
Roula siap-siap mau berangkat kuliah diantar suaminya, karena selama hamil muda dia gak boleh bawa mobil sendiri kemana-mana harus dengan suaminya.
Kehamilan trimester peetama kebanyakan orang mual dan muntah-muntah juga bau mencium aroma-aroma kuat, tapi Ola tidak dia hanya lebih manja ke suaminya.
Helmi menggandeng istrinya masuk mobil mereka berdua sangat romantis membuat iri orang-orang, dua puluh menit kemudian mereka sampai di parkiran kampus Ola.
"sayang nanti jam sepuluh mas mau meeting kemungkinan sampai jam duaan, kalau kuliahnya selesai duluan tunggu aja di kantin ya tempat meetingnya dekat dari sini ko" kata Helmi sambil mencium istriya.
"iya mas mau peluk duluuu" Ola memeluk suaminya dan membenamkan wajahnya di dada suaminya, gak tau kenapa semenjak hamil manja banget. Tapi Helmi senang istrinya lebih manja, dia juga suka sekali manjain istrinya.
"iya sayang lakukanlah sesukamu mas senang sekali ko, muach istriku tambah cantik dan sexy membuat mas tambah cinta" Helmi mencium pucuk kepala istrinya yang sedang menyusup di dadanya, setelah merasa cukup Ola pamitan untuk masuk kelasnya.
"hati-hati ya sayang, dan untuk anak daddy jangan rewel dengan mommymu ya biar mommy belajarnya tenang ok" Helmi mengelus dan mencium perut istrinya yang masih rata.
"baik daddy" Ola menirukan anak kecil membuar suaminya gemas.
Ola berjalan dan masuk ke dalam kelas Helmi pun mengendarai mobilnya ke tempat meeting, mereka melaksanakan kewajibannya masing-masing.
Helmi dan asisten pribadinya masuk ke ruang meeting yang sebentar lagi akan di mulai, di sana sudah berkumpul para pemimpin perusahaan dan para asisten pribadinya.
"tuan ini kartu yang anda pesan" Joni memberikan amplop besar kepada atasannya.
"ok Jon terima kasih" Helmi menerima amplop itu.
Ketika Helmi sedang berbincang dengan asisten pribadinya, dia di samperin pimpinan perusahaan lainnya.
"hallo apa kabar saudara iparku?" tuan Moo menghampiri Helmi dan mengulurkan tangan, Helmi pun menjabat tangan tuan Moo.
Deg... Jantung Helmi deg degan tapi dia berusaha menguasai dirinya supaya tidak tampak cemas di wajahnya, dia tersenyum menyambut tangan tuan Moo.
"hallo apa kabar tuan, saudara ipar dari mana ya?" Helmi pura-pura tidak tau.
"kenalkan saya Moo saudaranya Kim ayah dari Roula Kim istrimu" tuan Moo tersenyum kaku.
__ADS_1
"oh iya tuan Moo ya, tapi maaf kami tidak tau tentang anda dan saudara tuan" Helmi berusaha tenang menghadapi orang ini.
"jangan pura-pura tidak tau ya, saya sudah melakukan tes DNA dan hasilnya positif bahwa kami ada gen kekerabatan" tuan Moo tersenyum licik.
Untung meeting sudah mulai jadi menyelamatkan Helmi dari ketegangan ini, meeting mulai memperebutkan tender besar. Bahasan kali ini sangat alot karena semuanya menunjukan kemampuan terbaiknya dalam presentasi dan rencana-rencana besar mereka.
Hampir jam dua siang meetingpun sudah selesai dan yang memenangkan tender ini adalah perusahaan yang di pimpin oleh Helmi, semua mengucapkan selamat kepada Helmi karena kehebatannya semua orang mengacungkan jempol untuknya.
Helmi sangat senang sekali dia mendapatkan hadiah besar dari tuhan secara berturut-turut, kemarin mendengar kabar istrinya hamil sekarang mendapatkan tender besar dan membuat sahamnya naik pesat.
"puji tuhan ini benar-benar hadiah yang luar biasa"
Helmi sangat terharu dengan pencapaian ini dia buru-buru keluar dari ruangan meeting menuju parkiran dia takut istrinya menunggu lama, Helmi berjan dengan cepat di susul asisten pribadinya yang mengekor dari belakang.
"Joni saya menjemput istri saya dulu ya, kemungkinan nanti saya ridak balik ke kantor soalnya mau ngajak istri saya jalan-jalan"
"baik tuan hati-hati, saya lihat sikap tuan Moo sangan mencurigakan" Joni di kasih tau seseorang bahwa tuan Moo membicarakan bosnya dengan istri bosnya.
" siap Jon aku tau itu" Helmi masuk mobilnya dan Jonipun masuk mobilnya mereka beriringan keluar dari parkiran gedung itu.
"hoamm ngantuk banget mas?" Ola menguap karena ngantuk, dia hampir satu jam nunggu suaminya di kantin.
"ya udah kamu tidur aja sayang, maaf ya lama menunggu mas" Helmi mencium istrinya lalu memasangkan sabuk pengaman istrinya dan dirinya dia juga merubah jok mobilnya supaya posisi tidur istrinya nyaman.
Helmi menjalankan mobilnya pelan menuju mall hari ini dia mau memberikan hadiah kepada istrinya, tidak sampai lima menit berkendara Ola benar-benar tertidur pulas di mobil itu.
Helmi tersenyum melihat istrinya tertidur dia merapikan rambut istrinya yang menutupi sebagian pipi istrinya.
Tiga puluh menit kemudian Helmi sudah sampai di mall tapi dia tidak langsung keluar dari mobil, dia menunggu sampai istrinya terbangun.
Hampir tiga puluh menit Helmi menunggu istrinya terbangun, pada akhirnya Ola mengerjapkan matanya perlahan.
"di mana kita mas?" Ola melihat keluar nanyak mobil yang berjejer rapi.
__ADS_1
"ini di parkiran mall sayang" Helmi membetulkan jok yang diduduki istrinya.
"mau ngapain mas kita ke mall?" Ola bertanya kepada suaminya.
"jalan-jalan aja sayang, kamu mau apapun belilah ini buat kamu pinnya tanggal pernikahan kita" Helmi menyerahkan kartu tanpa batas buat istrinya.
"beli apa ya mas semuanya masih banyak, pakaian aku bikin sendiri, tas dan sepatu masih banyak di lemari yang belum ke pake" Ola bingung mau beli apa karena tas bermerk dan sepatu sebagai seserahan dari suaminya masih banyak yang belum terpakai.
"apa aja yuk lihat-lihat aja dulu, sambil makan siang mas laper" Helmi turun dari mobil dan membukakan pintu mobil buat istrinya, setelah itu dia menggandeng pinggang istrinua masuk ke dalam restauran di mall itu.
Setelah makan mereka berjalan pelan berkeliling melihat-lihat apa yang menarik, Helmi memasuki toko jam tangan bermerk ternama sambil menggandeng istrinya dia melihat-lihat koleksi jam di sana.
Pelayan menunjukan koleksi terbaru jam tangan couple di toko itu jam tanhan mewah yang ada berliannya dengan harga milyaran rupiah, mereka mencobanya Helmi dan Ola langsung menyukainya.
"sayang ini bagus banget, dan ini cantik banget di pake di tanganmu yang putih mulus"
"iya mas aku juga suka banget jam nya"
"ya udah ini aja mbak" Helmi membayar jam itu dengan kartu kreditnya.
"terima kasih tuan, nyonya, lain kali ke sini lagi kami selalu menyediakan koleksi terbaru dan terbaik" pelayan itu menyerahkan kembali kartu itu kepada Helmi. Helmi dan Ola mengangguk sambil tersenyum.
"bukannya kartu tadi buat belanja di mall, kenapa pake kartu mas Helmi?" Ola berbisik kepada suaminya.
"kartu itu buat kamu sayang, kalau pergi berdua dengan mas ya mas yang bayarin" Helmi tersenyum kepada istrinya.
Ola mengangguk mengerti tapi dia penasaran berapa saldo yang ada di blackcard dari suaminya.
"terima kasih mas, sudah banyak sekali hadiah yang di berikan suami gantengku. Lalu aku harus memberikan hadiah apa buat mas?" Ola mencium pipi suaminya tanda terima kasihnya.
"hadiah dari istri cantikku banyak juga, aku selalu puas dengan serpismu sayang dan ini di dalam sini hadiah yang tidak ternilai harganya buatku" Helmi bejongkok dan mencium perut istrinya yang masih rata.
Ola terharu menerima perlakuan manis dari suaminya dia membelai kepala suaminya sambil menitikan air mata bahagia.
__ADS_1
Mereka keluar dari toko itu dan langsung ke parkiran, mereka tidak berkeling lagi karena Ola sedang hamil muda Helmi takut istrinya kelelahan.