
Roula menangis senggukan teringat dengan mimpinya yang seperti nyata seolah-olah orang tuanya ada di dunia ini, dia membayangkan orang tuanya dan oma opanya hadir di hari pernikahannya besok tapi itu hal yang tidak mungkin terjadi.
Setelah emosinya stabil dia turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, lalu dia mengisi bathtub dengan air dan aroma terapi dan dia naik ke bathtub lalu berendam untuk merilexan pikiran dan tubuhnya.
Tiga puluh menit kemudia Ola selesai mandinya dia memakai bathrobnya dan berjalan keluar dari kamar mandi, setelah itu dia masuk ruangan ganti baju, hari ini dia memakai kaos putih dan celana hotpant jeans biru dia juga pake sendal bulu warna putih.
Selesai mandi dan ganti baju dia meraih ponselnya dan dia menyalakannya karena semalam habis batre dan di cas sampai pagi karena lupa.
Pas ponselnya nyala banyak pesan yang masuk dia membuka pesan itu ternyata dari calon suaminya.
"maaf mas baru di nyalakan ponselnya"
"kirim poto dong sayang mas kangen"
Ola berjalan ke arah cermin besar lalu dia selfie di sana, selesai poto-poto lalu mengirimkannya ke calon suaminya.
"ini mas maaf ya agak kucel, aku belum pake bedak apa-apa ini"
"kata siapa kamu kucel sayang, kamu itu cantik alami mas suka seperti ini. Eh ini kenapa matanya agak bengkak, kamu habis nangis ya? Ada apa sayang? Kenapa kamu nangis?"
Helmi khawatir melihat kelopak mata Ola cindul yang yampak jelas di poto, dia takut terjadi apa-apa dengan calon istrinya.
"tidak apa-apa mas, aku hanya teringat dengan kedua orang tuaku. Semalam aku mimpiin mereka, itu seperti nyata banget mas seolah-olah mereka ada di dekat Ola"
"yang sabar ya sayang orang tuamu sudah tenang di surga, kamu jangan menangis lagi nanti matamu bengkak"
"iya mas"
"sayang hari ini mas tidak masuk kantor, kata mommy mas juga harus perawatan supaya kamu tambah cinta sama mas"
"gak perawatan aja aku sudah cinta banget sama kamu mas"
"ihh gemesin deh kalau dekat kamu habis sayang, i love you darling perempuan indahku muach"
"love you more muach"
Mereka bertukar chat dan poto seperti gak ada bosannya sampai lupa waktu mojok lewat ponsel sampai jari mereka pegal, nyonya Sri menghampiri anaknya karena orang yang akan melakukan perawatan buat Helmi sudah datang.
"ayo nak tuh mereka sudah nunggu di atas"
"bentar mom, tanggung lagi chat dengan ayangku"
__ADS_1
"hei besok juga kalian selalu bersama, ayo keburu siang banget"
"siap mom, ayo"
Helmi menyudahi chattingnya dengan Ola dia pamit kepada calon istrinya, dia mengikuti mommynya ke lantai tiga.
"mommy apa ada keluarga Ola yang ada di Jakarta?"
"ada anak pamannya tuan Kim dua orang dan cucu pamannya tiga"
"mereka tau gak tentang Ola?"
"dulu mereka tau waktu masih ada orang tua Ola tapi tidak tau sekarang soalnya mereka tidak pernah mencarinya, kalau pamannya tuan Kim dulu waktu masih hidup sempat mencurigai daddy dan mommy mereka beberapa kali mengirim orang untuk mencari tau keberadaan Ola mereka mengorek-ngorek informasi dari kami bahkan sempat mengancam karyawan kami tapi daddy tidak memberi celah bahkan daddy menutup akses tentang Roula demi keselamatan dirinya dan aset-asetnya"
"oh begitu, apa daddy dan mommy mengundang mereka ke pesta pernikahan kami?"
"ya kami mengundang mereka, karena perusahaan tuan Kim/orang tuanya Ola sekarang di pimpin sama mereka. Mau tidak mau kami mengundangnya karena rekan bisnis juga"
"apa tidak berbahaya mom?"
"resiko pasti ada tapi kami akan selalu melindungi menantu kami, bahkan daddy telah memesan pakaian dalam khusus anti peluru buat Ola karena takut mereka tiba-tiba mengetahui menantu kami yang sebenarnya karena wajahnya Ola sangat mirip dengan tuan Kim hanya bedanya persi perempuan saja"
"karena rekan bisnis kalau hanya mereka tidak di undang justru akan menimbulkan pertanyaan, kalau tidak di undang harus semuanya rekan bisnis daddy biar tidak ada yang curiga"
"duh bagaimana ini, coba pernikahan kami hanya keluarga inti saja yang menghadirinya seperti Aditia waktu itu mungkin resikonya akan kecil"
"mommy jadi ingat Aditia, apa kabarnya anak itu sekarang? Setiap mommy mau jenguk ke sel dia tidak mau menemui mommy, mommy jadi merasa bersalah sama Adit"
Nyonya Sri jadi berubah sendu walau bagaimanapun beliau sangat menyayangi Aditia, dia merindukan anak bungsunya yang di rawatnya dari batita.
"mommy jangan sedih, Aditia harus bertanggung jawab atas perbuatannya"
"tapi sayang, mommy kasian sama dia tiap malam tidurnya di lantai dingin dan mommy pernah minta penjaga potoin dia badannya kurus rambutnya gondrong dan brewokan mommy tidak tega kalau dia harus puluhan tahun di penjara baru setahun lebih aja sudah gak terurus"
Nyonya Sri Rahayu menitikan air matanya dia sedih teringat kondisi anak bungsunya, walaupun anak angkat yang jahat dan serakah tetap aja beliau tidak bisa membencinya.
"sudah-sudah mom daddy tau apa yang harus di lakukan, mungkin daddy merencanakan sesuatu biat Aditia. Jadi mommy tenang saja dan jangan sedih, besok kan hari bahagia aku"
Mommy mengangguk sambil menggenggam erat jari tangan anaknya, akhirnya mereka sampai di lantai tiga dan Helmi mulai perawatan tubuhnya.
-
__ADS_1
Selepas makan siang, nyonya Sri, bu Eem dan pak Anwar di antar sopir berangkat ke butik Ola, mereka di telpon Mila untuk datang ke sana untuk mencoba pakaian seragam pesta pernikahan Roula dan Helmi besok.
Tiga puluh menit berlalu mereka tiba di butik Ola dan di sambut Oleh Mila.
"ayo masuk nyonya, pak, bu"
"iya nak"
Mereka masuk ke dalam butik dan di suguhi air mineral botol oleh Mila.
"ini silahkan di minum nyonya, bu, pak"
"iya nanti nak kami belum haus, langsung aja nyobain bajunya nak" nyonya Sri menjawabnya.
"oh iya bentar nyonya"
Mila mengambil pakaian dari lemari dan menyerahkannya kepada nyonya Sri, bu Eem dan pak Anwar untuk di cobanya di kamar pas, mereka masuk ke kamar pas dan beberapa saat kemudian mereka keluar lagi dengan pakaian hasil karya Mila.
"bagaimana nak?"
"bagus, seperrinya tidak ada yang harus di rubah/di perbaiki ya, bagaimana di pakainya nyaman tidak?"
"nyaman banget nak, mommy suka sekali model kebayanya " kata nyonya Sri.
"iya punya ibu juga nyaman banget di pakainya" jawab bu Eem
"iyo ibu jadi lebih cantik dan lebih muda sekarang, bapak tambah cinta sama ibu" goda pak Anwar kepada istrinya
"hus malu di dengar nyonya dan nak Mila, dasar aki-aki tukang gombal" bu Eem malu-malu kucing.
"santai aja besan daddynya anak-anak juga suka begitu, malah parah banget gak tau tempat kalau merayu dan ngegombali istrinya hehehe" jawab nyonya Sri.
"gak apa-apa buk, Mila senang melihat kalian bahagia dan selalu bersama, aku jadi teringat orang tuaku"
"jangan sedih ndo anggap saja kami orang tuamu sekarang, karena Ola kami besok akan menikah dan kamu jadi anak bungsu kami" kata bu Eem yang di angguki nyonya Sri dan pak Anwar juga.
"terima kasih nyonya, bu, pak, aku jadi terharu hik" kata Mila.
Mila memeluk bu Eem dia menangis bahagia, kerinduannya kepada orang tuanya sedikit tergantikan dengan pengakuan nyonya Sri, bu Eem dan pak Anwar terhadap dirinya.
Selesai mencoba baju pesta, nyonya Sri, bu Eem dan pak Anwar kembali ke mansion tuan Hartono.
__ADS_1