nyonya Sri Rahayu sudah meninggal dunia 3 bulan setelah mendiang tuan Hartono, beliau di makamkan berdampingan dengan suaminya. Perkebunanannya sekarang di kelola asisten pribadinya, tapi masih di pantau oleh Helmi Dirgantoro dan mbak Mona selaku pewarisnya.
Bu Eem dan pak Anwar masih tinggal di rumah mewahnya di kampung itu walaupun usianya sudah hampir 80 tahun tapu mereka masih sehat jarang sakit dan tampak bugar, sesekali anak mantu dan cucunya berkunjung ke sana atau sebaliknya mereka yang pergi ke kota.
Daniel sudah mewarisi darah orang tuanya dia sangat pandai berbisnis karena sering belajar di perusahaan orang tuanya dan dia di kagumi banyak kaum Hawa, di usianya baru menginjak 21 tahun dia sudah banyak di kenal di kalangan perusahaan karena sering di libatkan orang tuanya. Dia tumbuh jadi pria tampan dan terhormat, sikapnya yang kalem tapi cerdas membuat dia di kagumi banyak orang terutama kaum Hawa. Dia sekarang sudah memimpin perusahaan cabang yang ada di Amerika.
Dal Mi juga tidak kalah pinternya dengan abangnya dia perempuan cantik yang di segani karena dia multi talenta pandai berbisnis dan pandai menggaet klayen untuk kepentingan perusahaan orang tuanya walaupun usianya baru mau menginjak 21 tahun, dia orangnya ramah dan bisa menempatkan diri dia juga sangat berkelas dan elegan sehingga banyak di kagumi kaum Adam.
Satu keluarga itu menjadi tim yang solid, apalagi sekarang anak-anaknya sudah lulus kuliah di universitas ternama jadi kemanapun orang tuanya pergi mereka selalu ikut serta. Bahkan Daniel dan Dal Mi memimpin perusahaan cabang orang tuanya di Amerika dan Kanada, kakak beradik itu jadi direktur utama perusahaan cabang sekaligus mau mengambil S2nya di sana.
Dal Mi senang tinggal di Kanada karena dekat dengan perusahaan cabang sekarang dia mengelola perusahaan cabang itu, dia di dekati laki-laki yang bernama Samuel teman kuliahnya sekaligus rekan bisnisnya. Tapi Dal Mi masih jaga jarak dia tidak ingin pacaran dulu, karena dia sedang menyukai masa sendirinya yang super sibuk itu.
"hallo mom, ada apa?" Dal Mi menerima telpon dari ibunya.
"mommy dan daddy sudah di bandara Kanada sekarang, tolong bilangin ke pak sopir jemput kami sayang sudah di telpon beberapa kali tidak di angkat" jawab Ola
"lho kan dari tadi sopirnya sudah berangkat mom, mungkin lagi ke toilet mommy keluar aja dari bandara coba lihat mobilnya ada gak?" jawab Dal Mi.
"ya udah mommy dan daddy ke parkiran dulu" Ola menutup panggilannya.
__ADS_1
"katanya sudah berangkat dari tadi sopirnya mas, yuk kita cek di parkiran" kata Ola.
"kenapa telpon kita gak di angkat-angkat sama dia malah yang terakhir gak nyambung?" ujar Helmi.
"mungkin lagi ke toilet, hpnya tertinggal di mobil mas" jawab Ola.
"oh ya udah kita ke sana sekarang" Helmi menggandeng istrinya menuju parkiran bandara, sesampainya mereka memutar pandangan mencari mobil putrinya dan sopir putrinya.
"selamat sore tuan dan nyonya, maaf saya agak telat tadi macet banget di jalan" tiba-tiba pak sopir muncul dari belakang sambil membungkukan badannya.
"iya gak apa-apa pak, tapi kenapa telpon dari kami gak di angkat-angkat" jawab Helmi.
"maaf tuan hp saya gak tau di mana, saya cari dari sebelum berangkat gak ketemu juga" jawab sopir itu sambil membungkukan badannya.
"kirain bapak sengaja gak ngangkat telpon kami, gak apa-apa nanti cari lagi hpnya kalau gak ketemu juga nanti beli aja yang baru" kata Helmi sambil membuka pintu mobil danbmembantu istrinya naik mobil dan memasangkan sabuk pengaman setelah itu baru dirinya naik ke mobil lewat pintu satunya lagi.
"ya udah nanti beli aja yang baru pak sekalian dengan nomernya, ini uangnya" Ola menyerahkan amplop yang lumayan tebal berisi uang.
"tidak usah nyonya, siapa tau ponselnya nanti ketemu" sopir itu merasa gak enak.
"terima aja pa uangnya dan belikan hp, biar gampang menghubungi nanti" ujar Helmi.
"baik tuan, terima kasih nyonya, tuan, smoga cepat tergantikan yang lebih melimpah. Aamiin" sopir itu menerima uang dolar yang kalau di rupiahkan mencapai 20 juta.
"amin" jawab Ola dan Helmi bareng.
__ADS_1
Sepanjang jalan Ola melihat sekeliling yang tampak putih di selimuti salju, dia sangat suka suasana syahdu seperti ini apalagi kalau lagi berdua pasti udah mesra-mesraan. Tapi sayangnya ada pak sopir jadi hanya bersandar aja di bahu suaminya.
Dan setelah 45 menit perjalanan akhirnya Ola dan Helmi sampai di rumah, mereka langsung turun dan di sambut oleh putri cantiknya.
"daddy, mommy, aku kangen" ujar Dal Mi sambil memeluk kedua orang tuanya bergantian, walaupun sudah dewasa dan pandai berbisnis tapi sifatnya tetap manja kepada orang tuanya.
"kami juga kangen kamu sayang muach... tambah cantik aja sekarang" jawab Ola sambil membalas pelukan putrinya.
Setelah kangen-kangenan di teras rumah mereka bertiga masuk bergandengan, Dal Mi di tengah bergelayut manja kepada ke dua orang tuanya. Padahal baru sebulan gak ketemu tapi seperti sudah bertahun-tahun berpisah.
"kamu baru pulang kerja sayang?" kata Helmi karena melihat pakaian anaknya yang memakai blazer / pakaian kerja dan sepatu kerja.
"iya dad, kita hanya beda satu menit tiba di rumah" jawab Dal Mi
"oh ya pantesan masih memakai pakaian kerja,, oh ya abang gak ke sini katanya lagi sibuk kemungkinan pulangnya malam jadi kita bertemu besok aja di bandara dan langsung ke restaurant xxx sekaligus makan siang dengan klayen katanya" kata Ola karena Daniel tinggal di New York Amerika Serikat, Dal Mi di Toronto Kanada jadi agak jauh harus naik mobil dan pesawat kalau mau bertemu.
Tapi hampir setiap bulan mereka berkumpul gantian yang datangnya, apalagi kalau ada pertemuan perusahaan walaupun baru seminggu berpisah mereka berkumpul kembali di tempat meeting dan slalu menyempatkan makan bersama dan jalan-jalan bersama.
"nona makan malamnya sudah siap" ujar art kepada Dal Mi, art itu bekas pengasuhnya dulu setelah meninggal suaminya dia bekerja lagi di mansion Ola dan pas Dal Mi pindah ke Kanada beliau di bawa karena dia seperti ibu ke dua bagi Dal Mi.
"iya buk, bentar ya nunggu mommy dan daddy lagi mandi dulu" jawab Dal Mi, dia memanggil ibu kepada artnya, karena dari lahir beliau yang merawat dia dan menyayanginya selain kedua orang tuanya dan keluarganya.
"baik non" ibu Sari undur lagi ke dapur melanjutkan pekerjaannya lagi mencuci alat masak yang baru saja selesai di gunakan.
Setelah orang tuanya keluar dari kamar, Dal Mi langsung mengajak makan malam bersama dia juga menhajak bu Sari makan bersama seperti yang selalu dia lakukan setiap hari.
__ADS_1
Keesokan harinya Ola, Helmi dan Dal Mi pergi ke New York Amerika Serikat karena ada pertemuan bisnis di sana sekaligus makan siang di restauran mewah di sana.
Daniel sudah menunggu di bandara untuk menjemput ke dua orang tuanya dan adiknya di sana, dan tidak lama kemudian mereka sudah terlihat di bandara. Daniel menghampiri keluarganya dan langsung memeluk mereka bergantian, setelah itu meteka naik mobil menuju restauran xxx untuk bertemu klayen di sana.