
Helmi masih di rawat di rumah sakit karena tubuhnya masih lemah dia pun kurang darah, dia di rawat di ruangan viv
Pagi-pagi Helmi suda muntah-muntah dia terus bolak balik ke kamar mandi, badannya lemas sampai-sampai perawat menyarankan memakai kursi roda kalau mau ke kamar mandi.
Dokter memeriksa lagi Helmi dengan teliti, tapi tetap saja tidak menemukan penyakit serius.
"dok anak saya sakit apa sebenarnya?" tanya nyonya Sri khawatir.
"tidak ada yang perlu di khawatirkan nyonya, tuan Helmi hanya kurang darah dan stres" kata dokter itu.
Tiga hari kemudian Helmi sudah di perbolehkan pulang, walaupun mual dan muntah-muntahnya masih ada tapi dia keukeuh mau pulang.
Sampai di mansion, Helmi langsung di papah ke kamarnya dia lebih nyaman di kamarnya apalagi dia dekat dengan barang-barang milik istrinya.
Malam ini Helmi tidur sedikit nyenyak karena sambil memeluk pakaian istrinya, dan pas bangun pagi pun mualnya tidak terlalu hebat hanyq sedikit saja masih terasa.
Setelah sarapan Helmi dan tuan Hartono masuk ke ruang kerja karena tuan Hartono ada yang mau di sampaikan kepada Helmi.
"begini nak kemarin orang kepercayaan daddy menyerahkan ini, bukalah" kata tuan Hartono sambil memberikan flashdisk.
Helmi menerima flashdisk itu lalu membukanya di laptopnya, di sana ada video istrinya yang sedang di bandara dan anak-anaknya juga ada di video itu tapi lebih dulu datang ke bandara daripada istrinya.
Di video itu anak-anaknya di gendong dua orang yang berbadan kekar dan ada satu orang lagi membawakan barang anak-anaknya dan di kawal 4 orang laki-laki berbadan kekar di depan, samping dan belakang masing-masing satu orang pengawal. Dan istrinya pun di perlakukan sama dengan anaknya dalam video itu Ola di jaga ketat.
Mereka memperlakukan anak-anak dan istrinya dengan baik malah anaknya berceloteh membicarakan mommynya dan daddynya membuat Helmi menitikan air mata karena merindukan mereka.
Hanya video itu saja yang ada di flashdisk itu tidak ada yang lain dan tidak ada video lanjutan mereka akan membawa kemana istri dan anak-anaknya dan video itu di ambil dari cctv gedung perkantoran yang mengarah ke depqn bandara, karena semua cctv yang ada di bandara sudah di retas tidak ada jejak mereka satupun di dalam bandara.
"mereka membawa istri dan anak-anakku ke mana dad?" tanya Helmi kepada ayahnya.
"kata orang kepercayaan daddy kemungkinan mereka di bawa ke Amerika menggunakan jet pribadi, soalnya dua jam sebelum istri dan anakmu di bawa ke bandara ada jet pribadi dari Amerika masuk bandara tapi semua cctv setelah itu tidak ada karena sudah di hapus mereka. Sampai satu jam setelah istrimu masuk bandara semua cctv baru normal kembali" tuan Hartono menjelaskan panjang lebar.
"Helmi harus pergi ke Amerika dad, aku takut ada apa-apa dengan mereka" kata Helmi dia mencemaskan keluarga kecilnua.
__ADS_1
"jangan dulu, kita pantau dulu, takutnya tuan Moo mengetahui keberadaan mereka kalau kamu langsung pergi ke sana. Sebaiknya kita menyusun rencana dulu dengan orang kepercayaan daddy, kita jangan gegabah dalam bertindak" kata tuan Hartono.
"baiklah dad, aku mau berangkat dulu ke kantor" kata Helmi sambil membuka kunci pintu ruang kerja.
"kamu yakin mau pergi ke perusahaan dengan kondisi begitu?" tanya tuan Hartono.
"yakin dad, banyak yang harus aku tanda tangani. Tenang saja setelah selesai tanda tangan aku langsung pulang" jawab Helmi dan di angguki oleh ayahnya.
Helmi masuk kamarnya untuk mengambil baju istrinya dan di masukan ke dalam tas kerjanya, lalu dia keluar dari kamarnya dan menuruni tqnggq secara perlahan.
"kamu mau pergi ke kantor? Bukqnnya tubuhmu masih lemah nak" tanya nyonya Sri khawatir.
"iya mom, tidak apa-apa aku banyak yang harus di tandatangani" Helmi mencium kedua pipi ibunya setelah itu dia pamit kepada mertuanya yang sudah siap-siap sedang menarik koper keluar dari kamarnya.
"ibu dan bapak jadi sekarang pulang ke Jogjanya?" tanya Helmi kepada mertuanya.
"iya nak, kami pulang sekarang. Kalau ada kabar tentang istri dan anak-anakmu jangan lupa kabari kami" jawab pak Anwar.
"baik pak, hati-hati di jalan ya. Helmi berangkat ke kantor dulu ya" kata Helmi kepada mertua angkatnya.
Sopir menjalankan mobilnya keluar dari mansion menuju perusahaan milik Helmi, tiga puluh menit kemudian Helmi sampai di perusahaannya dia keluar dari mobil dan naik lift ke lantai atas sampai di atas dia masuk ke ruangannya.
Asisten pribadi Helmi masuk keruangan bosnya dia mengantarkan dokumen yang harus di tanda tangani bosnya, Helmi membaca satu persatu berkas itu dan langsung semua di tandatanganinya sampai selesai.
Asisten pribadi Helmi keluar dari ruangan bossnya dan masuk ke ruangannya, baru aja duduk pintu ruangannya sudah di ketuk yang ternyata oleh sekretarisnya.
"ada apa cepat sekali ngetuk pintunya seperti di kejar hantu" Jepri membuka pintunya sambil ngomel.
"itu ada tuan Moo marah-marah cepat cegat dia sebelum masuk paksa ruangan tuan Helmi" kata sekretaris itu sambil dan terus berbalik untuk kembali ke mejanya.
Jepri asisten pribadi tuan Helmi menghampiri tuan Moo yang sedang mengetuk pintu ruangan bossnya.
"permisi ada yang bisa saya bantu?" tanya Jefri kepada tuan Moo sambil menghalangi pintunya.
__ADS_1
"jangan halangi saya untuk bertemu bosmu, cepat menyingkir dari hadapan saya" kata tuan Moo sengit.
"anda jangan bikin keributan di perusahaan orang ya, saya tanya baik-baik ada keperluan apa kepada bos saya malah anda teriak-teriak seperti orang gila" kata Jefri tak kalah sengit.
"cepat buka pintunya saya mau bertemu bosmu" kata tuan Moo keukeuh.
Ceklek pintu di buka dari dalam, Helmi muncul di balik pintu.
"ada apa ini ribut-ribut di luar? Ganggu orang lagi kerja aja" kata Helmi sambil berdiri di abang pintu.
"saya perlu bicara sama kamu" kata tuan Moo dan mendesak masuk ruangan Helmi.
Jepri buru-buru mau mencegat tuan Moo, tapi Helmi memberi kode kepada Jepri untuk membiarkan tuan Moo masuk ruangannya.
Tuan Moo di persilahkan duduk di sofa oleh Helmi, dia juga ikut duduk dan juga asisten pribadinya.
"ada apa tuan Moo ingin sekali menemui saya? Bukannya kemarin mengejek saya di tempat meeting?" tanya Helmi menatap Moo dengan tajam.
"saya perlu tau tanda tangan asli Roula, berani-beraninya dia menandatangani dokumen saya dengan tanda tangan palsu" kata tuan Moo geram.
"memangnya istri saya menandatangani dokumen apa? Dan darimana anda tau bahwa itu tanda tangan palsu?" tanya Helmi heran
"dia menandatangani dokumen perusahaan, setelah di serahkan ke notaris katanya tanda tangannya palsu. Berani-beraninya dia menipu saya" tuan Moo marah.
"ha...ha...ha... Bukannya anda yang menipu istri saya, bahkan ayahmu telah membunuh orang tuanya dengan kejam padahal kalian bersaudara hanya ingin menguasai harta kekayaan mertua saya kalian tega melenyapkan nyawanya. Dasar kalian iblis bukan manusia" kata Helmi berapi-api.
"jangan kurang ngajar ya kamu, ingat saya lebih tua dari kamu" tuan Moo geram.
"kalau anda manusia pasti saya akan menghargainya, buat apa saya menghormati iblis yang tak berperasaan. Sekarang cepat anda keluar dari ruangan saya" Helmi berdiri dan membuka pintu ruangannya dan mengusir tuan Moo.
Jepri memaksa tuan Moo untuk segera keluar dari ruangan bossnya karena bosnya sudah waktunya istirahat makan siang.
"awas ya kalian, berani-beraninya mengusir saya" tuan Moo pergi sambil mengancam.
__ADS_1
"kami tidak takut dengan iblis seperti anda, jangan berani-berani ngancam kami" kata Jepri tegas.
Tuan Moo pergi dengan amarah yang menggebu di ikuti sekretarisnya mengekor di belakang.