Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Pesta Penyambutan Roula Kim


__ADS_3

Di hari pertama tuan Hwan dan Helmi membimbing Roula untuk memimpin perusahaan, tapi ternyata Ola sangat cerdas dia sangat mudah menguasai berbagai bidang sehingga mereka tenang melepas Ola menjalankan perusahannya sendiri.


Mungkin setelah ini mereka hanya memantau saja, dan akan mempercayakan sepenuhnya kepada Roula.


Selepas makan siang Helmi pamit kepada istrinya karena asisten pribadinya menelpon, dia harus datang ke perusahaannya karena akan ada tamu yang datang dari LN baru keluar dari bandara.


"sayang, mas ke perusahaan dulu ya katanya akan ada tamu dari LN" kata Helmi sambil mencium istrinya.


"iya mas, hati-hati" jawab Ola


"ok sayang, nanti pulang kerja mas ke sini lagi jemput kamu" kata Helmi


"iya mas" jawab Ola


"om, Helmi ke sana dulu titip istriku ya" kata Helmi kepada tuan Hwan yang sedang asik memainkan jarinya di atas keyboard laptopnya.


"iya, hati-hati" jawab tuan Hwan sambil melirik Helmi.


Helmi membuka pintu ruangan istrinya lalu dia melambaikan tangannya kepada istrinya, setelah itu dia menutup lagi pintu ruang kerja istrinya dan berjalan ke arah lif untuk turun ke lantai dasar.


Tiga puluh menit kemudian Helmi sampai di perusahaannya dan naik ke lantai atas menuju ruangannya.


"siapa tamunya" tanya Helmi kepada asisten pribadinya yang sudah menunggu di ruangannya.


"tuan Robert dari Amerika bos, beliau ingin menjalin kerja sama dengan kita" jawab Jefri.


"tumben tuan Robert mau bekerja sama dengan kita biasanya memandang negara kita sangat remeh" kata Helmi heran.


"mungkin sekarang beliau ingin melebarkan sayapnya di negara kita" jawab Jefri.


"hmmm kita lihat saja nanti maunya apa, aneh aja tiba-tiba datang" kata Helmi lalu di duduk di kursi kebesarannya.


Tidak lama setelah Helmi tiba di ruangannya, tuan Robert datang dengan sekretarisnya.


"silahkan masuk tuan, tuan Helmi dan asistennya sudah nunggu di dalam" kata sekretaris Helmi kepada tamu itu sambil mengetuk pintu ruangan bosnya lalu membukanya.


Tuan Robert dan sekretarisnya masuk ke ruangan Helmi, asisten Helmi menyambutnya.

__ADS_1


"selamat datang tuan Robert" kata Jepri kepada tamu itu.


Helmi melihat ke arah tamu yang datang dia tersenyum penuh misteri, lalu dia bangun dari kursinya dan menghampiri tuan Robert.


"apa kabar tuan? Ada angin apa gerangan anda menemui saya di perusahaan saya yang kecil ini" kata tuan Helmi sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan tuan Robert.


"baik dan sehat, jangan merendah tuan Helmi anda termasuk salah satu orang sukses di usia muda" jawab tuan Robert.


"hallo adik ipar" kata Helmi mungulurkan tangannya kepada sekretaris tuan Robert yang ternyata adalah Sintia istri Adit adik angkatnya.


"hallo kak" jawab Sintia mengurkan tangannya untuk menjabat tangan Helmi.


"silahkan duduk tuan" kata Jefri kepada tamunya


Tuan Robert dan Sintia duduk berdampingan di sofa tamu, Helmi juga duduk di samping Jefri berhadapa dengan tamunya.


Tuan Robert mengajukan kerja sama dengan perusahaan Helmi dengan meyakinkan Helmi kerja sama ini akan menguntungkan menurutnya, tapi Helmi tidak langsung menyetujuu kerja sama ini dengan alasan ingin mempelajarinya lebih dulu. Padahal emang dia tidak minat kerjasama dengan tuan Robert yang terkenal licin apalagi di dampingi sekretarisnya yang pernah berusaha membunuh istrinya.


"kalalu begitu saya pamit dulu tuan Helmi, di tunggu kabar baiknya" kata tuan Robert


"oh iya tuan silahkan, nanti saya kabari saya akan mempelajarinya dulu" jawab Helmi sambil tersenyum menjabat tangan tuan Robert dan juga Sintia. Akhirnya mereka berdua keluar dari ruangan Helmi.


"dia pikir saya tidak tau niat busuk Sintia, sekarang kita harus lebih waspada karena tuan Robert saja yan tegas dan otoriter bisa kena racun Sintia. Takutnya ada perusahaan lain yang termakan hasutannya" kata Helmi sambil berdiri lalu kembali ke meja kerjamya.


"iya tuan, saya tidak menyangka tuan Robert bisa mudah terpedaya oleh seorang perempuan" jawab Jefri.


"mungkin tuan Robert belum menyadari bagaimana liciknya Sintia" kata Helmi mereka melanjutkan pekerjaannnya sampai waktunya pulang dan Helmi langsung keperusahaan D'TWINS menjemput istrinya.


"sayang mau jalan-jalan dulu gak?" tanya Helmi sambil memasangkan sabuk pengaman untuknistrinya, sekarang mereka sudah di dalan mobil.


"enggak ah mas, aku sudah rindu dengan anak-anak" jawab Ola


"oh ya udah kita langsung pulang aja ke mansion pak sopir" kata Helmi kepada sopir di depan.


Lalu sopir itu menjalankan mobil menuju mansion.


***

__ADS_1


Tiga hari berlalu Roula telah memimpin perusahaannya, dia sudah memahami semuanya dengan baik.


"hallo Mil tolong antar gaun yang tempo hari aku pesan" kata Ola dia menelpon sahabatnya yang mengelola butiknya.


"siap bos, gue ke sana sekarang?" jawab Mila antusias, selain mau mengantar gaun untuk Ola dia juga sudah kangen dengan sahabatnya.


Ola menutup telponnya lalu dia masuk kamar mandi untuk mandi, Helmi ikut masuk ke kamar mandi dia tidak membuang kesempatan bersama istrinya walaupun waktunya singkat. Karena sekarang mereka sudah sama-sama sibuk, jadi dia gunakan kesempatan ini sebaik mungkin utuk menyalurkan dan menyatukan perasaan berdua.


Hampir satu jam mereka di kamar mandi, dan sekarang sudah bersih segar dan berseri.


"terima kasih sayang, sensasinya beda kalau langsung di gas hehehe" kata Helmi mencium telinga istrinya sambil berbisik.


"iya mas, aku suka gayamu gerak cepat tapi puas" jawab Ola pelan, mereka memakai bathrob keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ruang ganti.


Hari ini adalah hari pesta penyambutan Roula sebagai pemimpin perusahaan D'TWINS dan memperkenalkan kepada para pemegang saham dan rekan-rekan bisnis juga karyawannya.


Roula sudah cantik di makeover oleh MUA profesional, lalu dia memakai gaun hasil karyanya yang di buatkan sahabatnya lalu memakai sepatu hak tinggi.


Ola sangat cantik dan elegan dia persis seoerti model profesional, walaupun sudah punya anak tapi tubuhnya terjaga dengan baik dan sering perawatan juga.


"wow kamu semakin cantik sayang" kata Helmi menghampiri istrinya dia sudah memakai tuksedo serasi dengan gaun istrinya.


"terima kasih mas, istri siapa dulu dong" jawab Ola sambil mengedipkan matanya menggoda suaminya membuat Helmi gemas, kalau tidak ada MUA dan Mila pasti dia sudah membopong istrinya ke tempat tidur hehehe.


"mommy sepelti plinces ya bang" puji Dal Mi kepada kakaknya melihat ibunya turun dari tangga.


"anak mommy juga sudah cantik seperti princes kita kembaran, dan abang seperti pangeran kembaran dengan daddy" jawab Ola, anak-anaknya juga sudah siap berangkat.


"mommy cantik banet" kata Daniel sambil memegang jari tangan ibunya.


"terima kasih sayang" jawab Ola.


Mereka bergandengan tangan keluar dari mansion dan masuk mobil, tuan Hartono dan nyonya Sri juga berangkat ke pesta itu tapi beda mobil.


Kalau pak anwar dan bu Eem tidak ikut karena mereka tidak mau ikut, karena mereka tidak pde datang ke acara kaum milyader walaupun sudah di bujuk Ola tetap aja tidak mau kalau dia datang malah takut mempermalukan anaknya.


Pesta penyambutan berjalan dengan meriah dan lancar, Ola memberikan sambutan sebagai pemimpin perusahaan yang baru.

__ADS_1


Setelah selesai sambutan Ola di sambut tepuk tangan yang meriah, mereka memuji kecerdasan Ola dan kecantikan Ola.


__ADS_2