
Quen mengerucutkan bibirnya disaat Arga sejak tadi senyam senyum menatapnya dengan binar bahagia.Tatapan ini benar-benar menyilaukan mata dan hampir membuat Quen hilang akal.
"Arga,kau benar-benar pria b*****k,"Umpatnya di dalam hati.
"Hihihihi,"Arga menahan tawanya melihat ekspresi kesal di wajah Quen.Dia begitu puas hati kerana berjaya menggoda wanita itu tadi saat mereka beradu tenaga di kamar tidur awal pagi dan mendapat jawaban yang tidak terduga dari wanita itu.
Flashback on,
"Aku mau memakan kamu.Gerrrr,"Terkam Arga ke arah Quen.Wanita itu mulai meronta-ronta di kukungan Arga.
Satu kucupan dibibir berjaya dicuri oleh Arga.
"Ihh,kau orang tua m****m,"Pekik Quen setelah Arga berjaya dengan serangannya.
"Oo..aku m****m yah?Sini aku tunjukkan betapa m*****mnya aku."Kata Arga lagi lalu menarik kedua-dua tangan Quen dan lalu menaruhkannya di atas kepala Quen yang sedang terbaring di ranjang.
"Arga,lepasin."Teriaknya sambil meronta-ronta melepaskan diri dari dikukung oleh Arga.
"Sudah ku katakan aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi.Semalam kamu begitu berghairah sekali.Tetapi mengapa sekarang kamu menyangkal apa yang pernah lakukan kepadaku."Ucap Arga dengan seringaian liciknya.
"Kau bohong.Kau dasar pembual."Tukas Quen lagi.Bahkan lututnya sudah dinaikan satu untuk menyiku perut six pax Arga.Tapi malangnya Arga begitu cergas dan duduk diatas kedua-dua pahanya sambil mengapit tubuh wanita itu dengan tubuhnya sendiri.
"Lepasin!"
"Gak!Aku belum lagi memberi pelajaran ke kamu atas perbuatan kamu semalam.Kau mau tau,betapa buasnya kau semalam.Malah kau yang memulaikan serangan terlebih dahulu."Ucap Arga jujur.
"Kau bohong.Kau..hmmmppp,"
Belum sempat Quen menghabiskan kata-katanya, bibirnya dibungkam sekali lagi oleh Arga.
Seperti biasa,akan ada penolakkan dari Quen.
"Balas ciuman ku sayang."Bisik Arga sensual di telinga Quen.Quen yang mendengarkan ini juga turut merasakan hangatnya deru nafas Arga menerpa tengkuknya.
__ADS_1
Arga memulaikan permainannya lagi.Kerana geram Quen tidak membalas ciumannya,Arga menggigit bibir wanita itu agar membalas ciumannya.
Quen mendesis kecil saat merasakan sengatan kecil yang diciptkan oleh Arga.Ciuman ringan menjadi panas.Dan kini menjadi lebih menuntut disaat Quen mengikuti sensasi yang Arga berikan.
Tidak hanya diam disitu,Arga kini sudah mulai menggoda leher Quen dengan beberapa kucupan hangat dan meninggalkan beberapa bekas pemilikan yang terselindung disana.
Berang akan kelakuan Arga yang sudah keterlewatan batas,Quen membentur dahinya kepada kepala Arga.
"Ouchhh,"pekik Arga sambil menahan sakit di hujung hidungnya.Melihat ada kesempatan,Quen dengan cepat mendorong tubuh Arga kesamping.Dia lalu meloloskan diri dengan segera dan bangkit dari ranjangnya.
Namun tubuhnya oleng kerana kepalanya masih sedikit pusing dan tenaganya yang kurang kerana belum mendapatkan asupan gizi sejak semalam.
"Sayang,"Pekik Arga lalu mengendong tubuh Quen yang sudah ambruk dilantai.Dia mendudukkan Quen di hujung ranjang.
Plakk!
Satu tamparan hangat singgah dirahang kokoh Arga.Suasana hening sesaat.
"Aku tidak suka kau semena-mena denganku Ga.Aku masih punya harga diri.Kau tidak boleh seenaknya memperlakukan aku seperti itu,seperti mana yang kau pernah lakukan kepada wanita mu diluar sana."Ujar Quen dengan nada suara yang rendah.
"Maaf,maafin aku kerna menjaili kamu."Lirih Arga lalu memeluk tubuh Quen.
"Apakah salah,jika aku lakukan itu hal itu kepada istriku sendiri.Itu wajar bukan?Bukankah aku sudah mengatakan jika aku akan menjaga,menyayangimu,melindungimu, memberikan semua apa yang ku mampu untuk menebus kesalahan ku dimasa lalu."
Kini giliran Quen pula bungkam.Kata-kata Arga ada benarnya.Mereka adalah suami istri.Apa-apa pun yang mereka lakukan juga tidak salah.Itu masih wajar.Wuen menekuk wajahnya menatap lantai.Lantai marmer yang lebih menarik dari wajah sang suami yang tampan.
"Quen,apakah kau mau membina hidup bahagia denganku?Iyanya tidak akan berjaya jika hanya seorang saja yang berjuang.Apa kau tidak mau memulaikan hidup baru dengan ku?"
Masih tiada jawaban dari Quen.Arga lalu pergi ke meja rias lalu membuka laci yang paling bawah dan mengeluarkan sesuatu dari sana.
"Ini adalah hadiah ulangtahun ketiga kamu untuk ku.Maafin aku kerana telah membuat kamu terluka dan berharap banyak dariku.Sekarang,jawab pertanyaan ku.Jika kau benar-benar maksudkan hadiah ini baik,aku akan menurut apa yang kau katakan."
Quen,masih lagi bungkam seperti tadi.Pikirannya kini sedang buntu.Dia sedang berperang pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Sayang,jika kau benar-benar mau mengikat ku dengan pernikahan yang benar,aku akan menurut.Tapi jika kau sudah berputus asa denganku,dengan ketulusan hatiku,baiklah aku akan lepaskan kamu pergi.Kamu berhak mendapat pria yang lebih baik dari ku dan bukan pria b*****k seperti ku."Ujar Arga lalu meletakkan hadiah ulangtahun ketiga yang berupa dasi diatas pangkuan Quen sebelum dia pergi dari situ.
Namun belum sempat Arga menggapai knop pintu,tubuhnya hampir oleng kerna ditubruk oleh Quen dari arah belakang.
Pelukkan hangat dari wanita di belakang Arga, membuatkan pria itu berdiri mematung ditempat.Dia tidak percaya dengan apa yang dia alami sekarang.Quen memeluk dirinya dari belakang.
"Ada apa?"Tanya Arga pura-pura tenang.Bahkan hatinya berdegup kencang kerana tidak sabar mendengar jawaban dari Quen.
"Aku mau mengikat dasi itu kepadamu."Bisiknya.
"Apa dia.Aku gak dengar."Ujar Arga sekali lagi.Dia sudah cekikikan geli kerana mau menjaili Quen lagi."
"Ihhh,kau suami yang paling menyebalkan di dunia ini.Aku mau menata hidupku kembali dengan kamu.Membina hidup baru dengan mu, melakukan hal baru denganmu dan membina memori indah denganmu."Ujar Quen dengan mengulangi kata-kata yang pernah dikatakan oleh pria itu beberapa hari yang lalu sewaktu Arga merayunya untuk kembali kepadanya.
"Apa benar yang kau katakan ini?"Tanya Arga sebaik saja dia berbalik tubuh menghadap Quen,wanita itu menganggukkan kepalanya.Betapa senang dan bahagia Arga setelah mendapat pengakuan dari istrinya.Tubuh Quen didakapnya erat.Setelah pelukkan longgar,sekali lagi Arga mencuri ciuman dibibir Quen saat wanita itu lengah.
Pletak!
Quen menjitak dahi Arga.Dia kesal akan sikap Arga yang menurutnya begitu m****m baginya.Bukan marah,pria itu menyeringai dengan cengirannya.
"Menyebalkan,"Gerutu Quen lalu keluar terlebih dulu dari kamarnya untuk pergi keruang makan.
Flashback off.
"Apa lihat-lihat.Mau ditabok kepalanya."Ujar Quen ketus.
"Ck!galak amat jadi orang."Celetuk Arga.
Obrolan ringan yang disela ugutan serta ancaman khas dari Quen tidak mengurangkan rasa sayangnya pada wanita itu.Bahkan dia menganggap kata-kata istrinya itu satu candaan.
"Arga,"
"Quen,"
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung...