
Hari ini semua orang sudah berangkat ke tempat kerjanya masing-masing, dan pak Anwar dan bu Eem berangkat ke stasiun kereta api untuk pulang ke Jogja.
Roula mulai sibuk merancang busana dan sekaligus menjahitnya di bantu Mila sahabatnya, mereka sangat tekun membuat pakaian pesanan juga membuat pakaian untuk di pajang di etalase.
"La menikah itu asik ga?" Mila bertanya kepada sahabatnya, dia kepo melihat temannya yang ceria tapi seperti kirang tidur.
"asik banget dan bahagia banget Mil, tapi kalau sama orang yang saling mencintai ya. Kalau tidak ya biasa aja seperti tidak menikah"
"hmmm gitu ya, gue penasaran bagaimana kalau menikah dengan orang yang kita cintai?" Tanya Mila.
"pokonya bahagia banget, kita di perlakukan seperti ratu Mil, mudah-mudahan lo cepat dapat jodoh lelaki yang mencintai kamu dan menerima kamu apa adanya" jawab Ola sambil membayangkan perlakuan Helmi terhadapnya.
"amin La, gue jadi pingin nikah" Mila penasaran dengan pernikahan, dia juga usianya sudah matang untuk menikah karena sudah hampir 26 tahun.
Mereka ngobrol sambil bekerja, tidak terasa waktu sudah jam satu siang.
Ola meregangkan tangannya dan pinggangnya sambil menguap, dia mulai agak pegal dan mengantuk karena semalam begadang sampai jam dua pagi.
"La kamu istirahat aja sana, nanti salah ngerjainnya kalau ngantuk gitu" Mila mengerti melihat sahabarnya nahan kantuk.
"gue naik dulu ya Mil, gak kuat nih ngantuk" jawab Ola.
"iya istirahat aja sono, tenang kamar lo bersih ko seprenya juga bersih tadi pagi gue ganti" kata Mila.
"thanks ya bestie lo baik banget" Ola bicara sambil meraih tasnya dan dia berjalan ke arah tangga.
"sama-sama bestie, buat lo apa yang enggak La" kata Mila.
Roula mengangkat jempolnya sambil menaiki tangga sampai di lantai dua dia langsung menuju kamarnya, sampai di kamar dia masuk toilet setelah itu ganti baju tidur tipis karena tengah hari. Ola naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di sana dan dia langsung terlelap tidur.
Jam empat sore Helmi masuk ke butik Ola karena dia cemas pesannya gak di balas-balas istrinya, telponnya juga tidak di angkat-angkat makanya dia langsung nyamperin istrinya.
"hi Mil, dimana istriku" Helmi bertanya kepada Mila karena dia tidak melihat istrinya di meja kerjanya.
"hi kak, dia diatas sedang tidur langsung naik aja kak" jawab Mila
"oh ya, terima kasih Mil"
Helmi langsung naik ke atas dan langsung masuk kamar istrinya yang kebetulan tidak di kunci dia menutup pintu kamar itu lalu menguncinya, setelah itu dia menghampiri istrinya yang sedang terlelap tidur.
"kamu lelap banget sayang karena semalam kurang tidur, mas juga jadi ngantuk" Helmi mengecup dahi istrinya da membelai kepala istrinya yang sedang terlelap.
Helmi membuka pakaian kerjanya dan menggantungnya dia hanya memakai singlet dan kolor aja, dia masuk dulu ke toilet setelah kembali dia naik ke tempat tidur dan berbaring sambil memeluk istrinya.
Tidak lama setelah Helmi naik, Ola terbangun karena merasa ada pergerakan dia membuka matanya dan langsung terlihat suaminya yang sedang tersenyum di atasnya.
__ADS_1
"sore sayang maaf ya mas ganggu tidurmu, tadinya mau ikut tidur tapi ini dulu ya" Helmi tersenyum kepada istrinya yang mengerjapkan matanya, Ola tampak sangat cantik alami kalau bangun tidur.
Satu jam berlalu mereka bangun dan mandi, setelah selesai mereka pamitan kepada Mila untuk kembali ke mansion.
Helmi memasuki restaurant untuk makan malam sekaligus makan siang yang terlewat bagi Ola karena dia tidak makan siang, setelah memarkirkan mobilnya dia turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Ola dan Helmi bergandengan tangan masuk restaurant yang dulu tempat romantis mereka saat melamar, Helmi menggandeng pinggang istrinya dan masuk ke ruangan vip.
Ola makan sangat lahap sekali, bahkan steaknya pesan lagi dia benar-benar lapar membuat suaminya tersenyum.
"ayo sayang makan yang banyak biar nanti malam kuat hmmm" Helmi menggoda istrinya sambil mengedipkan matanya.
"siapa takut mas, kita coba gaya apa nanti hehehe"
Ola membalas kedipan suaminya dan menggodanya juga membuat Helmi gemas dan mencium istrinya, Ola juga membalas ciuman suaminya yang membuat mereka terlena.
Selesai makan mereka melanjutkan perjalanannya menuju mansion.
***
"kalian tidak becus ya, ngambil darah sedikit aja seharian belum dapat" orang itu menggebrak meja dan menampar anak buahnya.
"sulit sekali bos bodyguardnya banyak dan selalu mengikuti kemana mereka pergi, kita kalah jumlah bos"
"tapi bos kalau kami selalu berpakaian begini sebelum mendekat malah mereka duluan nyerang kami"
"makanya jangan gob**k jadi orang kan bisa nyamar...." orang itu berbisik kepada anak buahnya dan di angguki mereka.
"ok akan kami lakukan"
Mereka membubarkan diri dan mempersiapkan rencana selanjutnya.
Keesokan harinya Ola sudah masuk lagi kuliah, hari ini benar-benar dia sibuk sekali menjalankan perannya sebagai seorang istri, mengelola butik dan mencari ilmu di universitas. Tapi dia menjalankan semuanya dengan suka cita dan penuh semangat tanpa mengeluh, apalagi di suport suaminya membuat Ola tambah semangat.
***
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu Ola dan Helmi sudah seminggu menjadi suami istri, mereka semakin dekat dan semakin bahagia setiap harinya karena hidupnya saling melengkapi dan saling membutuhkan, mereka bergantung satu sama lain.
Hari ini hari senin, pagi-pagi Ola di antarkan suaminya ke butik karena jadwal kuliahnya jam sebelas siang jadi dia bisa bekerja dulu di butik, sebelum mereka sampai di butik, Helmi mampir dulu ke toko bunga untuk membeli bunga buat istri tercintanya.
Helmi membeli seikat besar bunga mawar merah kesukaan istrinya membuat Ola tambah bahagia dan berbunga-bunga, setiap hari ada aja kejutan manis dari suaminya.
"terima kasih my hubby, love you muach" Ola mencium suaminya dengan mesra sebagai tanda terima kasihnya.
"sama-sama my lovely, i love you more" Helmi membalas ciuman istrinya.
__ADS_1
Helmi menjalankan mobilnya perlahan dia keluar dari toko bunga menuju jalan raya, setelah dua puluh menit mereka sampai di butik Ola.
"sayang mas tidak mampir dulu ya takut telat, hati-hati ya bye sayang muach"
"bye hubby hati-hati juga di jalan muach"
Ola turun dari mobil suaminya lalu dia melambaikan tangannya dan di balas oleh Helmi, Ola masuk ke butiknya setelah suaminya pergi ke kantornya.
Ola sudah di tunggu oleh seorang klayen yang meminta dia langsung yang menanganinya, padahal ada Mila stanbay di sana tapi gak mau.
"pagi La, ini ada klayen yang ingin berhadapan langsung denganmu" Mila memberitahu Ola dan dia kembali mengerjakan tugasnya.
"pagi Mil, pagi tuan ada yang bisa saya bantu?" Ola menyapa tamunya dan duduk di meja kerjanya.
"pagi nona, saya mau pesan setelan jas untuk minggu depan bisa gak?"
"berapa setel tuan?"
"tiga stel aja dengan warna berbeda"
"bisa tuan, silahkan di lihat gambarnya mau model yang mana?"
Ola menyodorkan majalah desain jas buatannya kepada tamunya, dan dia mengambil kertas dan pensil dari laci buat menggambar pesanan orang itu.
Setelah memilih-milih desain akhirnya orang itu menunjuk pilihannya dan di tandai oleh Ola, lalu orang itu membayar setengah harga dulu sisanya setelah jadi katanya.
Saat sedang berbincang dan ola sedang mengukur ukuran badan tuan itu, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu masuk ke butik Ola. Ibu itu menyapa Mila dan mengajak ngobrol Mila.
"awww ssshhh" Ola meringis ketika tuan itu menjabat tangannya, jari Ola mengeluarkan darah kental.
"maaf nona saya tidak sengaja, ini ada jarum dari mana coba" orang itu mengambil sesuatu dari sakunya lalu memasukan jari Ola ke sana, setelah itu dia menariknya kembali dan mengambil tisu lalu mengelap sisa darah di jari Ola.
Mila tidak tau jari sahabatnya di tusuk jarum tuan itu, karena sedang melayani klayen seorang ibu-ibu muda yang membeli pakaian yang sudah jadi.
Setelah pamit tuan itu ke luar dari butik Ola tidak lama kemudian ibu muda itupun pamit setelah membayar pakaiannya.
"kenapa jarimu La?" Mila bertanya melihat sahabatnya meniup jarinya.
"gak tau ini Mil, tiba-tiba ketusuk jarum saat berjabat tangan dengan orang yang tadi pesan jas" Ola menjawab sambil terus meniup jarinya.
"ko bisa sih La, jarum darimana? Kita kan tidak menaruh jarum sembarangan" Mila heran padahal jarum di simpan di kotak yang aman.
"gak tau Mil, gue juga heran tiba-tina ketusuk jarum dan jarumnya itu sudah di pegang orang tadi tapi seperti jarum buat ngambil darah saat kita tes golongan darah Mil, dan paling heran tangan gue di masukan orang itu ke dalam peules kecil. Ko gue baru ngeh ya Mil jangan-jangan orang tadi"
Ola tiba-tiba ketakutan dan langsung menelpon suaminya, memberi tahu kejadian barusan.
__ADS_1