Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Helmi ke Amerika


__ADS_3

Pagi-pagi Helmi mual-mual dan muntah-muntah lagi, lalu dia mencium pakaian istrinya untuk menghilangkan mual itu karena sudah tiga hari dia mencium baju istrinya membuat mualnya berkurang bahkan hilang kalau selalu dekat pakaian atau barang-barang istrinya. Aneh memang hanya karena lupa tidak memeluk barang istrinya waktu tidur, pas bangun langsung mual-mual dan muntah-muntah apa seberat itu rindunya kepada istrinya.


Helmi keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ruang ganti, dia langsung membuka lemari istrinya dan memeluk dan mencium pakaian istrinya dan otomatis mualnya hilang.


"kamu di mana sayang, aku kangen banget" gumam Helmi sudah seminggu istri dan anaknya jauh darinya dan hilang kontak darinya.


Helmi memakai kaos istrinya supaya tidak mual-mual saat kerja, baru dia memakai kemeja kerjanya di padukan dengan stelan jasnya.


Setelah rapi dia masuk ruang kerjanya dan mengambil tas kerja, setelah itu dia turun ke lantai bawah untuk sarapan.


"ayo sarapan yang banyak nak, ini makanan kesukaanmu" kata nyonya Sri kepada anaknya sambil menuangkan makanan kesukaan ke piring Helmi.


"baik mom, terima kasih" jawab Helmi sambil mulai makan.


"dad besok aku mau berangkat ke Canada, aku mau mencari tau mereka ke tempat asal mommy Merlyn" kata Helmi ketika selesai makan.


"baiklah, pergilah ke sana mudah-mudahan anak dan istrimu ada di sana. Tapi ingat pergilah tanpa memberi tahu siapapun kecuali asistenmu, jangan sampai tuan Moo tau" jawab tuan Hartono.


"iya dad, maaf ya mom, dad, Helmi selalu merepotkan kalian. Seharusnya kalian hidup tenang di villa perkebunan" kata Helmi merasa bersalah kepada orang tuanya.


"tidak apa-apa selama kami sehat dan masih kuat, kami akan selalu ada untuk anak-anak, menantu dan cucu-cucu kami, iya kan mom?" kata tuan Hartono


"iya dad, kami akan selalu ada untuk kalian, kita akan berjuang bersama-sama" jawab mommy Sri.


"terima kasih mom, dad. Smoga mommy dan daddy sehat selalu dan berumur panjang" kata Helmi sambil memeluk orang tuanya bergantian.

__ADS_1


Helmi pamitan dengan orang tuanya untuk berangkat ke kantor, lalu dia keluar mansion dan masuk mobilnya setelah memasang sabuk pengaman lalu memerintahkan sopirnya menjalankan mobilnya.


Tiga puluh menit kemudian Helmi sampai di kantornya, dia langsung naik lift ke lantai atas untuk menuju ruangannya.


Helmi bekerja dengan serius tanpa mual dan muntah karena baju istrinya melekat di tubuhnya, dia bekerja tenang tanpa gangguan.


Jam tujuh malam Helmi sudah kembali ke mansion dia langsung mandi dan makan malam bersama orang tuanya.


"jam berapa besok jadwal peneebangannya?" tanya nyonya Sri kepada anaknya.


"jam tujuh malam mom, jadi besok Helmi kerja dulu pulangnya langsung ke bandara" jawab Helmi.


"biar Jepri aja yang mengantarmu ke bandara" kata tuan Hartono.


"iya dad" jawab Helmi.


***


Di belahan bumi lainnya Roula dan kedua anaknya sedang bersiap-siap, karena hari ini mereka akan di kenalkan dwngan keluarga besarnya supaya mereka menjaga Roula dan anak-anaknya dari tuan Moo dan kelompoknya.


Roula tinggal di mansion kakek neneknya yang lebih megah dan lebih besar dari mansion mertuanya, di sini Roula di perlakukan bak putri raja yang sudah lama hilang. Semua di layani dengan baik, pakaian dan perhiasan sudah di sediakan dengan merk terkenal dan ponsel Ola sudah di belikan model terbaru juga nomernya baru juga karena ponselnya yang dari Indonesia tidak boleh di nyalakan dulu oleh pamannya sebelum semuanya aman.


"sayang ayo kita keluar, mereka semua sudah menunggu kita" kata Roula kepada anak-anaknya, mereka sekarang berada di mansion orang tua nyonya Merlyn yang didiami oleh adiknya nyonya Merlyn.


"mom Dal Mi kangen daddy, kapan daddy datang ke sini?" kata anak perempuan Ola merengek kepada ibunya.

__ADS_1


"sabar ya sayang, nanti pada saatnya kita akan bertemu daddy. Sekarang kita bertiga harus jauh dulu dengan daddy, karena daddy sedang sibuk bekerja" kata Roula mengelus dan mencium pucuk kepala anaknya.


"Daniel juga kangen daddy mom, aku mau main lobot-lobotan belsama daddy" Daniel ikut melow teringat dengan ayahnya.


Roula menenangkan ke dua anaknya setelah itu dia menuntun anaknya keluar dari kamar, dan mereka di sambut baik oleh keluarga besar dari ibunya.


Roula dan anak-anaknya di kenalkan dengan keluarganya satu persatu, walaupun keluarganya berbicara bahasa inggris tapi mereka mengerti karena semenjak anaknya bisa bicara Helmi sering berbicara memakai bahasa inggris dengan mereka mengingat keluarga istrinya dari luar negeri dan dirinya sering bepergian ke luar negeri jadi anak-anak sudah terbiasa berbahasa inggris bahkan si kecil sudah fasih berbahasa inggris.


Mereka menyambut haru kedatangan Roula karena mengingatkan kepada Merlyn ibunya Roula yang meninggal dalam usia muda, mereka berjanji akan menjaga Roula dan anak-anaknya dengan baik. Bahkan mereka menawarkan Daniel dan Dal Mi sekolah di sana.


Selesai pesta penyambutan Roula dan anaknya mereka berkumpul di ruang keluarga, dan untuk mengisi ke kosongan selama di sana Roula di ajak pamannya bekerja bareng di perusahaan keluarga. Tapi untuk sementara Roula hanya mengurus anak-anaknya dulu mengingat pengasuhnya masih baru jadi anak-anak belum terbiasa dan belum mengenalnya dengan baik.


Saat mereka berkumpul di ruang keluarga ponsel tuan Andrew berbunyi, beliau berjalan ke arah taman untuk menerima telpon rahasia.


"hallo Bob ada apa?" tanya tuan Andrew kepada asisten pribadinya.


"hallo tuan, suami nyonya Roula memasuki pesawat beliau akan menuju ke Amerika, dan ada penumpang lain orang kepercayaan tuan Moo di pesawat itu tapi tidak di ketahui oleh tuan Helmi" kata Bob memberi laporan.


"baiklah pantau terus mereka, setelah sampai di sini beritahu suami ponakan saya ada yang mengikutinya dan saat itu kalian amankan orangnya tuan Moo dan bawa ke markas kita" jawab tuan Andrew


"baik tuan, saya akan laksanakan" kata Bob


Setelah menerima telpon tuan Andrew mengirim pesan kepada Roula karena kalau bicara langsung situasinya kurang pas, setelah itu beliau bergabung lagi dengan keluarganya yang masih berkumpul.


Selesai makan malam Roula mengajak anak-anaknya gosok gigi dan ganti pakaian, lalu mereka naik ke tempat tidur dan Roula bercerita seperti biasa sebelum anak-anaknya tidur.

__ADS_1


Setelah anaknya tidur Roula keluar dari kamar anaknya dan masuk ke kamarnya, lalu dia membuka ponsel dan membaca pesan dari pamannya.


"mas Helmi besok kamu akan sampai di sini, kami sangat merindukanmu mas kapan kita berkumpul kembali hik hik hik" Roula nangis sendiri sambil mengelus perutnya dia ingin di manjakan oleh suaminya.


__ADS_2