
Di mansion Aldeberght,suasana masih lagi sepi seperti hari-hari biasa.Hari ini,Qarin dibenarkan untuk datang melawat Quen di pulau peranginan dimana resornya berkembang maju.
"Omah,cepatan.Nanti telat ketemu sama mama."Pekik Qarin dengan suara yang nyaring.
"Aduh,sayang.Yang sabar.Omah gak kuat lari-lari laju."Rengek nyonya Aldeberght sambil berlari pelan mengekor cucu semata-mata wayang mereka yang satu ini masuk kedalam mobil.
Saat mereka berada di dermaga,dia mendapat panggilan dari bi Som yang mengatakan bahawa Quen sedang tidak sehat dan harus ke kota untuk membeli beberapa barang untuk penjagaan kesihatan untuk wanita yang sedang hamil.
Bi Som tidak tau ternyata majikannya yang satu ini sudah pun berada di pulau peranginan ini.Walaupun begitu dia tidak mengatakan apa yang sedang terjadi kepada Quen kerana dia mau memberi kejutan besat buat keluarga Smith dan juga keluarga Aldeberght.
"Nyo..nyonya?Anda secepat ini sudah tiba?"Pekik bi Som tidak percaya dengan apa yang dia lihat didepan mata.
"Loh,bi.Kenapa bibi kagetan gitu ngelihat saya."Ucap nyonya Aldeberght cemberut.
"Kenapa nyonya tidak bilang sama saya jika nyonya sedang kemari.Saya pikir nyonya akan datang besok."Sahut bi Som lagi.
"Bi,kamu gak kenapa-napa kan?Quen dimana?Apa dia ada di hotel sekarang?Tadi bibi bilang dia tidak sehat.Lalu ngapain membiarin Quen dateng bekerja.Seharusnya dia itu rehat saja dirumah.Memulihkan kesehatan diri."Omel Nyonya Aldeberght tanpa henti.
"I...itu..nyonya muda lagi ada di hotel.Lagi istirehat.Karna tadi dia sempat pingsan disaat rapat di kantor."Ucap ni Som takut-takut.
"A..apa bi?Pingsan.Lalu ngapain gak dibawa ke villa aja.Ayo,kita segera ke tempat Quen."Pekik Nyonya Aldeberght yang kini benar-benar panik setelah mendapat kabar bahawa Quen pingsan disaat lagi bekerja.
"Nyonya,nyonya muda tidak apa-apa.Dia sudah aman di sana.Lagian ada dokter juga yang menjaganya.Sekarang dia lagi tidur.Kerana itu saya mau pamit mau beliin barang yang diperlukan oleh nyonya muda."Terang bi Som lagi.
Saat bi Som pergi,nyonya Aldeberght lalu pergi ke hotel dimana Quen bekerja kini.Saat wanita paruh baya ini tiba,dia disambut dengan ramah oleh semua petugas hotel kerna mereka tau nyonya Aldeberght adalah ibu mertua majikan mereka.
"Nyonya,silahkan."Ujar salah satu karyawan hotel yang mengiringi dirinya ke kamar hotel tempat dimana Quen sedang istirahat.
Sebaik saja pintu kamar dibuka, tampak lah sosok dokter Ella yang sedang merawat Quen.
__ADS_1
"Loh,dok!Kok dokter Ella ada disini? Bukankah Quen hanya tidak sehat."Ucapannya belum menyadari tujuan dokter Ella datang merawat Quen.
Wanita muda itu hanya tersenyum menanggapi sapaan luar biasa dari majikannya.
"Quen kenapa dok.Kok dokter kemari dan bukan dokter Jovian?"
Lagi-lagi Dokter Ella tersenyum.
"Dok,kok!"
Setelah merasakan ada yang salah dari pertanyaannya,akhirnya wanita paruh baya itu mengerti tujuan dokter Ella datang sejauh ini.
"Dok,apa benar Quen..."
Sekali lagi dokter Ella tersenyum dan diakhiri dengan satu anggukan kecil kepalanya mengiakan pertanyaan yang bermain di pikiran wanita paruh baya itu.
Kerana berita gembira ini,nyonya Aldeberght tidak kuasa menahan tangis sehingga tidak bisa berkata apa-apa.
*******
"Tuan muda,nyonya sejak tadi menelefon anda tidak henti-henti."Ucap pak Billy sebaik saja masuk ke dalam ruang kerja Arga.
"Ngapain mama nelefon aku?Bukankah seharusnya dia nemanin Arin menemui Viona."Tanyanya sedikit menyelidik.
"Saya kurang pasti tuan.Sebaiknya tuan jawab panggilan dari nyonya.Mana tau nyonya ada sesuatu yang mau dibicarakan dengan tuan."Ujar Pak Billy lagi.
Tidak berselang lama,ponsel pak Billy berdering lagi.Di layar ponselnya tertera nama nyonya besar menelefon dirinya.
"Tuan,ini."Ujar Pak Billy lalu memberikan ponselnya kepada Arga.
__ADS_1
"Halo,Mah.Ada apa!"Jawabnya ketus.
"Dasar anak tidak berguna.Kemana saja kamu mama nelefon sejak tadi."Pekik nyonya Aldeberght diseberang sana.
Kemarahan wanita paruh baya ini sudah sampai ke ubun-ubunnya.Jika bukan kerana kabar baik yang harus dia kongsi kepada Arga,sedikit pun dia tidak mau peduli sama anak semata wayangnya ini.
"Mengapa kamu tidak mengangkat telefon dari mama.Apa kau tau,mama sedang mengkhawatirkan kamu sama Quen.Sekarang mama ada di resor milik Quen.Dan kau tau apa yang terjadi sama dia?"Bentak sang mama lagi.
"A..apa mah.Katakan,apa yang terjadi sama Quen.Jangan nakutin Arga mah."Pekik Arga lalu terlonjat kaget sehingga berdiri ditempat saking kagetnya menerima kabar dari nyonya Aldeberght.
"Makanya,mama nelefon kamu itu diangkat,apa ponsel kamu itu menjadi pajangan diatas meja?"Sekali lagi Arga menerima tempias kemarahan dari mamahnya tanpa henti.
"Mah,to the point.Apa tujuan mama nelefon Arga.Jangan bikin Arga khawatir dan cemas mah."Pinta Arga lagi dengan suara yang lirih.Namun kepanikkan dari nada suaranya tidak pernah berkurang sedikit pun untuk tidak mengkhawatirkan keadaan istri.
"Ga,mama dapat kabar baik dari dokter Ella.Quen,disahkan hamil."Pekik nyonya Aldeberght dengan antusias.
"Apa mah.Katakan sekali lagi mah.Apa yang mamah ucapkan ini.Quen kenapa mah."Pinta Arga yang kurang jelas akan maksud yang disampaikan oleh mamanya.
"Quen hamil.Istri kamu hamil Ga.Kembali dengan cepat yah sayang.Quen butuh kamu."Seru nyonya Aldeberght yang kini sudah berteriak gembira sebelum memutuskan panggilannya sepihak.
"Tuan,ada apa tuan.Kenapa dengan nyonya muda."Kini giliran pak Billy pula yang terlihat cemas dan panik.
"Pak Billy,mama bilang istri aku lagi hamil.Quen hamil pak.Quen benar-benar hamil."Pekiknya antusias sambil terloncat-loncat saking terlalu senang dengan kabar baik yang dia terima dari mamahnya.
"Jadi nyonya muda benar-benar hamil?Tuan akan jadi bakal ayah sekali lagi."Kata pak Billy turut senang dengan kabar baik yang dia terima dari majikannya itu.
"Quen benar-benar hamil."
♥️♥️♥️♥️♥️ Bersambung..
__ADS_1