
Wanita itu menatap nanar ke arah makanan yang sudah ditata rapih di atas meja.Dia melirik ke arah jam di dinding rumah yang kini sudah menunjukkan tepat jam dua belas malam.Namun siluet sang suami belum juga kelihatan di rumah mewah mereka.
Dia mendesah pasrah.Ada keluhan yang berat terhembus dari rongga paru-parunya.Sejenak,dia merasa sesak di dalam dadanya.Dia meratapi nasib pernikahannya yang semakin kacau.
Tiga tahun pernikahannya telah berjalan tanpa kehendak sang suami.Dia tahu pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan diantara wanita ke wanita yang lainnya.Kesepakatan yang memiliki karduluarsa.Kesepakatan yang berlaku hanya dalam tempoh tiga tahun.Kesepakatan itu hanyalah transaksi diantara dia dengan ibu sang suami secara rahasia.
Kesepakatan itu adalah melahirkan penerus bagi keluarga kaya itu.Setelah itu dia bebas melakukan apa yang dia mahu.Terserah pada dirinya untuk pergi mahupun terus bertahan.Namun hal itu haruslah dilakukan dalam tempoh tiga tahun.
Biarlah orang mengatakan dirinya dungu dan tamak.Hakikatnya memanglah dia seperti itu.Lalu apa yang menyebabkan dia sanggup menerima kesepakatan itu meskipun harus menerima apa-apa konsekuensi dari keputusannya nanti?Inilah yang berlaku.
Namanya Quentesa Albrich Smith.Terlahir dari keluarga yang berkecukupan dan boleh dikatakan hidup mewah.Apa yang dia mahukan akan sentiasa dipenuhi oleh ayah serta ibunya.Dialah anak mas didalam keluarganya satu-satunya kerna dia tidak memiliki saudara lain.
Lalu bagaimana dia bisa menerima kesepakatan ini sedangkan dirinya memiliki segala kekayaan hakiki?
__ADS_1
Tiga tahun lalu, perusahaan milik ayahnya telah dituduh melakukan korupsi.Ayahnya dipenjarakan.Segala aset miliknya disita oleh pihak berwajib.Mereka diistiharkan bangkrut.Lalu ayahnya meninggal kerna shock setelah menerima khabar buruk tersebut.Ayahnya meninggal sebelum khasus korupsi tersebut diselesaikan.Ayahnya meninggal dalam keadaan tidak terbela.
Sebulan kemudian,ibunya juga menyusul sang ayah.Ibunya mengalami depresi berat lalu membunuh diri dengan meminum obat tidur secara berlebihan.Kini tinggallah dia sendiri sebatang kara.
Dengan berbekalkan uang yang tersisa,dia berkelana jauh dari tempat kelahirannya.Mencoba untuk melupakan apa yang sudah menimpa dirinya serta keluarganya.Mencari pengalaman untuk bertahan hidup agar dia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih naik dengan pendidikan yang dia miliki.
Dan disinilah dia,menjadi nyonya dari keluarga terkaya di negeri ini dengan kesepakatan.Kesepakatan yang menguntungkan sebelah pihak.Yang pasti bukanlah dia yang paling untung.
"Nyonya?Apa kita masih mahu tunggu kepulangan Tuan muda? Sekarang sudah lewat jam dua belas tengah malam."Kata Paul selaku ketua art di kediaman mewah tersebut.
"Dan berikan akta cerai ini kepada tuan muda.Mulai dari sekarang dia bebas melakukan apa-apa saja.Berikan map ini kepada tuan muda jika dia sudah pulang nanti."
Quen menjeda percakapannya.Dia menggigit bibir dalamnya dengan perasaan yang gamang.Kini,hari yang sama dimana tarikh ulangtahun pernikahan mereka ke tiga,dia harus pergi seperti kesepakatan dia dengan nyonya besar Aldeberght.Pergi dengan hati yang amat terluka.Tiga tahun dia melayari bahtera tanpa pernah dianggap oleh suaminya.Salah dirinya kerna menjadi orang ketiga diantara suami dan kekasih pria itu.
__ADS_1
Lebih baik dia pergi,daripada harus menyimpan rasa luka dihati yang semakin dalam tanpa dianggap sedikit pun oleh pria itu.
Quen bangkit dari tempat duduknya dan melangkah dengan gontai menuju tangga lantai atas.Tamatlah sudah hubungan dia dengan suami.Somoga inilah yang pria itu mahukan.Kepergian dirinya yang tidak pernah disukai di rumah mewah ini.
"Nyonya?"Sapa Paul yang samar-samar ditelinganya.
"Jika tuan tidak kembali besok.Serahin saja map itu ke kantornya.Semua yang tuan perlukan ada didalam sana.Dan butler Paul,terima kasih kerana sudah melayani saya selama tiga tahun ini."Ucapannya lirih tanpa membalikkan badannya menghadap Paul.
Ada bulir yang jernih mengalir dari pelupuk matanya.Rasa yang amat sakit sekali yang harus dia tempuhi sekali lagi sehingga tubuhnya gemetaran menahan isak tangis.
"Terima kasih kerna sudah menjadi sosok ayah bagi Quen."Bisiknya di dalam hati.
Langkahnya terus maju sehingga berhenti di hadapan pintu kamar berwarna coklat gelap.Dia menghela napas panjang sebelum memasuki kamar tidur yang dia tempati selama tiga tahun terakhir ini.
__ADS_1
Dia masuk ke dalam kamar,lalu memberesi semua keperluannya.Keperluan yang dia hanya butuhkan untuk pemergian dirinya.Mulai hari ini dia harus melupakan segala-galanya.
❤️❤️❤️ Bersambung