
"Bi!Dimana Arga sama Quen.Aoanmereka sudah berangkat kerja?"Seru Nyonya Aldeberght sebaik saja dia meletakkan barang belanjaan dapur diatas meja.
"Kayaknya belum,nya.Mobilnya masih ada di garasi atuh!"Ujar bi Som tersenyum-senyum.
"Aneh!Ini bukan seperti Quen sama Arga yang biasa.Dan bibi juga terlihat aneh pagi ini."Gumannya sendiri.
"Tumben bi waktu seperti ini belum bangun?Apa Quen tidak enak badan ya bi?"Tanya Nyonya Aldeberght penasaran.
"Ogah,nya.Mereka baik-baik aja.Malah sepanjang malam kayaknya bersemangat aja."Ujar bi Som lagi.Ada senyuman yang tidak bisa iya gambarkan terbit dari bibir wanita paruh baya itu.Nyonya Aldeberght sadari dari tadi hanya mengkerutkan alisnya melihat tingkah bi Som yang menurutnya sedikit aneh pagi ini.
"Ada apa bi.Sejak saya datang lagi bibi selaku aja tersenyum.Apa ada berita bagus yah bi."Akhirnya Nyonya Aldeberght bertanya kepada bi Som kerna rasa ingin taunya itu sudah mengalahkan pemasaran yang ada pikirannya.
__ADS_1
"Ishh,gak ada apa-apa nya.Ada pun kabar baik juga tuh.Bibi sebenarnya seneng ngelihat tuan muda sama Nyonya muda udah rukun.Yah, beberapa hari ini kayaknya nyonya muda banyak pikiran,nya."
"Banyak pikiran?Apa dia sama Arga ribut lagi yah bi."Seru Nyonya Aldeberght lagi.
"Ishh,anak gak tau diri ini.Udah beruntung aja menantu saya menerima dia kembali.Jika tidak saya tidak sungkan akan membawa dan menyembunyikan Quen dari pandangannya.
"Hushh!Bukan itu nya.Mereka baik-baik aja kok.Tapi apa yang bibi lihat,sejak akhir-akhir ini nyonya muda selalu melamun nya.Kayak seperti orang kangen sama keluarga yang jauh."
"Maksud bibi apa."Alis nyonya Aldeberght mengekerut sekali lagi.Dia sedikit tidak mengerti pemikiran bibi Som.
Ada keluhan berat terhembus dari rongga dada wanita paruh baya itu.Bibi Som benar.Sejak menikah dengan Arga dan masuk ke dalam keluarga Aldeberght,nyonya Aldeberght belum pernah melihat Quen meminta ijin untuk menjiarahi makam orang tuanya.Ataupun meminta ijin menjiarahi ahli keluarganya orang tuanya.Tidak pernah sama sekali.
__ADS_1
"Kalau masalah itu,nanti saya tanyakan sendiri sama Quen."Ujar Nyonya Aldeberght lalu menyimpan bahan-bahan masakan seger kedalam kulkas.
Sementara bi Som, wanita paruh baya itu masih lagi tersenyum-senyum sendiri apabila dia mengingati kembali suara-suara nakal yang berasal dari kamar majikan muda mereka disaat dia mau membangunkan majikannya itu.
Di dalam kamar,Arga sudahpun selesai dengan ritual mandi paginya.Manakala Quen masih lagi berendam di air hangat di bak mandi untuk mengurangkan rasa remuk di sekujur tubuhnya.
Kegiatan semalam benar-benar menguras tenaga wanitanya.Apa lagi iyanya kali pertama buat Quen.Dan sialnya, pagi-pagi lagi Arga memberikannya lagi sebuah hadiah yang bisa mengundang kesalahanpahaman orang yang mendengar mereka.
"Arga sialan."Umpatnya tiada kesudahan meskipun pria itu sudah keluar dari kamar mandi.
Dia merenung jari manisnya yang terlihat sudah memerah kerana ulah Arga pagi tadi.Dan pastinya benda yang melingkar di jari manisnya akan menjadi sia-sia disaat iyanya harus dipotong kerna amat sempit dijarinya.
__ADS_1
Namun akhirnya Quen tersenyum senyam disaat mengingati kembali malam panas mereka berdua dimana dia melepaskan keperawanan dirinya untuk suami tercinta sehingga membuatkan wajahnya merona kerna bahagia.
❤️❤️❤️❤️ Bersambung....