KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
DUA TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Seorang wanita dengan wajah yang ayu namun terkesan sangat dingin sedang berkutat-kutat melakar sesuatu diatas sketch paper.Dia terlihat sangat tekun melakukan tugasannya.Tidak ada pegawai yang berani menginterupsi dirinya jika sedang dalam mood mengeluarkan ide-ide briliantnya.


Di sebalik ruangan kerja yang dibaluti dengan kaca yang terang,seorang pria yang menjulang tinggi berdiri di pinggiran jendela kaca dengan ketinggian 180 centi itu sedang mentatapnya dengan senyuman tipis sembari menyeruput kopi panas yang ada di tangannya.


Sudah dua tahun wanita itu bekerja sebagai interior designer di perusahaannya.Wanita yang hatinya tidak bisa digapai apalagi untuk disentuh.Keseluruh dunianya hanya tertumpu pada pekerjaannya semata-mata.Wanita seperti apa dia?Apakah ada rahasia lain yang pernah dia sembunyikan dari orang lain?


Meskipun pria ini merupakan orang yang terkenal dengan sejuta pesona,namun ketampanannya tidak sedikitpun memberi celah kepada wanita di seberang sana melirik ke arahnya.Hatinya sungguh kental sekali.


Atau mungkin dia pernah dikecewakan dengan kejam oleh pria yang mencintainya.Maka sejak itu dia menutup rapat hatinya untuk pri-pria lain di luar sana.Saat pertama kali wanita itu bekerja di perusahaannya,dia masih ingat dengan jelas bekas yang samar-samar melingkar di jari manis wanita itu.Oleh itu dia mengandaikan bahawa wanita itu pernah memiliki sejarah soal hati.


Drittt!Drittt


Getaran pensel diatas meja membuyarkan lamunanya terhadap wanita diseberang sana.Dia tersenyum lagi.Bagaimana rasanya disaat dia bisa menakluki hati wanita itu?Dasar.


"Halo,ya ada apa Pah?"


"......"


"Benar Pah?Jika begitu saya akan laksanakan dengan segera."


"......"

__ADS_1


"Ye.Nanti saya kirimkan jawabannya lewat e-mail pada papa."Ucap pria itu lalu mematikan panggilannya.


Kemudian dia meraih telefon kantor untuk menghubungi secretaris untuk mengumpulkan team yang akan di dipilih untuk menganggotai kumpulan di Indonesia.


"Apa semua sudah berkumpul?"


"Sudah mister."Jawab Neta si secretarisnya.


Setelah berdiskusi selama sejam, kesepakatan telahpun tercapai.


"Jadi,Tess apa kamu siap mengelola perusahaan di Jakarta?"Tanya Christian.


Wanita yang ditanyai hanya mendesah pasrah.Tempat yang perlu dia pergi ini adalah tempat yang paling dihindari oleh dirinya.


"Come onlah Tess,aku tau kamu bisa.Please,lakuin demi aku oke?"Rayunya lagi.


"Gimana kalo aku tambah bonus buat kamu.Dua kali lipat."Imbuhnya lagi.Wajahnya dibuat memelas sebaik mungkin.Wanita di hadapannya ini perlu extra sabar untuk memujuknya.Meskipun terlihat dingin dari segi sikap,namun wanita yang duduk disampingnya itu tidak pernah mengecewakan dirinya.


"Ihh,iya bawel."Ucapnya dengan senyuman tipis dibibir.Serta merta Christian menggenggam tangannya serta mengucap kata terima kasih kerna wanita bersetuju untuk mengelola perusahaan mereka di Jakarta.


Wanita itu adalah Quentessa.Atau lebih dikenali Tess oleh orang yang mengenali dirinya.Seorang pereka dalaman yang terkenal di perusahaan DN GREDD DISIGNER.Semenjak tinggal di London,dia melamar pekerjaan di perusahaan DN GREDD DISIGNER yang terkenal disana.

__ADS_1


Dan yang paling mengejutkan, perusahaan itu adalah milik Christian.Pria yang pernah menyelamatkan dirinya dua tahun lalu dari pingsan di pinggir jalan serta menjaga dirinya disaat sakit keras sebelum berangkat pergi ke London.


"Kita berangkat minggu depan."Ujar Christian lagi.


"Emm."Dehem Quen.


Christian mengerling kearah wanita disampingnya.Kadang-kadang dia kepikiran sendiri.Begitu berhargakah suara wanita itu sehingga mau angkat bicara juga begitu sulit.Apa lagi untuk mendengarkan suara yang serak-serak basah itu


"Aku perlukan penolong.Apa disana kamu sudah siapkan seseorang padaku?"Tanya Quen.Namun pertanyaannya itu ibarat angin lalu oleh Christian.Dia masih lagi menatap intens wajah cantik nak ayu itu sehingga pikirannya jauh berkelana entah kemanadan mengabaikan pertanyaan wanita itu.


Quen menengok ke samping.Tampak pria tampan disampingnya itu melamun jauh.


"Mister Chris?Halo!"


Masih tiada jawaban.Sudah panggilan ke empat,namun pria itu masih lagi menatap intens wajahnya.Entah apa yang menyebabkan pria itu menatapnya seperti itu.Tatapan yang sukar untuk dimengertikan.


Que menyanga wajahnya dengan lengan bertumpu diatas meja.Menatap kembali wajah Christian sejenak dengan wajah yang datar.Alisnya mengkerut.Kemudian dia tersenyum usil.Tersenyum kerna bisa melihat tatapan dari pria playboy tidak selalunya mereka lihat di kantor.Kemudian dia bangkit dari tempat duduknya dan lalu berdiri di belakang krusi Christian.


"Mister Chris,lagi melamun apa?"Bisiknya di telinga Chris.


Suara serak serta deru napas milik Quen yang menerpa lehernya menyadarkan dia dari lamunan yang panjang.Apa yang tidak disangkakan adalah pria itu menoleh ke samping secara buru-buru dan.

__ADS_1


"hmpp!"


❤️❤️❤️❤️ Bersambung


__ADS_2