Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Helmi Pingsan


__ADS_3

Setelah menyuapi kedua anakny Roula makan malam sendiri, dia teringat suaminya dan keluarganya di mansion.


Baru aja tadi bahagia berkumpul bersama di acara wisuda, tapi sekarang sudah jauh dari mereka terutama suaminya.


Selesai makan Roula naik lagi ke atas kasur, dan dia bercerita lagi sambil memeluk anaknya mereka senang mendengarkan cerita kancil yang cerdik.


Setelah lama bercerita akhirnya mereka tertidur saling berpelukan.


***


Setelah mencari ke sana kemari tidak di temukan juga akhirnya pengwal itu mengantarkan bosnya pulang untuk istirahat, Helmi pulang ke mansion dengan lesu turun dari mobil dia berjalan dengan gontai masuk ke dalam mansion


Nyonya Sri dan mbak Mona menghambur memeluk Helmi sambil menangis, bu Eem juga menangis ingat anak dan cucunya.


"inilah yang daddy khawatirkan bila Ola dan ana-anaknya keluar rumah, karena tuan Moo pasti akan terus memburunya dan pasti mencari celah dan buktinya kita lengah dan kecolongan" tuan Hartono membuang napas kasar beliau begitu merasa bersalah kepada menantu dan cucunya dan kepada mendiang orang tuanya Ola besannya.


"kamu mandi dulu gih, setelah mandi kamu makan dik" kata mbak Mona kepada adiknya.


"aku gak mau makan mbak sebelum di temukan istri dan anak-anakku" jawab Helmi parau.


"justru kamu harus makan nak supaya kamu tetap kuat dan sehat, bagaimana mau mencari istri dan anak-anakmu kalau kamunya lesu dan lemah. Ayo kita harus kuat menghadapi lawan" tuan Hartono menimpali karena tidak mau melihat anaknya lemah dan pesimis.


"betul kata daddymu nak, ayo mandi dan makan sana. Mommy tadi minta art bikin sop buntut kesukaan kamu" kata mommy Sri menimpali.


"tapi mom aku benar-benar tidak mau makan sebelum mereka di temukan" Helmi menitikan air matanya dia sangat terpukul sekali.


"tapi dek mbak ingat sekarang, mbak rasa penculik anak-anak sepertinya bukan orang jahat. Buktinya mereka memperlakukan kami dengan baik, waktu mobil kami di hentikan, mereka meminta membukakan pintu mobil dengan cepat tegas sih tapi tidak kasar. Setelah pintu mobil di buka mereka langsung memindahkan anak-anakmu ke mobil mewah dan di jok mobil mewah itu sudah tersedia jok khusus anak-anak, mbak dan Ica teriak dan menangis hanya di pegangin dan di halangi saja mereka tidak kasar ko biasanya kalau orang jahat memukul, menampar bahkan membunuh supaya hilang jejak dan setelah mau berangkat mereka bicara "jangan khawatir ya saudaramu aman bersama kami, kami menyelamatkannya dari tuan Moo katanya setelah itu mereka pergi membawa anak-anak" kata mbak mona panjang lebar.


"siapa ya? Atau mungkin suruhan saudaranya Merlyn dari luar negeri mereka kan pengusaha sukses juga dan dekat dengan mafia" kata tuan Hartono.


"mudah-mudahan aja dad itu mereka, tapi kalu bukan mereka lalu siapa?" Helmi sedikit lega setelah mendengar cerita mbak Mona.


"atau mungkin saja keluarga dari tuan Kim dari Korea, karena ada salah seorang pengusaha sukses yang dulu hubungannya dekat dengan tuan Kim tapi tidak tamak seperti tuan Moo dan adiknya. Beliau keponakan ibu tuan Kim" kata tuan Hartono.


"mudah-mudahan aja dad, menantu dan cucu-cucu kita aman bersama mereka. Sekarang ayo mandilah nak supaya badanmu rilex dan setelah mandi langsung makan supaya kamu kuat nak" nyonya Sri mengusap-usap punggung anaknya.

__ADS_1


Helmi mengangguk akhirnya menurut, dia pergi ke kamarnya dan langsung masuk kamar mandi. Dia mengisi air ke dalam bathtub lalu naik untuk berendam.


"sayang kamu di mana?" Helmi tidak tahan lagi dia menangis sesenggukan teringat istri dan anak-anaknya.


Satu jam kemudian Helmi keluar dari kamar mandi dan masuk ruang ganti baju lalu dia ganti baju.


Tok...tok...tok...


"dik ini mbak, sudah selesai belum mandinya? Ayo makan dulu ini mbak bawain ke sini" mbak Mona mengetuk pintu dan memanggil adiknya.


"iya mbak bentar" kata Helmi dia berjalan ke arah pintu kamarnya dan membuka pintu itu.


"ini makan dulu" mbak Mona langsung masuk ke kamar adiknya dan menaruh makanan di meja.


Helmi duduk di sofa lalu dia meminum air putih dan mulai makan sangat pelan, dia seperti susah menelan nasi karena teringat istri dan anak-anaknya.


"usahakan sampai habis ya porsinya sudah cukup, kalau tidak habis nanti kamu kurang tenaga dek" mbak Mona langsung bereaksi melihat adiknya berhenti makan dia nungguin adiknya yang sedang makan.


"tapi susah nelannya mbak" kata Helmi sambil mengusap tenggorokannya dan dadanya.


Helmi menuruti apa kata kakaknya dan benar saja dia merasa sedikit lebih lega, dia melanjutkan makannya perlahan tapi pasti dan akhirnya habis juga walaupun hampir satu jam.


"tenanglah dan selalu berdo"a minta perlindungan dari tuhan, karena orang kepercayaan daddy sedang bergerak biasanya mereka kerjanya sangat cepat dan bisa diandalkan dan jangan lupa istirahat yang cukup" kata mbak Mona.


"mudah-mudahan aja mbak" jawab Helmi pelan.


"mbak ke bawah dulu ya" kata mbak Mona sambil membereskan bekas makan adiknya.


Mbak Mona keluar dari kamar Helmi sambil membawa nampan dan wadah kotor bekas makan adiknya, Helmi menutup pintu kamarnya setelah itu dia duduk di tepi tempat tidur dan mengecek ponselnya.


Helmi mencoba menghubungi istrinya tapi tidak tersambung, lalu dia membuka galeri ponselnya dia memandang dan membelai poto istri dan anak-anaknya satu persatu sambil menitikan air mata.


Helmi merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil mendekap poto keluarganya, dia memejamkan matanya mencoba untuk tidur tapi pikirannya melayang bersama mereka.


Jam tiga pagi dia masih belum bisa tidur walaupun matanya sudah terpejam, wajah istri dan anak-anaknya menari di pikirannya dia berusaha rilex dan akhirnya jam empat pagi baru dia terlelap.

__ADS_1


Jam delapan pagi Helmi sudah rapi dia turun menuruni anak tangga satu persatu, di bawah semua orang sedang berkumpul.


"ayo nak sarapan dulu, kami sudah duluan tadi" kata nyonya Sri.


Sambil memanggil pelayan untuk menyiapkan sarapan untuk anaknya, Helmi nurut kepada ibunya dia berjalan menuju meja makan.


"kamu mau ke kantor? Kalau kamu merasa tidak enak sebaiknya jangan pergi dulu ke kantor biar asisten pribadimu aja yang bekerja" kata tuan Hartono.


"tapi dad nanti jam sepuluh ada meeting pemegang saham, tidak bisa di wakilkan oleh orang lain jangan khawatir Helmi kuat ko" jawab Helmi sambil memulai makan sarapannya.


"ya udah kamu hati-hati di jalan jangan nyetir sendiri, biar supir pribadi yang membawa mobilmu kalau ada apa-apa telpon daddy" kata tuan Hartono beliau mencemaskan anaknya karena wajahnya agak pucat.


"iya dad" jawab Helmi.


Selesai sarapan Helmi berangkat ke kantor dengan sopir pribadinya.


***


Jam dua belas siang Helmi keluar dari ruangan meetingnya dia berjalan sangat gontai, walaupun meetingnya berjalan lancar tapi pikirannya fokus kepada istri dan anak-anaknya.


"hallo saudara iparku, bagaimana dengan istrimu sudah di temukan atau belum?" tuan Moo bicara mengejek.


"kalau belum kau mau apa?" jawab Helmi ketus.


"aku sangat prihatin sekali saudaraku, ternyata musuh kalian banyak juga. Sepertinya aku harus berterima kasih sama mereka hahaha" tuan Moo terus mengejek Helmi.


"diam kau kurang ajar" Helmi mencengkram kerah tuan Moo karena geram.


"oooo tenang dulu ya, ingat saya bisa menuntutmu kalau kamu kasar" kata tuan Mo sambil mendorong Helmi, setelah itu dia berjalan meninggalkan Helmi untuk menerima telpon yang terus berbunyi di sakunya.


Helmi memegang kepalanya yang berputar dia berusaha kuat dan melangkah, tapi baru aja tiga langkah dia sempoyongan mau ambruk. Asisten pribadinya bergerak cepat menangkap bossnya sebelum jatuh ternyata Helmi pingsan.


"tuan bertahanlah... pak satpam tolong bantu saya untuk membawa bos saya ke mobil" asisten pribadi Helmi dan satpam menggotong tuan Helmi ke mobil, setelah itu dia membawa bosnya ke rumah sakit.


Helmi di periksa dokter dengan teliti, dia hanya setres dan tertekan tidak ada penyakit yang serius.

__ADS_1


__ADS_2