Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Liburan Ke Korea


__ADS_3

Roula sedang memeriksa laporan dari bawahan di ruang kerjanya, dia begitu fokus sehingga lupa makan siang.


Dia baru bangun setelah jam empat sore.


"akhirnya selesai juga huh" gumamnya.


Ola meregangkan tangan dan punggungnya karena sedikit pegal, lalu dia berdiri dan berjalan untuk mengambil air minum. Setelah itu dia masuk kamarnya dan langsung ke toilet karena kebelet, beberapa menit kemudian dia keluar dari toilet dengan perasaan lega.


Ola membuka kulkas di ruang kerjanya, dia mengambil apel, pir dan buah anggur karena dia merasa lapar. Lalu dia mencuci buah-buahan itu dengan air mineral lalu memakannya.


Selesai makan buah-buahan Ola merapikan meja kerjanya dan menutup laptopnya lalu di masukan ke tas, setelah itu dia kembali ke sofa sambil menunggu suaminya menjemput dia browsing-browsing di internet dia juga membuka aplikasi toko online dan melihat-lihat baju anak laki-laki dan perempuan.


"duh bajunya lucu-lucu sepertinya yang gambar robot cocok buat putraku dan ini gambar princes warna pink sepertinya cocok buat putriku" gumam Ola lalu dia memasukannya ke keranjang


Setelah beberapa setel pakaian santai dan baju tidur putra putrinya di masukan ke keranjang, lalu Ola membelinya dan langsung membayarnya. Mungkin besok belanjaannya baru sampai di mansion karena sekarang udah sore.


Ola memasukan lagi i pone nya ke dalam tas setelah belanja online dan ngirim pesan kepada suaminya, lalu dia merapika riasannya dan pakaiannya.


Sepuluh menit kemudian Helmi sampai di ruangan istrinya, dia membuka pintu ruangan istrinya setelah di suruh masuk oleh Ola.


"ayo sayang, sudah siap belum?" kata Helmi sambil mencium istrinya.


"sudah mas, ayo" jawab Ola sambil meraih tasnya, lalu bergelayut di lengan suaminya dan mereka keluar dari ruang kerja Ola.


Mereka masuk lift untuk turun ke lantai dasar, sampai di bawah mereka menuju mobil di parkiran lalu sopir membukakan pintu mobil untuk majikannya setelah semua siap sopir menjalankan mobil kembali ke mansion.


"mas besok aku bawa mobil sendiri aja ya? Kan sekarang sudah aman" kata Ola.


Walaupun hatinya senang tapi dia takut merepotkan suaminya setiap hari di antar jemput suaminya walaupun pakai sopir.


Dulu dia bebas kemana-mana menyetir mobil sendiri, tapi setelah identitas aslinya terbuka kemana-mana harus dengan suaminya dan pakai sopir juga pengawal.


"tapi sayang, mas takut ada apa-apa. setelah banyak kejadian yang mengancammu dan anak kita aku jadi trauma, kalau kita selalu bersama di perjalanan perasaan mas lebih tenang gitu" jawab Helmi sambil menggenggam tangan istrinya.


"kali aja mas repot selalu antar jemput aku, dan waktu mas banyak terbuang gara-gara antar jemput aku. Walaupun hatiku senang sebenarnya kalau selalu bersama suamiku" kata Ola sambil menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.


"aku merasa senang dan aku tidak kerepotan, jadi kamu jangan berpikiran macem-macem sayang" jawab Helmi sambil mencium pucuk kepala istrinya.


"terima kasih mas atas kasih sayang dan semuanya, aku merasa bahagia hidup bersamamu" kata Ola


"iya sayang, mas juga bahagia banget memilikimu" jawab Helmi.


Kriuk... Kriuk... Perut Ola berbunyi, Helmi menatap istrinya penuh selidik.


"kamu lapar sayang?" kata Helmi.


"hehe... Iya mas" jawab Ola malu dan bersembunyi di di dada suaminya.

__ADS_1


"kamu makan siang gak tadi?" kata Helmi.


"hehe... Lupa... Tapi tadi jam 4 makan buah-buahan ko" jawab Ola.


"ampun deh sayang, kamu itu harus jaga kesehatan dan jangan telat makan. Ayo kita mampir dulu ke restauran" kata Helmi.


"gak usah mas nanti aja makan di rumah, orang sepuluh menit lagi juga sampai" jawab Ola.


"jangan ngeyel sayang, makan malam di rumah biasanya siap jam 7, sekarang baru jam 5 lebih 20 menit. Pak sopir mampir ya di restauran depan" kata Helmi keukeuh dia tidak mau istrinya sakit seperti waktu itu gara-gara telat makan dan kecapean.


"iya tuan" jawab pak sopir.


Mobil Helmi masuk ke halaman restaurant lalu mereka turun dari sana.


"ayo sayang kita makan dulu" kata Helmi sambil menggandeng istrinya.


"iya mas" jawab Ola nurut.


"pak ayo kita makan dulu" kata Helmi dan Ola kepada sopirnya.


"terima kasih... saya masih kenyang tuan, nyonya... nanti aja makan malam, saya nunggu di mobil" jawab sopir.


"baiklah, kami makan dulu ya" kata Ola.


"iya nyonya silahkan" jawab sopir.


Ola memesan makanan paforitnya dalam porsi kecil karena nanti pada saat makan malam di mansion dia takut tergiur makanan lagi, untuk jaga-jaga aja jadi pesannya porsi kecil.


Helmi malah memesan menu yang sama dengan istrinya tapi dengan porsi besar padahal dia sudah makan siang tadi.


Setelah pesanannya di catat pelayan itu keluar dari ruangan itu, dan menyerahkan kepada koki untuk menyiapkan makanannya dan setelah makanan siap pelayan itu mengantarkannya ke ruangan Ola dan Helmi.


"lho ko mas makan punya aku" kata Ola, karena Helmi mengambil pesanannya dan memakannya.


"kamu makan yang itu aja sayang kan menunya sama" jawab Helmi sambil terus makan.


"sengaja ya mas?" kata Ola sambil senyum-senyum melihat kelakuan suaminya.


"kalau iya kenapa?" jawab Helmi membuat Ola gemas dan mencium suaminya.


Ola makan dengan lahap porsi besar itu di makannya sampai habis, selesai makan di restauran mereka kembali ke mansion.


Ketika malam hari sebelum mereka tidur, Ola dan Helmi menyempatkan diri dulu bermain bersama anak-anaknya.


"mom, ded, kata mis Indah mulai lusa kita libul sekolah dua minggu... Iya kan bang?" kata Dal Mi


"iya libul" jawab Daniel.

__ADS_1


"oh ya, kalian senang tidak?" kata Ola.


"senang mom, tapi kalau di sekolah lebih selu banak teman-teman" jawab Dal Mi.


"terus kalian mau liburan ke mana?" tanya Helmi.


"aku mau ke villa oma dan opa" jawab Daniel antusias.


"tapi mom aku mau ke Kolea, kata mis Indah di sana mau tulun salju kalena mis Indah mau libulan juga ke sana... Boleh ya mommy, deddy?" jawab Dalmi memohon kepada kedua orang tuanya sambil mengatupkan tangannya di depan wajahnya.


"abang mau ke villa perkebunan, adik mau ke Korea... gimana dong dad?" kata Ola.


"ok, kita liburan ke dua tempat ke villa perkebunan dan ke Korea bergantian. Ayo suiten siapa yang menang kita berangkat ke sana dulu" kata Helmi.


Daniel dan Dal Mi antusias lalu mereka melakukan permainan dengan menyebut gunting, kertas dan batu. Dan ternyata Dal Mi pemenangnya.


"yah abang kalah deh" kata Daniel lesu.


"gak apa-apa sayang nanti juga kita ke villa lagi.... Atau bagaimana kalau kita ajak aja opa dan oma liburan ke Korea... Kita ajak juga kak Ica dan uwa Mona, nenek juga kakek... bagaimana setuju gak?" kata Ola.


"iya mom setuju... Waw pasti selu mom, ya bang... soli ya aku yang menang" jawab Dal Mi


"ga apa-apa de, abang juga setuju mom" jawab Daniel semangat, tidak seperti tadi lesu.


"ok sekarang daddy akan menelpon oma dan opa, dan mommy akan menelpon nenek dan kakek dan juga uwak Mona" kata Helmi dan meraih ponselnya.


Setelah menelpon semuanya dan semua setuju, lalu Helmi memesan tiket untuk lusa ke Korea. Dan dia juga pesan tiket pesawat untuk besok pagi dari Jogja ke bandara Soetta untuk orang tuanya dan mertua angkatnya.


***


Sekarang waktunya mereka berangkat ke Korea semua orang sudah berkumpul di bandara, setelah chek in mereka masuk ke dalam pesawat karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.


Dan setelah waktunya tiba pesawatpun terbang di udara menuju Seoul Korea Selatan, dalam waktu 7 jam 20 menit akhirnya pesawat sampai di kota Seoul.


Mereka semua menuju hotel yang sudah di pesan untuk istirahat, rencananya besok baru jalan-jalan keliling tempat wisata yang bagus.


Keesokan harinya ketika Ola membuka pintu kamar hotel keluar balkon, ternyata balkonnya sudah di tutupi salju cukup tebal karena mungkin dari semalam turunnya soalnya waktu mereka datang kesana belum turun salju.


"wow indah banget semuanya nampak putih" kata Ola.


"ada apa sayang? sudah turun ya saljunya?" kata Helmi sambil menghampiri istrinya dan memeluknya erat karena dingin banget.


"iya mas, mungkin dari semalam turunnya, soalnya ini di balkon sudah tebal" jawab Ola.


"kuda-kudaan lagi yuk sayang, dingin dingin gini sambil melihat salju pasti menyenangkan" kata Helmi sambil mencium istrinya dan menulusuri yang lainnya, naik gunung dan turun ke lembah pada akhirnya Ola melenguh.


Merekapun berkeringat dalam cuaca minus sungguh menyenangkan kuda-kudaan di udara dingin seperti ini, membuat wajah Ola memerah menambah aura kecantikannya dan Helmi semakin menggila di buatnya.

__ADS_1


__ADS_2