
Quen memidai wajahnya di kaca kebesaran di ruang walk in closet miliknya berkali-kali.Entah sekian kalinya dia menghela napas dengan kasar dan lemes.Sejak panggilan telefon dari Arga sebentar tadi, membuatkan dirinya mati kutu.Antara menerima mahupun menolak ajakan sang mantan untuk keluar di hujung pekan.Alasannya Qarin mencari dan merindui dirinya?
Atau mengapa saja tidak sang mantan yang mencarinya yah?Modus ya,mau dekat-dekatin sama mantan istri.Dibilang anaknya yang cari mami tapi ternyata sang papi yang gencar mencari cara untuk mendekati mami.Hahaha!
Quen mengimbas kembali apa yang terjadi beberapa menit tadi.Disaat dia sedang berjemur di bawah pohon manga yang rindang di depan rumahnya,menikmati udara seger diwaktu pagi,entah mimpi apa dia semalam pagi-pagi ditelefon sang mantan.
"Tumben cari aku hujung pekan begini?Ada apa yah?"Guman Quen menanyakan soalan pada dirinya sendiri.Penasaran mengapa pria itu menelefon,dia pun menggeser tombol hijau kekanan untuk menjawab panggilan itu setelah deringan kedua berlangsung.
"Halo,tuan Arga?" Tanyanya dengan cemberut.
"Hai dan selamat pagi nona Tess."Sapa Arga di seberang sana.Kedengaran suara pria itu lembut sekali menyapa indera pendengarannya sehingga membuat jantungnya berdebar-debar tidak keruan.
Dia seperti merasakan deja-vu akan pemilik suara itu.Dulu suara itu hanya bisa didengari disaat pria itu bermesra dengan kekasihnya.Hal ini membuatkan dirinya seakan-akan seperti lima tahun yang lalu.
Pria itu bisa lembut dengan semua orang.Namun tidak dengannya.Dirinya seperti hama dimata Arga.Tiada sapaan manja dikatakan.Apalagi senyuman hangat yang dilontarkan oleh pria itu dimasa lalu.Mengingati kembali kisah lalu,secara tidak langsung membuatkan dirinya kesal separuh hati.
"Selamat pagi.Ada perlu apa ya tuan Arga sehingga mencari saya di akhir pekan seperti ini?Apa ada masalah sama utusan dekor perusahaan terbaru tuan?"
Kedengaran suara Quen menyapa di seberang sana seakan-akan berupa sebuah sindiran di telinga Arga.
__ADS_1
"A..Um..Nona Tess,apa hari ini anda sibuk tidak?"Tanya Arga.
"Saya tidak tahu tuan.Saya belum memutuskan rencana apa-apa untuk hari ini.Ada apa tuan menelefon saya?Maaf,jika menyangkut hal kerja saya tidak bisa.Saya mau istirehat dari pekerjaan saya."Tolak Quen cepat-cepat kerana menyangka Arga mencarinya kerana urusan pekerjaan.
"Oh,tidak!tidak!,saya menelefon anda bukan urusan pekerjaan tapi lebih kepada urusan peribadi."Jawab pria itu cepat-cepat di seberang sana.
"Masalah peribadi?Apa ada yang salah.Setahu saya,saya tidak pernah menyinggung perasaan tuan sehingga tuan meminta saya ketemu sama tuan."Cecar Quen disini.Tampaknya wajah wanita ini tampak tidak baik-baik saja.Bahkan dia sempat mengumpat kesal kerana mengingati sikap pria itu dimasa lalu.
Mana tidaknya, seorang pria tersukses yang pernah menjadi suaminya dimasa lalu lebih memperkenalkan pacar gelapnya dimata umum.Bahkan tidak sungkan untuk mempamer kemesraan mereka di khalayak umum.Poor you Quentessa.
"Bukan itu,tapi ini soal anak saya.Dia mencari kamu sejak semalam.Dan saya tahu harus ngelakuin apa-apapun untuk menenangkan suasana hati Qarin.Saya buntu dan saya memerlukan pertolongan dari anda.Cuma kali ini aja."Terang Arga lagi.Bahkan keluhan pria itu kedengaran mengatakan dirinya sedang tidak baik.
"Lalu apa hubungannya sama saya?Bukankah dia punya maminya sendiri.Dan mengapa anak tuan harus mencari saya?"Pertanyaan ini begitu narsis sekali di daun telinga Arga.Bahkan dia tidak menyangka wanita yang selembut dan setegas diluaran itu ternyata memiliki hati yang kejam.
Tapi ini menyangkut soal anak kecil.Tidakkah wanita ini bisa lembut sedikit terhadapnya.Setidak-tidaknya lepaskanlah kemarahan kepada dirinya seorang saja.Tunjukkanlah kelembutan pada sang balita.Iyakan?Atau apakah dia sudah meminta lebih kepada wanita itu sehingga mendapat kata-kata sinis dari mantan istrinya.
"Maafin saya jika sudah ngerepotin anda nona.Makasih kerana sudah menjawab panggilannya.Setidak-tidaknya saya sudah menebak jawaban anda.Jika begitu saya pamit dulu.Bye."
Tuttt.....
__ADS_1
Panggilan diputuskan secara sepihak oleh Arga.Quen mendengus kesal kerana menurutnya pria itu tidak ikhlas untuk meminta bantuan daripadanya.Bahkan tidak menanti jawaban yang harus dia katakan.
"Cih,sikapnya masih tidak banyak berubah.Dasar keras kepala,"Dengus Quen tidak suka.
"Baik,sekarang aku lagi murah hati untuk menolong kamu.Jangan salahkan aku jika bertindak kejam dengan mu Ga.Kamu harus membayar rasa sakit ini.Sakit yang tidak dapat disembuhkan dalam sekejap mata."Cibirnya dengan suara yang menahan geram di bibirnya.
Quen pun meraih benda pipih yang masih berada di tangannya.Dengan cepat tangannya mengetik sesuatu pada layar ponselnya.
"Dah siap,dan send."Katanya dengan seringaian sinisnya.
Diseberang sana Arga mengumpat kesal.Mana tidaknya kesal akan sikap ketus dari mantan istrinya,bahkan saat ini dia hampir-hampir saja membanting ponselnya ke lantai saking geramnya dengan kata-kata ketus dari Quen.
"Sabar Ga.Kau harus sabar.Setidak-tidaknya kau sudah coba.Ini juga salah kamu sendiri.Mengapa kau melayan mantan istri mu sendiri dengan amat buruk.Bahkan untuk mengingati muka ya saja membuatkan kau muak dengannya.Sekarang terimalah karma yang telah kau tuai sendiri."Umpatnya pada diri sendiri.
Tidak berselang lama, kedengaran ponselnya berdeting menunjukkan notifikasi masuk ke dalam inbox ponselnya.
"Katakan tempat dimana kita harus ketemu.Kita ketemu dalam satu jam lagi."
Begitulah isi pesanan itu dan ini membuatkan wajah suram dan kesal Arga menjadi cerah semula.
__ADS_1
"Ma,apa Arin sudah siap?Nona Tess mau ajak keluar."Teriak Arga dengan binar bahagia tercetak diwajahnya.
❤️❤️❤️❤️ Bersambung