Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Ibu Dan Bapak Sampai di Jakarta


__ADS_3

Ola, Helmi dan Mila sampai di mansion jam tiga pagi mereka langsung masuk, karena nyonya Sri dan tuan Hartono sedang di kamarnya jadi mereka langsung mau istirahat juga di kamar.


"sayang langsung istirahat aja ya di kamarmu, Mila di kamar tamu"


"iya mas terima kasih"


"iya kak terima kasih"


Mereka masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat, tapi Ola kembali ke kamar tamu untuk mengantarkan baju santai kepada Mila.


"ini Mil pake kaos gue aja buat istirahat"


"terima kasih La"


"sama-sama ayo tidur gak usah mikirin kerjaan dulu Mil, gue balik lagi ke kamar ya"


"iya La"


Ola keluar dari kamar tamu dan menuju ke kamarnya, setelah masuk kamar dia masuk kamar mandi untuk bersih-bersih dan ganti baju lalu naik ke tempat tidur untuk istirahat.


-


Jam sembilan pagi Ola bangun dan dia langsung menuju kamar mandi, dua puluh menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrob.


Ola sudah cantik dan keluar dari kamar di sambut dengan senyuman tampan dari calon suaminya.


"pagi menjelang siang sayang"


"hi mas pagi juga"


Helmi mengecup Ola dengan lembut setelah itu merangkul calon istrinya sambil berjalan ke meja makan.


"mas gak ke kantor?"


"mau sayang, cuma mas nungguin kamu bangun tadinya mau langsung masuk kamar kamu eh pintunya di kunci ya udah mas tunggu aja di luar"


"maaf ya aku bangun kesiangan"


"tidak apa-apa itu juga belum cukup jam tidurnya harusnya tujuh sampai delapan jam sehari"


"iya mas ini juga masih agak pusing dikit, gak tau efek dari kemarin"


"mungkin saja sayang, nanti gak usah ke butik dulu ya istirahat aja di sini sambil nungguin ibu dan bapak nanti sore sampai katanya"


"iya mas, bentar ya mas aku panggil Mila dulu"


"Mila sudah berangkat ke butik tiga puluh menit yang lalu diantar sopir sekalian ngambil gaun katanya dan hari ini dia mau membuat tuxedo untuk mas yang sudah kamu desain katanya"


"oh gitu ya, mommy dan daddy kemana kok gak kelihatan?"


"daddy sudah ke kantor menggantikan mas dulu dan mommy ada di kamar tadi abis sarapan masuk kamar lagi, tadi sempat bilang katanya jangan ganggu istirahat calon menantunya supaya nanti kuat dan fres di hari pernikahan"


Roula manggut manggut sambil tersenyum, dia mulai mengambilkan makanan untuk Helmi.


"yang banyak sayang, terus tambah lagi"


"tumben mas makannya banyak banget"


"untuk kita berdua sayang, mas mau nyuapin kamu ayo sini duduk"

__ADS_1


Helmi menarik tangan Ola pelan lalu dia mendudukan calon istrinya di pangkuannya terus dia memeluknya dengan erat.


"mari kita selalu begini untuk hari ini karena besok kita tidak boleh ketemu selama tiga hari, kata mommy kamu akan di pingit sayang mas bakalan kangen banget sama kamu"


"iya mas, lagian setelah tiga hari kita akan selalu bersama kan?"


"iya sayang, tapi tetep aja mas bakalan kangen banget selama tiga hari tidak boleh bertemu padahal kita tinggal dalam satu atap"


"iya mas, ayo mulai makannya"


Mereka makan suap-suapan romantis sekali sambil sesekali saling mengecup seperti dunia milik berdua, tidak terasa makanan yang di piring sudah habis di santapnya dan mereka pindah ke sofa ruang keluarga.


Helmi tidak mau jauh dengan Ola selalu bergandengan bahkan Ola dudukpun harus slalu di pangkuannya.


"katanya mau ke kantor mas?"


"mas berubah pikiran mau di sini terus sama kamu sayang"


"tapi kasian daddy"


"tidak apa-apa sayang, nanti juga setelah kita menikah daddy dan mommy balik lagi ke Jogja tinggal di perkebunan"


"iya sih mas"


Mereka pacaran untuk hari terakhir sebelum pingitan, nonton film berdua, makan berdua, ngobrol berdua tapi di dalam mansion tidak ke mana-mana.


"hi sayang"


"hi momny"


Ola berpelukan dengan nyonya Sri, beliau baru keluar setelah jam dua belas siang karena waktunya makan siang.


"iya mom seperti yang mommy lihat, Ola baik-baik aja"


"kamu tidak merasakan apa-apa sekarang?"


"tidak mom, tadi pagi masih kerasa agak pusing tapi setelah minum kopi sudah tidak lagi"


"syukurlah kalau begitu ayo kita makan siang, mommy laper nih tadi sarapannya cuma minum susu aja"


"masih kenyang mom tadi Ola makan banyak banget di suapin mas Helmi"


"oh ya udah, mommy makan siang dulu ya"


"iya mom"


Nyonya Sri beranjak dari sofa ruang keluarga ke meja makan beliau hendak makan siang, Helmi belum melepaskan pelukannya tangannya masih di perut Ola dan kepalanya mendusel leher Ola mereka duduk bersandar di sofa santai sambil selonjoran. Saking nyamannya dengan posiisi itu akhirnya mereka terlelap di sana.


Nyonya Sri selesai makan siang beliau menghampiri anaknya dan calon menantunya yang tertidur pulas sambil berpelukan, beliau mengambil selimut dan menyelimuti mereka berdua setelah itu mematikan layar tv super besarnya karema yang menontonnya sudah pada tidur.


"smoga hidup kalian selalu bahagia, selalu rukun dan di karuniai anak-anak yang cantik dan tampan seperti orang tuanya. Tuhan slalu memberkati kalian, amen"


Nyonya Sri beranjak dari ruang keluarga menuju dapur beliau meminta kepada artnya supaya tidak mengganngu mereka yang sedang tidur, setelah berpesan kepada artnya beliau masuk ke kamarnya lagi.


-


-


-

__ADS_1


Helmi tersenyum senang melihat calon istrinya masih terlelap dalam pelukannya, dia merasa bahagia jatuh cinta dengan sahabat kecilnya dan sekarang akan menjadi istrinya. Dia menyibak anak rambutnya yang menutupi muka Ola, lalu dia mengecup pipi dan keningnya bergantian.


Ola perlahan membuka matanya dia terusik dengan kecupan dan belaian dari calon suaminya, dia tersenyum senang ketika membuka matanya terlihat wajah tampan calon suaminya dia malah memejamkan matanya lagi dan membalas pelukan Helmi. Mereka berdua enggan bangun.


"sayang kamu sudah bangun ya"


"iya mas tapi begini aja dulu hmmm"


"iya sayang lakukanlah sesukamu"


"ini jam berapa mas?"


"jam tiga kurang seperempat sayang"


"lho sudah sore ternyata, aku harus mandi sekarang"


"sebentar lagi sayang mumpung belum ada yang gangguin, tiga jam lagi di sini pasti rame kita gak bisa pacaran"


Helmi mendusel-dusel kepalanya di leher Ola dia enggan melepaskan pacar cantiknya itu yang tiga hari lagi akan jadi istrinya, dia mempererat pelukannya sambil mengendus-endus.


Jam lima sore Ola masuk kamarnya mereka menyudahi pacaran di ruang keluarganya, sebelum mandi Ola menghubungi Mila supaya membawakan fayet-fayet dan perlengkapan menyulamnya untuk mempercantik gaun pengantinnya.


Setelah menghubungi Mila, Ola masuk ke kamar mandi lalu berendam di bathtub yang sudah di kasih wangi aroma terapi.


Tiga puluh menit kemudian Ola sudah keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti, sore ini dia memakai gaun santai warna maroon dengan riasan tipisnya.


Tok...tok...tok pintu kamar Ola di ketuk dari luar perlahan Ola menghampiri pintu kamarnua dan membukanya.


"wah bidadariku sudah cantik sekali, muachh"


Helmi mengecup Ola dengan lembut dia tidak mau melewatkan kesempatan berharganya itu, sebelum pingitan di mulai.


"sayang ibu dan bapak sudah sampai katanya, yuk kita temuin mereka di bawah"


"iya mas ayo"


Ola bergelatut manja di lengan Helmi, setelah Helmi menutup pintu kamar Ola mereka berjalan ke arah tangga dan mereka turun dari tangga bergandengan.


"apa kabar ibu dan bapak, Ola kangen"


"kabar kami baik nak, kami juga kangen kamu"


Ola memeluk bu Eem dan pak Anwar bergantian, setelah itu giliran Helmi yang menyalami mereka.


"selamat datang buk, pak... Bagaimana kabarnya?"


"kabar kami baik den"


"syukurlah, ingat ya tiga hari lagi kami akan menikah jadi jangan panggil den lagi ya"


"iya den, eeh nak, bapak suka lupa hehe..."


"iya ayo silahkan duduk dan silahkan di nikmati hidangannya, santai ya kalian pasti lelah setelah perjalanan jauh"


"baik nak"


Mereka berkumpul di ruang keluarga bersenda gurau dan bercerita sampai jam makan malam merekapun makan malam bersama sambil melanjutkan cerita apa aja.


Tuan Hartono dan nyonya Sri mengajak besannya makan malam bersama, Helmi dan Ola juga tak ketinggalan Mila juga yang tadi sore datang membawa gaun pengantin Ola.

__ADS_1


Jam sembilan malam mereka semua masuk kamar untuk istirahat kecuali calon pengantin yang akan di pingit mereka berdua masih pacaran sambil nonton bioskop di ruang audio sambil selonjoran di sofa santai, mereka ngobrol tentang masa depan dan sesekali di selingi dengan kecupan dan pelukan hangat untuk menyalurkan rasa cinta mereka dan jam dua belas malam mereka tidur berdua di sofa dengan posisi seperti tadi siang.


__ADS_2