
Tiada siapa menyangka takdir akan menjadikan mereka seperti ini.Dalam suka, pasti ada rasa kecewa.Dalam kecewa pasti ada rasa gembira.Hari yang mendung tidak semestinya akan turun hujan.Dalam hujan tidak semestinya akan didatangi badai.
Setelah berhari-hari melewati hari yang ketir,Arga mulai berubah menjadi sosok yang bertanggungjawab.Dia mengotakan janjinya untuk berpindah dari vila yang menyimpan kenangan buruk buat wanita itu.Meskipun Quen masih dalam keadaan koma di rumah sakit,dia tetap bolak balik dari rumah baru mereka ke kerumah sakit tanpa ada rasa lelah sedikit pun.
Dia benar-benar memperjuangkan cintanya pada Quen.Viona,wanita itu sudah mendapat pelajaran dari Tuan besar Aldeberght.Karirnya hancur kerana terjebak dengan khasus narkorba.Iyanya bukan kebetulankan atau jebakkan,tapi hal yang sesungguhnya yang pernah dilakukan olah wanita itu sejak dulu hingga kini.Kerana itulah nyonya Aldeberght tidak pernah menyukainya.
Hanya setelah kebenaran terbongkar barulah Arga membuka matanya lebar-lebar akan kesalahan yang pernah dia lakukan di masa lalu.Dan terlebih lagi pada Quen yang tidak pernah dia mulai dengan mendalam.
"Sayang,sudah hampir satu bulan kamu seperti ini.Apakah kamu sudah menyerah pada dirimu sendiri?Apa kamu tidak bosan terbaring seperti ini.Apa kamu tidak memiliki keinginan yang belum kau penuhi dan mau ngelakuinya?Aku siap kapan aja kok nemenin kamu.Kamu sadarlah yah,"Ucap Arga sambil mengelap tubuh Quen dengan handuk basah.
Dia sudah kehabisan kata-kata untuk menyokong wanita itu agar membantu wanita itu pulih kembali.Keadaan Quen sudah baik-baik.Tapi yang anehnya dia masih tidak bagun dari komanya.
Dokter mengatakan iyanya tergantung kepada psikologis wanita itu.Jika wanita itu tetap kukuh dengan dunia khayalannya di sebelah sana,sampai kapan pun dia tidak akan terjaga dari komanya.Namun jika dia memiliki tujuan hidup untuk bangkit kembali,ada kemungkinan dia akan sadar dari komanya.Itu tergantung kepada pasiennya sendiri.Bagaimana respond otaknya untuk bekerja.
"Sayang,aku sudah mempersiapkan tempat baru kita.Aku harap kamu menyukainya.Dokter bilang kamu sudah sehat.Dan kamu bisa pulang kapan pun.Jadi sebaiknya kita rehat saja dirumah baru kita yah."Ucap Arga lagi.Setelah menggantikan dan merapikan pakaian yang dipakaikan pada Quen,dia lalu memberesi semua keperluan wanita itu.
"Petang nanti,kita sudah dibolehkan pulang.Aku tidak mau kau merasa bosan disini.Bau-bau obat disini begitu tidak menyenangkan.Gimana kamu bisa pulih jika terus mencium bau obat yang memualkan seperti ini sedangkan kamu sudah baik-baik saja."Ujar Arga lalu mengelus pipi tirus milik Quen.
__ADS_1
Dilabuhkannya ciuman hangat nan lembut pada bibir merah jambu milik Quen.Me****tnya sekilas dan dilepaskannya kembali.Rona diwajah wanita itu sudah mulai baik dan tidak sepucat kali pertama dia dikejarkan ke rumah sakit sebulan yang lalu.
"Sayang,semoga cinta itu akan sentiasa menjadi milik kita."Bisiknya begitu dekat di telinga Quen.Secara replek Quen merespond dengan menggerakkan jari-jarinya sedikit.Cuma sedikit dan hampir tidak terlihat.Namun sayangnya Arga tidak sadar akan hal itu.
*******
"Al,hari ini Quen dibenarkan pulang dari rumah sakit.Apa kau punya waktu untuk mampir sebentar?"Tanya Sandra disebalik panggilannya kepada Allana.
"Aku akan pergi jika Arga tiada disana.Melihat wajahnya,aku khawatir tidak bisa menahan emosiku dan lalu menghajar dia ditempat."Ucap Allana dengan emosi yang hampir meledak disaat mendengar perkataan 'rumah sakit.'
Beberapa minggu yang lalu,disaat Quen dikejarkan kerumah sakit,terjadi pertengkaran hebat diantara Allana dan Arga.Allana dengan kemarahan yang membuak-buak memberi tojokkan di pipi pria itu sehingga bibirnya terluka.Meskipun terjadi arguman antara mereka,yang mengalah lebih banyak adalah Arga.
"Baiklah,terserah kamu aja."Jawab Sandra sebelum mematikan panggilan telefonnya.
******
Arga meletakkan tubuh ringkih Quen dengan hati-hati diatas ranjang agar wanita itu tidak kenapa-napa sewaktu dia memindahkannya dari mobil ke atas ranjang milik mereka.Mulai sekarang,mereka akan tinggal sekamar dan dia sendiri akan mengurusi keperluan wanita itu nanti dan kedepannya sehinggalah istrinya itu tersadar kembali dari komanya.
__ADS_1
"Sayang,mulai sekarang kita akan tinggal di vila ini.Dan mulai dari detik ini aku akan penuhi janji-janji yang pernah kau titipkan disetiap ulangtahun kita sebagai suami istri yang tidak pernah aku kabulkan selama ini.
"Janji pertama,hadiah ulangtahun pertama.Jam tangan kesukaan ku.Iyanya elegant sekali sayang.Mulai sekarang,aku akan lebih menghargai waktu kita bersama-sama.Yah,meskipun kamu emm..baring kayak baby doll seperti ini."Selorah Arga lalu mengelus pipi serta merapikan poni milik Quen agar wajah wanita itu jelas terlihat di matanya.
"Janji kedua,hadiah ulangtahun kedua.Mulai sekarang,kita akan bina semula memori indah kita bersama-sama tanpa melewatkan apa-apa pun yang indah menurutmu.Setiap kenangan manis,waktu berharga akan menjadi lebih bermakna jika ada kamu disampingku.Detik ini,aku akan memotret semua saat kita."
Arga lalu mengambil ponselnya dan lalu memotret gambar mereka bersama-sama.
"Ini akan menjadi memori pertama kita."Ucapnya lalu mencium dahi Quen dengan penuh rasa cinta.
"Janji ketiga,ulangtahun ketiga dan buat selama-lamanya.Mulai saat ini bukan kamu yang mengikat ku,melainkan aku yang akan mengikatmu.Meskipun waktu lalu aku masih kesal akan janji kamu yang pernah kamu tuliskan pada kad ucapan itu dan memilih untuk pergi.Namun sekarang aku benar-benar bersyukur,setelah kau pergi dan kembali aku merasa hidupku lebih bermakna kerana diberikan peluang kedua sekali lagi untuk mengejarmu.Sayang.."
Arga menjeda ucapannya,mengambil tangan kanan Quen dan lalu meletakkan di dada kirinya.
"Degupan jantung ini,mulai sekarang akan menjadi milikmu.Jika kau sakit,aku juga turut merasa sakitnya.Jika kau sedih,aku akan merasa setiap getaran kelam didalamnya.Jika kau pergi,lebih baik aku mati dari aku terus merana kerana kehilangan arah tuju hidupku."Ucapnya lirih.
Tanpa sadar air matanya mengalir ke pipi.Dadanya merasa sesak disaat melihat tubuh kaku tidak bergerak dari wanita yang mulai dicintainya sepenuh hati.Didakapnya erat tubuh Quen menyalurkan rasa rindunya pada sang istri.
__ADS_1
"Sayang,maafin aku.Maafin segala salahku.Maafin aku kerna udah bikin kamu seperti ini.Maafin aku."
❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung...