KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
KUNJUNGAN MERTUA


__ADS_3

Nyonya Aldeberght mengendarai mobilnya menuju vila Arga dengan pelbagai pertanyaan yang membondong pikirannya.Sudah lama anak semata wayangnya ini tidak kembali kerumah sejak dua minggu yang lalu.Memberi khabar pun tidak.


Berkunjung hanya sekadar mampir untuk menemanin Qarin jika punya kesempatan dan tidak sibuk di kantor.


Minggu lalu saat dia mencari Arga di Vila,pak Billy mengatakan Arga dalam perjalanan bisnis selama satu minggu,dan baru saja kembali dua hari lepas.


Mata-mata yang pernah nyonya Aldeberght tempatkan di vila itu pernah melaporkan bahawa tuan muda mereka pernah membawa seorang wanita kembali ke vila.Dan dipercayai akan menjadi nyonya muda dimasa depan.


Nyonya Aldeberght yang mendengar hal ini juga turut senang.Akhirnya Arga mempunyai pasangan dimasa depan.Namun yang menjadi tanda tanya,siapakah gadis itu.Dimanakah mereka ketemu.Sejak kapan mereka mulai akrab.Dari mana mereka mengenal antara satu sama lain.Semuanya pertanyaan itu berputar-putar di pikiran nyonya Aldeberght.


Mobil nyonya Aldeberght terpakir dengan sempurna di perkarangan kediaman Arga.Begitu dia keluar dari mobil,dia disambut oleh pekerja yang berkerja di luar kediaman itu.


"Dimana anak itu."Tanya nyonya Aldeberght kepada seorang pelayan yang menyambut kedatangannya.


"Tuan muda ada di ruang makan nyonya."jawab pelayan itu sopan.


"Apa ada sesiapa yang datang kemari?"


"Ada nyonya.Seorang wanita."


"Wanita?Siapa dia.Apa pacar tuan muda kalian?"


"Kurang pasti nyonya.Tetapi bi Som amat menghormati wanita ini.Dan mereka juga terlihat akrab."Kata pelayan muda itu lagi.


"Akrab?"Alis nyonya Aldeberght cemberut .


"Siapakah wanita itu."Gumannya sendiri dengan rasa penasaran yang mendalam.


"Apa kamu mendengar bi Som ataupun pak Billy mengatakan namanya.Atau Arga sendiri?"


"Seingat saya,tidak nyonya.Mereka tidak menyebut namanya.Tuan juga.Mereka hanya mengatakan 'nona' saja.Dan tuan muda memanggilnya dengan kata manja.Apa yang saya lihat wanita itu sepertinya tidak akur dengan tuan muda.Mereka kadang-kadang berantem nyonya."Adu pelayan muda itu lagi.


"Oh,aku penasaran sekali seperti apa wanita yang sama sekali tidak menurut sama Arga.Itu amat langka sekali melainkan..."

__ADS_1


Ucapan nyonya Aldeberght menggantung begitu saja.Hanya ada satu nama yang terlintas dipikirannya.


Quen.Sang mantan menantunya.Hanya wanita itu saja yang berani semena-mena dengan Arga.Wanita lain tidak akan begitu.Bahkan wanita lain memuja anak tampannya itu.


"Baiklah,kamu bisa pergi.Aku tau siapa wanita itu."Jawab Nyonya Aldeberght dan lalu melangkah masuk kedalam vila.


Di ruang makan,Quen masih lagi bersitegang urat dengan Arga.Pria itu ada-ada saja caranya untuk menjaili Quen sehingga wanita itu hampir meradang akan sikap usil sang suami.


"Besok,kita pergi pindahkan barang kamu yah?"Kata Arga disaat keadaan mereka sudah aman dan tiada lagi adegan sindir-sindiran.


"Gak usah.Bukankah semua kebutuhanku sudah ada disini.Lalu mengapa harus memindahkan semua barangku?"Tukasnya tidak suka.


"Bukan seperti itu sayang,maksud aku itu bagaimana dengan semua berkas-berkas kerja kamu.Bukankah itu penting.Yah,kalo hanya sekadar pakaian kamu itu gak papa.Gak usah dibawa juga gak apa.Kitakan bisa belanja lagi kayak minggu lalu."Arga mengernyitkan satu alisnya mencoba untuk menggoda Quen lagi.


"Belanja sendiri sana saja."Quen mengerling tajam menatap sosok pria yang diseberang meja dengan perasaan sebal.


"Duh,jadi orang jangan terlalu galak dong sayang.Nanti aku bertambah gemes deh dengan kami."Ucap Arga tersenyum-senyum sendiri.


"Kalau seperti ini,makin aku mau makan kamu,"Ujarnya lagi.


Quen tersedak kaget mendengar ucapan yang begitu ambigu ditelinganya.Bahkan wajahnya kini ini sudah merah kerana tersedak minumannya sendiri.Dasar pria bibirnya gak ada filter.Seenaknya ngomong seperti itu.


"Nona,kamu gak papa?"Tanya bi Som cemas lalu menepuk-nepuk pundak Quen agar batuknya mereda.


Saking kesalnya,Quen lalu meraih sumpitnya dan lalu membanting kearah Arga.


"Jaga bicaramu Ga.Jangan sampai orang salah paham akan perkataan kamu.Dasar orang tua m***m,"Cibir Quen dengan batuk yang masih tersisa ditenggorokkannya.Namun hanya mendapat cengiran dari Arga.Dasar menyebalkan.


Saat mereka beradu mulut lagi,kedengaran satu suara menginterupsi obrolan mereka.


"Quen,Arga,"


Kedua-dua manusia berlawanan jantina ini sontak menoleh kearah sumber suara.

__ADS_1


"Ya,ampun sayang!Akhirnya kamu kembali juga."


Serasa sudah menebak siapa wanita yang dikatakan oleh pelayan mereka,nyonya Aldeberght langsung memeluk tubuh Quen dengan erat.


"Kamu kemana aja sayang.Mamah benar-benar kangen sama kamu."


Akhirnya tangisan nyonya Aldeberght pun pecah.Dia tidak bisa menahan harunya setelah sekian lama tidak bertemu dengan wanita muda ini.Dia bukannya tidak pernah ketemu.Cuma rasa malunya serta perasaan bersalahnya menyebabkan dia mengurungkan niatnya untuk memeluk wanita itu.


Sejak kali pertama pertemuan mereka,dia menahan diri untuk tidak menunjukkan rasa rindunya pada Quen.Namun dia tidak pernah berhenti berharap agar satu hari nanti dia bisa memperolehi kesempatan ini lagi untuk meminta maaf kepada Quen atas semua yang pernah dia lakukan keatas wanita muda ini.


"Yah,aku juga kangen sama nyonya."Ucap Quen lirih.Tak urung juga air matanya mengalir kerana merasakan pelukkan hangat dari seseorang apalagi orang itu wanita yang lebih tua darinya.Serasa merasakan pelukkan hangat dari seorang ibu yang pernah didambakannya sejak sekian lama.


"Loh,sayang.Mengapa dipanggil nyonya,seharusnya dipanggil mama.Benarkan mah?"


Arga menyela disaat melihat adegan melepas kerinduan antara mamahnya dengan istrinya yang membuatkan dirinya seakan-akan teropojok dan tidak ada disitu.


Quen benar-benar menyita perhatian nyonya Aldeberght.Hal ini menyebabkan Arga menjadi tidak suka.Dia tidak suka diacuhkan oleh ibunya sendiri.Yah,dia juga maklum jika Quen merupakan kesayangan ibunya.


"Kenapa baru sekarang kamu menjemput menantu mamah?huh?"Ucap nyonya Aldeberght lalu menjewer telinga Arga kerana geram akan sikap putranya itu.


"Ouchh,ouchh!sakit mah.Mah,lepasin mah.Ini sakit sekali."Teriak Arga sembari menutup satu telinganya lagi untuk mengelakkan mamahnya bertindak lebih kejam.


"Ini hukuman baru sedikit untuk kamu.Jika sampei menantu mamah pergi lagi,jangan pernah harap mamah akan maafin kamu."Ancam nyonya Aldeberght lagi.


"Sayang,seharusnya kamu kasi pelajaran buat anak tidak berguna ini.Kamu kasi tau mamah jika dia bikin kamu sakit hati lagi.Biar mamah mewakili kamu untuk kasi dia pelajaran."Ucap nyonya Aldeberght dengan senang hati.


"Baik mah."


Jawab Quen sopan lalu mereka sama-sama tersenyum dan melanjutkan adegan peluk-pelukkan kerana adegan melepas rindu tadi terhenti disaat Arga mengganggu momen indah mereka.


❤️❤️❤️❤️Hi!reader semua.Maaf baru bisa update hari ini.Jika punya kesempatan aku akan usahakan updete setiap hari.Semoga terus suka dengan karya author,dan mohon dukungannya juga.Hanya pecet tombol Like,Komentar,Vote dan masukkan kedalam rak buku.Biar author ada semangat update ceritanya.


🥰❤️Jangan lupa jaga kesehatan kalian yah.

__ADS_1


🥰🥰Lup u all😘


❤️❤️❤️❤️❤️Bersambung


__ADS_2