
Ting!
Detingan bunyi bel lift menandakan mereka telah tiba dilantai yang ditujui.Sebaik saja pintu lift terbuka,tampaklah pemandangan yang indah di atas atap gedung hotel tersebut.
Meja dan krusi tersusun rapi dan kemas.Keindahan atap gedung ini bisa diibaratkan taman kecil di tengah kota.Begitu cantik dan indah dengan pot-pot bunga yang sedang bermekaran.
"Apa yang kita lakuin disini?"Tanya Quen disaat Arga mengheret paksa dirinya keluar dari lift.
"Menikmati pemandangan waktu malam."Jawab Arga singkat.
"Duduklah.Sebentar lagi akan ada pelayan datang kemari untuk menghantarkan makanan buat kita.Quen,kita makan malam bersama disini yah.Tadi aku lihat kamu agak canggung di pesta.Jadi aku membawa kamu kemari untuk lebih santai dari dibawah tadi."Kata Arga lalu menarik salah satu krusi untuk menjemput Quen duduk.
"Tapi aku.."
"Please,jangan menolak oke."Ujar Arga memelas.
"Baiklah."Jawab Quen pasrah.
"Tempat ini cantik sekali.Apa kamu selalu kemari?"Tanya Quen sebaik saja mereka duduk di salah satu meja yang dikelilingi oleh pokok bunga yang merambat ke tempat yang sudah dibina seperti kerangka rumah.
__ADS_1
"Tidak juga.Tempat ini perlu ditempah sebelum melakukan apa-apa acara disini."Terang Arga.
"O..jadi kamu sudah menempah awal tempat ini juga?"Tanya Quen pula.
"Kau tau hari ini adalah perasmian gedung perusahaan terbaru ku.Jadi wajar juga jika aku menempah tempat ini untuk kegunaan peribadi mahupun jika ada pesta mendadak berubah ataupun sebagainya."
Quen hanya mengangguk kepalanya untuk mengiakan kata-kata Arga.Sebenarnya dia terasa malas untuk melendani sikap pria ini.Namun setelah diculik dari pesta apa yang perlu dia lakukan lagi melainkan mengikuti kehendak pria ini.Entah besok ataupun nanti,pasti dia akan berhadapan dengan pria lalunya ini.Dia tidak selamanya akan menghindari Arga terus-menerus.
"Quen,dua tahun ini apa khabar mu?"Tanya Arga sebaik saja acara makan malam mereka mulai.
"Seperti yang kau lihat.Aku baik-baik saja."Jawab Quen sambil mengunyah makanannya pelan-pelan dan santai.
"Bukankah kita sudah bercerai?Aku sudah menandatangani aktenya.Lalu apa lagi yang Tuan mahukan lagi?"Kata Quen terus kepada inti percakapan mereka.Ada perasaan tidak sukanya disaat Arga membahas apa yang sudah berlalu.
Dari awal pertemuan mereka setelah Arga mengetahui identitasnya,dia menebak pasti semuanya tidak akan berakhir dengan mudah.Dia amat mengetahui sikap keras kepala pria itu.Hidup bersama selama tiga tahun dengan pria itu, membuatkan dirinya mengetahui sikap dalaman dan luaran Arga.
"Quen,aku tidak pernah menandatangani surat cerai itu.Sejak kamu pergi,aku hanya menyimpannya di kamar kamu.Andai pun kita bercerai,ianya tidak akan pernah sah kerana kamu tidak pernah menghadiri persidangan cerai ini.Jadi semuanya tetap sia-sia meskipun kamu udah menandatangani akte cerainya.Dan secara tidak langsung,kamu masih istri sah ku."Kata Arga panjang lebar.
Mendengar penjelasan dari Arga,sendok yang dipegangnya turut terjatuh keatas piringnya.
__ADS_1
"Ka..kamu bilang apa?Kamu tidak pernah menandatangani akte itu?Mengapa kamu tidak lakukannya?Bukankah aku sudah memberi kamu kesempatan untuk bersama dengan Viona.Sekarang tiada siapa yang bisa ngelarang kamu untuk ngelakuin apa yang kamu mahu."Tukas Quen sambil mengebrak meja tanpa sadar.
"Dia bukanlah kamu.Aku tahu aku pria yang tidak baik.Aku orang yang tamak.Tidak akan pernah puas dengan apa yang pernah aku lakukan.Namun setelah kamu pergi,baru aku sadar bahawa kamu lebih baik dari itu."Ujar Arga lalu meraih tangan Quen.
"Viona bukanlah wanita yang bisa berkomited tentang sesuatu hal.Dia tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki.Viona memiliki ambisi yang besar dalam mengejar kariernya."
"Bukankah kalian sudah punya Qarin.Bagaimana seorang ibu bisa mengabaikan tanggungjawab kepada anaknya.Dan bukankah kamu juga mencintai dia.Seharusnya kamu mengambil kesempatan ini untuk hidup bersama-sama dan membina keluarga kecil kamu sendiri."Kata Quen lagi.
"Aku sudah coba Quen.Tapi setelah kau pergi,dia juga pergi.Dia kembali setelah hampir setahun menghilang diri.Dan disaat dia kembali, dia melahirkan Qarin dan menitipkan anak itu untuk aku jaga.Meskipun Qarin anak kandungnya sendiri,anak itu tidak terlalu suka dengannya.Qarin balita yang keperibadiannya sedikit tertutup pada orang luar.Namun,disaat bersama kamu,dia seperti anak pada umumnya yang butuh kasih sayang seorang ibu."Terang Arga dengan panjang lebar.
"Lalu apa yang kau inginkan Ga? Seharusnya kamu movie on saja dari semua ini.Aku sudah ngelakuin bahagianku.Kamu juga seharusnya ngelakuin bahagian mu.Apa dua tahun itu tidak cukup untuk kamu merenung dan menenangkan diri?Mengapa aku harus kembali kepada mu?Berikan aku alasan mengapa aku harus percaya kepada kamu?"Pinta Quen sambil menatap manik coklat gelap milik Arga.
"A..aku..,"Arga kegalapan untuk menjawab soalan yang Quen lontarkan kepadanya.
Alasan?Apa alasan yang harus dia berikan kepada wanita itu agar mereka dapat hidup kembali seperti lima tahun yang lampau.Dia juga tidak tahu alasan apa yang harus dia katakan untuk mendapatkan Quen kembali.
"Kau tidak tahu jawabannya bukan?Jadi sebaiknya,kamu tandatangani akte cerai itu dan kita akan akhiri semuanya dengan mudah."Kata Quen lalu berinsut pergi dari tempat itu.
"Tidak,aku tidak akan lakukannya.Jika tidak aku akan menyesalinya seumur hidupku."Teriak Arga sebelum siluet wanita itu hilang ditelan pintu lift.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️ Bersambung...