
"Pa,apa papah benar-benar mau membawa Quen kembali ke kediaman Smith?"Tanya Shery ibu kandung Danvern kepada Samuel Smith dengan raut wajah yang enggan.
"Iya.Sudah lama dia hidup seorang diri diluar sana.Bahkan perusahaan ini juga miliknya.Apa hak kita untuk mengambilnya dari Quen.Kita itu cuma menjaga amanah dari arwah Denson sehingga usia Quen duapuluh satu tahun dan bisa mengurus perusahaan dengan bimbingan kita."Ujar Samuel kepada istrinya.
"Tapi pah,diakan sudah lama pergi dari kediaman ini.Dia sama sekali tidak layak untuk berada disini lagi."Tukas Shery.
"Mah,jaga bicaramu.Meskipun dia tidak tinggal dikediaman ini,tapi soal perusahaan,itu bukan milik kita.Apa yang mamah perolehi selama ini masih tidak cukup sehingga mau merebut bahagian Quen.Itu salah mah.Mamah tidak punya hak sama sekali untuk menyentuh apa yang menjadi milik Quen."Tukas Samuel yang tidak suka arah perbicaraan Shery.
"Terserah papah.Mamah tidak mau dia tinggal disini jika dia masih mau kembali ke kediaman Smith."Bentak Shery tidak suka.
"Bukan kuasa mamah untuk menentukan semuanya."Tukas Samuel lalu membenarkan ucapan istrinya yang keran kepala itu.
Dia lalu masuk keruangan kerja miliknya tanpa mempedulikan hari Shery yang terlihat kesal dengan apa yang suaminya katakan sebentar tadi.
********
"Bi,apa Quen sudah pulang kerja?"Tanya Arga sebaik saja dia sampai di rumah mereka.
"Sudah tuan.Tapi nyonya keluar lagi setelah bersiap-siap."
Arga mengerutkan alisnya.Seingatnya hari ini mereka tidak memiliki apa-apa acara.Lalu kemana istrinya itu pergi setelah pulang dari kerja.
"Bi,apa bibi tau kemana Quen pergi.Atau apa Quen mengatakan apa-apa sebelum dia pergi?"Tanya Arga lagi.
"Tidak tuan.Nyonya cuma bilang mau keluar untuk menemui seseorang.Tapi dia gak bila mau ketemu sama siapa."Ujar bi Som lagi.
"Oo,benar bi."Jawabnya lirih.
Ada raut kekecewaan tercetak jelas diwajah tampan pria itu.Dengan langkah yang gontai,dia menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai atas tanpa semangat.
Klekk!!
Kenop pintu kamar mereka terbuka.Dia menatap lurus ke kamar tidur mereka yang sepi tanpa sesiapa yang menantinya disitu.
__ADS_1
"Quen,kemana aja kamu pergi?Kok gak bilang sama aku kalo kamu ada janji sama orang lain?"Bisiknya pada diri sendiri.
Arga meletakkan tas kerjanya di atas meja dengan malas.Kemudian dengan gerakkan yang lambat,dia membuka satu persatu pakaian kerjanya dengan begitu malas sebelum ekor matanya menangkap sesuatu diatas ranjang.
Sontak itu Arga menoleh ke arah ranjang.Ada setelan serta kelengkapan lainnya diletakkan bersama-sama.Ada coretan yang ditinggalkan oleh Quen disana.
SAYANG,RAPIHKAN DIRIMU DAN PAKAILAH APA YANG SUDAH AKU PERSIAPKAN.KEMUDIAN DATANG KE RESTO BLACK PEARL INN.JANGAN LUPA BAWAIN BUNGA.
Di akhir pesanan itu diletakkan tanda hati dan emotikon senyum.
"Sayang,apa yang kau rencanakan?"Bisik.Arga lalu tersenyum.Wajahnya yang muram tadi berubah menjadi cerah kembali.Tanpa mengulur waktu,dia lalu masuk kedalam kamar mandi setelah melucutkan semua pakaiannya dan meletakkan di dalam keranjang pakaian yang kotor.
Setelah selesai bersiap-siap,Arga menyalakan mobilnya sebelum dia pergi.Setengah jam perjalanan,barulah dia tiba di restoran yang dikatakan oleh Quen.
"Atas resevasi siapa pak?"tanya pelayan restoran itu kepada Arga.
"Atas nama Quentessa Albrich Aldeberght."Jawabnya singkat.
Langkah kaki mereka terhenti di sebuah kamar VVIP yang sudah ditempah oleh Quen.Dengan rasa penasaran,Arga melangkah masuk ke dalam ruangan itu dengan hati yang berdebar-debar.Di satu sudut dengan pemandangan tembus pandang dari sana,cukup membuatkan Arga terkagum-kagum ditempat.
Mana tidaknya kagum,disana Quen dengan dress malam cantik berwarna biru tosca, sedondon dengan setelah yang iya pakaikan kini.
"Sayang,kamu begitu cantik sekali."Sapa Arga lalu mengucup bibir merah muda milik istrinya.
"Ini buat kamu."Ucapnya lagi lalu menyerahkan sebuket mawar hijau kepada Quen.
"I love it.Mawar hijau bermaksud cinta hingga ke syurga.Semoga cinta kita tidak akan pernah pudar meskipun sudah tiada di dunia ini."Ucap Quen lalu mencium pipi Arga sebagai balasannya.
"Sayang,kok gak bilang mau ngajakin makan malam disini.Mana pada romantis lagi.Aku jadi gak nyaman jadinya.Padahal aku seorang pria.Tapi yang melakukan hal romantis seperti ini malah kamu "Ucap Arga lagi.Tanpa sadar dia menyalahkan dirinya sendiri.
Quen bangkit dari tempat duduknya dan berjalan pelan-pelan mendekati Arga.Kemudian dia duduk dipangkuan Arga tanpa ada rasa malu dan canggung.
"Apa cuma kamu saja yang bisa nyediain makan malam romantis?Apa aku tidak dibenarkan mengambil inisiatif untuk suamiku sendiri?"Bisik Quen dengan nada sensualnya.
__ADS_1
"Oh,s***t.Ternyata dia sedang menggoda ku."Umpat Arga dalam diam.Namun tidak mengurangkan rasa senangnya akan sikap Quen.
"Tidak masalah.Asalkan sayang senang hati.Malah aku juga merasa senang dan bahagia.Ternyata istriku yang begitu pelit menunjukkan kasih sayangnya tidak menyangka dia sebenarnya pandai menggoda dan mengombal."Bisik Arga ditelinga Quen dan menyebabkan wajah sang istrinya merona merah kerana malu.
"Apa kau lupa hari ini hari apa?"tanya Quen sambil memperbetulkan dasi Arga.
"Hari apa?"Tanya Arga cemberut sehingga kerutan di dahinya itu jelas kelihatan.Tanpa dia sangka,sekali lagi Quen menempelkan wanita itu pada bibirnya dan bermain-main seketika disana.
"Kau semakin menggoda ku sayang.Aku takut jika kita tidak bisa makan malam."Bisik Arga lagi.
"Dasar.Pikirannya gak jauh dari se******an."Oceh Quen lagi.
"Jadi sekarang mau sayang apa?Apa menginginkan sesuatu?"Tanya Arga sambil mengelus lembut pipi istrinya itu.
"Aku tidak mau menginginkan apa-apapun.Cukup cuma ada kamu sentiasa disampingku.Itu udah cukup.Hanya saja malam ini,aku mau memberikan hadiah spesial buat kamu."
"Ooo..Hadiah apa?Untuk apa?"Alis Arga mengernyit penasaran.Terasa tangan wanita itu menyematkan sesuatu pada dasinya.Pin dasi yang terukir initial AV.
"Happy birthday,hubby."
❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung..
♥️♥️♥️Jang lupa untuk
❤️❤️❤️like👍
♥️♥️Vote
❤️ komentar
♥️♥️♥️♥️Dan jangan lupa mampir ke karya terbaru dari author yang lain dari kebiasaan author sendiri.Mohon dukungannya juga yah.🥰🥰
❤️WRITER HORROR STORIES
__ADS_1