
"Sayang apa kamu sudah siap?"Tanya Arga sebaik saja Quen selesai memberesi koper milik mereka.
Hari ini sudah diputuskan untuk pergi menguruskan resor yang kini sudah menjadi milik Quen.Legasi utama yang tinggalin oleh sang papa kepada puterinya setelah waktunya penyerahan milik dilakukan.Resor yang berada jauh di utara kota ini,lebih tepatnya berada disebuah pulau yang sudah lama di bangunkan oleh sang papa sewaktu dia masih lagi hidup.Hanya saja Quen tidak pernah mengetahui hal ini.
"Sepertinya semua sudah siap mas."Jawab Quen dengan binar kebahagiaan.Senyumannya mengembang di bibir disaat pria yang dicintainya itu mengecup bibirnya sekilas.
"Dasar suka mencari kesempatan."Omel Quen.Namun tak urung juga dia membalas kembali perlakuan Arga dengan membalas kembali ciuman Arga dengan ciuman hangat.
"Ck!dasar istri nakal."Timpali Arga kembali.Kemudian mereka sama-sama tertawa kerana menikmati masa berdua dengan merasakan manis-manis bubuk cinta mereka.Mereka kembali melanjutkan ciuman panas mereka sehinggalah..
"Sayang,apa kali....,Opss!!Mama gak liat apa-apa."Celetuk nyonya Aldeberght setelah memergoki anak lelaki dan menantunya berciuman panas di dalam kamar tidur anak mereka sendiri.
"Tuh kan,malu sama mama."Cecar Quen akhirnya lalu mengerucutkan bibirnya kerana tertangkap basah oleh ibu mertuanya sendiri kerana melakukan hal intim di kamar tanpa mengunci pintu terlebih dulu.
"Hahaha,kamu lucu sayang.Cuma ciuman doang.Masa malu-malu."Goda Arga.
"Enak aja ngomongnya.Mas tuh me*s*m banget sih.Gak tau hari masih siang apa."Celetuk Quen lalu bergegas mengheret koper milik mereka tanpa menghiraukan penampilannya yang sudah acak-acakkan.
"Sayang,tuh rambutnya dirapihkan terlebih dulu.Malu sama mama dan papa."Bisik Arga dengan nada sensualnya di telinga Quen dan meniupkan napas hangat ke tengkuk istrinya itu.
__ADS_1
"Mas Arga!"Pekik Quen setelah mendapati suaminya semakin gencar menggoda dirinya.
Namun setelah berada di depan pintu kamar tidur,Arga menitahkan agar ART saja yang memindahkan koper mereka ke dalam mobil.
"Sayang,kalian berdua apa sudah siap?Jika sudah kita berangkat sekarang."Seru nyonya Aldeberght kepada Arga dan Quen.
"Baik mah!"Jawab mereka kompak.
Untuk tiba di pulau tempat dimana resor DENSIA RESORT dibangunkan harus menggunakan Kapal pesiar untuk pergi kat sana.Siapa yang mengunjungi tempat ini pasti memiliki pandangan yang amat baik tentang perkhidmatan yang pihak pengurusan aturkan.
"Wah,ternyata resor ini resor yang amat mewah.Aku tidak menyangka ternyata papa masih memiliki legasi lain dibawah nama mama."Tidak terasa air mata Quen mengalir dengan sendiri kerna haru setelah mengetahui perjuangan arwah papanya selama ini tidak pernah sia-sia.
"Mulai sekarang kamulah pemilik tempat ini.Jika di kedepannya sayang memiliki kesulitan sendiri,jangan sungkan meminta pertolongan dari mas."Tawar Arga sambil mengelus pundak istrinya yang masih lagi menangis sesegukkan dan mendapat anggukan kepala dari Quen.
Arga dan Quen dibawa ke sebuah vila persendirian yang terdapat di tempat paling tinggi di pulau peranginan ini.Vila peribadi yang tidak sempat siap dibina oleh arwah Denson sehinggalah vila ini dibangunkan semula oleh Samuel yang dibina khas untuk Quen seandainya satu hari nanti keponakannyan itu mengambil alih perusahaan resor ini.
"Tuan, nyonya.Silahkan."Pelawa pembantu rumah yang sudah menjaga vila itu bertahun-tahun lamanya.
"Makasih pak."Jawab mereka sopan.
__ADS_1
"Tuan,nyonya.Mereka ada pembantu rumah yang bekerja di vila ini.Semuanya ada tujuh orang."Kata Pak Atta selaku ketua pembantu di vila ini.
Pria paruh baya itu memperkenalkan kesemua pembantu rumah kepada Arga dan Quen serta tugas-tugas yang dilakukan oleh mereka di vila ini.
"Makasih pak Atta.Besok merupakan hari yang sibuk buat vila ini.Besok siang,anak kita akan kemari dengan omahnya.Jika ada tempat yang tidak selamat buat anak kecil harus diperhatikan lebih untuk tujuan keselamatan."Titah Arga lagi.
"Baik tuan.Saya akan siapin tempat yang lebih selamat agar nona kecil bisa bermain dengan aman."Kata pak Atta lagi.
Hari berlalu dengan pantasnya.Tidak terasa sore itu hampir menjelang malam.Semburat hingga sudah menampakkan diri di kaki langit menunjukkan tidak lama lagi malam akan menjelang tiba.
"Hah!Hari ini amat melelahkan sekali."Omel Quen sambil menggerakkan kepala serta seluruh tubuhnya yang sudah kaku menguruskan semua keperluan Qarin siang tadi termasuk tempat permainan di dalam vila dan di luar vila.Tidak urung juga menghias kamar tidur anak kecil itu mengikut susun atur kamar yang sedia ada kerana Quen tidak mau anak kecil itu merasa asing dengan persekitaran yang baru.
Biarpun berada di tempat baru, lingkungan suasana yang baru, setidak-tidaknya kamarnya tidak jauh berbeda agar anak kecil itu tidak mengalami ritme tidur kerana berada di tempat asing.
"Sayang,apa kamu perlukan bantuan?Sini,mas tolong pijatin tubuhnya."Tawar Arga.
Tidak berselang lama Arga memijatin tubuh Quen, kedengaran dengkuran halus berasal dari istrinya itu menandakan bahawa wanitanya sudah terbuai di dalam alam mimpi.
"Met malem sayang.Tidur yang nyenyak yah."bisik Arga lalu mengecup dahi wanita yang sudah terlena diatas kasur.
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️ Bersambung