
Helmi melapor polisi seketika itu juga lewat telpon dia meminta polisi jangan gegabah karena menyangkut nyawa calon istrinya juga sahabatnya, dia juga menelpon asisten pribadinya untuk siaga membantunya.
Helmi menjalankan mobilnya mengikuti mobil polisi, tapi polisi sengaja tidak menyalakan sirine supaya lawan tidak curiga dengan kedatangan mereka.
-
Tuan Hartono menelpon asisten pribadinya untuk mencabut laporan dan membebaskan Sintia, walaupun perdebatan agak alot tapi akhirnya Sintia di bebaskan juga.
Nyonya Jessi menyuruh anak buahnya melepaskan ikatan Ola dan Mila karena anaknya sudah bebas, tapi dia masih ngurung Ola dan Mila di ruangan itu.
Ola perlahan membuka matanya dia melihat sekelilingnya di ruangan itu hanya ada dirinya dan sahabatnya, perlahan Ola berdiri walau kepalanya masih agak pusing lalu menghampiri Mila yang belum sadar.
"Mil ayo bangun"
Ola berbisik di telinga sahabatnya tapi Mila tidak menjawab karena belum sadar, dia merogoh tas selempangnya dan ternyata ada kayu putih di dalamnya karena dia kemana-mana selalu membawa minyak kayu putih.
Roula mengoleskan kayu putih di bawah hidung Mila dan di pelipisnya dia juga menghirup kayu putih itu supaya tidak pusing, nunggu lima menit Mila mulai membuka matanya dan hendak berbicara tapi mulutnya di bekap Ola lalu dia berbisik kepada sahabatnya.
"Mil sepertinya kita di sekap nyonya itu setelah kita pingsan tadi jadi kita jangan mengeluarkan suara keras dulu, kita harus siap siaga dan hati-hati"
Mila mengangguk dia masih bingung dan kepalanya masih pusing, lalu Ola berbisik lagi.
"sepertinya di minuman dan di makanan tadi mereka mencampur obat bius jadi perlahan kita pusing dan pingsan setelah mengkonsumsinya"
Mila baru ngerti setelah di jelaskan temannya itu lalu dia berdiri karena di ajak Ola, Ola berjalan perlahan menuju jendela yang tertutup gorden perlahan dia menyibak gorden itu sedikit dan dia melihat keluar ternyata jendela itu menghadap taman belakang.
Ola berpikir bagaimana mereka bisa lolos dari kamar itu sedangkan jendelanya pakai teralis besi, sedangkan ponselnya terjatuh di sofa ruang keluarga nyonya Jesi.
Mila merogoh sakunya dan ternyata ponselnya ada, dia bernapas lega lalu menyerahkan ponsel itu kepada sahabatnya untuk menelpon Helmi calon suaminya.
Ola menghubungi Helmi memakai ponsel Mila dan untung saja dia langsung mengangkatnya.
"hallo mas ini aku Ola"
"iya sayang syukurlah kamu sudah sadar, sekarang kamu di mana?"
"aku dan Mila ada di ruangan kosong, tapi aku gak tau tempatnya di mana"
"sekarang kamu share lokasi sama mas cepat ya"
__ADS_1
"baik mas"
Ola mengirim lokasi dari WA, dan ternyata dia berada di rumah kosong di samping rumahnya nyonya Jessi.
Helmi memberi tau polisi bahwa korban berada di alamat itu, karena mobil sudah sampai di sana mereka langsung bergerak ke rumah kosong itu.
Rumah kosong itu di jaga beberapa orang tinggi besar kekar berpakaian hitam, polisi bergerak dari belakang ke samping kolam renang yang ada pintu keluar karena di sana penjagaannya hanya dua orang saja.
Dalam hitungan menit polisi membekuk dua orang itu dan masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan korban, tapi di depan pintu kamar korban juga ada dua orang berbadan tinggi besar dan serem mereka juga berduel dengan penjaga itu.
Polisi berhasil menumbangkan dua penjaga itu berkat kepiwaiannya bela diri tidak perlu mengeluarkan senjata dan kalah jumlah juga karena polisi yang masuk ada empat orang, salah seorang polisi merogoh saku penjaga itu untuk mencari kunci pintu kamar itu tapi mereka tidak menemukannya terpaksa mereka mendobrak pintu kamar itu.
Helmi memeluk calon istrinya dengan erat dia bernapas lega karena calon istrinya tidak kekurangan suatu apapun, perlahan mereka keluar dari pintu samping di ikuti Mila dari belakang dan di kawal polisi juga melindungi mereka takut ada serangan mendadak.
Dan benar saja penjaga dari luar tiba-tiba menghadang mereka dengan menembakan peluru ke atas dan membuat Ola dan Mila kaget, ola memeluk erat Helmi dan Mila memegang tangan sahabatnya mereka mematung tapi siaga.
"angkat tangan kalian semua dan berbalik arah kalau tidak, peluru ini akan bersarang di kepala kalian"
Semua mengangkat tangan dan berbalik badan mereka mematung penjaga itu mendekati mereka dan hendak merampas pistol polisi, tapi dari depan terdengar tembakan beruntun otomatis penjaga itu konsentrasinya buyar dan buru-buru di bekuk oleh keempat polisi itu.
Ternyata suara tembakan dari depan itu adalah polisi sedang baku hantam dengan penjaga itu, karena penjaga yang di depan semuanya membawa pistol.
Nyonya Jessi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dia menuju bandara bersama Sintia anaknya mereka mau melarikan diri ke luar negeri.
Nyonya Jessi dan Sintia berhasil kabur ke luar negeri karena dia sudah pesan tiket jauh-jauh hari dan sudah merencanakan semua itu, sehingga ketika sampai bandara dia langsung chek in dan tak lama pesawat take off dari bandara menuju LN.
"sayang malam ini kamu dan sahabatmu nginep di mansion aja dulu, nanti di lihat situasinya dulu dan mas akan menempatkan penjaga di butikmu"
"baik mas, tapi gaun pengantinku belum selesai"
"tenang saja nanti mas bawa ke mansion sekarang kita pulang dulu soalnya sudah tengah malam"
"iya mas, ayo Mil kita jalan"
"eh sayang kamu tidak usah bawa mobil baru aja siuman, ikut sama mas aja biar nanti mobil minta tolong pak polisi untuk mengantar ke mansion"
"baik mas, ayo"
"sebentar ya mas mau ngabari daddy dulu"
__ADS_1
Ola mengangguk sambil bergelayut di tangan Helmi, tangan satunya memegang tangan Mila sahabatnya.
Mereka berjalan menuju mobil Helmi, Ola duduk di depan dengan calon suaminya, Mila duduk di jok belakang setelah semuanya memakai sabuk pengaman Helmi perlahan melajukan mobilnya.
"sayang lain kali jangan mengantar pesanan ke rumah klayen minta ojol aja atau kurir lain, mas tidak mau kenapa-napa sama kamu"
"iya mas, Ola akan lebih hati-hati"
"bagus, pokonya siapapun yang minta diantar langsung olehmu jangan di sanggupi masih banyak alasan untuk menolaknya ok"
"ok mas, siap"
"dan kamu juga Mil jangan mau ya berbahaya, dan jika ada orang menanyakan tentang kelarga Ola jangan di kasih tau sedikitpun informasi pribadinya karena sangat berbahaya. Apalagi empat hari lagi kami akan menikah jangan membocorkan data pribadi ke siapapun"
"baik kak, saya janji rahasia kalian akan aman di tangan saya"
"bagus itu, kami percaya padamu"
"terima kasih kak, lalu siapa nyonya yang menyekap kami itu?"
"beliau nyonya Jessi ibunya Sintia, Sintia istrinya Aditia sekarang dan nyonya Jessi mertuanya Aditia, nyonya Jessi menyekap kalian dan mengancam daddy untuk melepaskan Sintia dari penjara kalau tidak mereka akan membunuh kalian. Makanya daddy sudah melepaskan Sintia dari penjara dan sekarang mereka kabur entah ke mana"
"oooh begitu rupanya rencana mereka benar-benar sudah matang ya, untung kita selamat ya Mil. Terima kasih mas kalian hebat"
"tidak gratis sayang nih cium dulu"
"ih kan lagi nyetir mas bahaya tau"
"sekilas aja sayang"
"iya nanti"
"woii ingat di mobil ini bukan hanya kalian berdua ya, masih ada gue huhh jadi jomlo ngenes amat yak gue"
"hahaha sorry Mil gue lupa ada lo di belakang"
"ya ilah, baru aja beberapa menit gue sudah di lupain, nasib-nasib"
"hahahaha.... Hahahaha"
__ADS_1
Ola dan Helmi tertawa geli mendengar Mila menggerutu di belakang.