
"Chris!apa kamu sudah tiba di cafe?Aku masih lagi di jalan.Dua menit lagi aku tiba disana."Ucap seseorang dari ponsel Christian yang dia pegang kini.
"Baiklah.Aku sudah berada dicafe.Jangan telat ya.Yang lain juga sudah hampir sampai.Cuma kamu saja yang masih di jalanan."Ujar Christian lalu matikan ponselnya setelah cukup memberi informasi yang harus diberitahu.
Sementara menunggu tiga orang sahabatnya,Christian memesan segelas es jeruk untuk melegakan tenggorokan yang haus.
Tidak berselang lama,dia melihat sosok wanita yang amat dikenali olehnya.Wanita itu sedang tersenyum sumrigah dengan dua wanita lainnya.Mungkin teman-temannya.Melihat dari hubungan mereka yang terlihat akrab sudah pasti mereka ini mengenal sosok wanita itu banyak tahun.
Christian menatap intens wajah wanita itu.Wanita yang sudah lama ingin dikejarnya.Wanita yang memiliki sikap cuek kepada kaum pria.Wanita yang dingin tapi memiliki pesona tersendiri.Seorang yang serius dan tegas jika menyangkut soal kerja.
Orang yang berdaya saing,sentiasa kreatif dan pinter.Wanita itulah yang sudah mengharumkan nama perusahaan miliknya dengan memenangi beberapa tender penting untuk meningkatkan potensi perusahaan mereka dalam pereka dalaman.Wanita itu adalah Quentesa yang mesra dipanggil Tess.
Melihat wanita itu tertawa lepas di hadapan teman-temannya.Terlihat begitu bahagia sekali.Wajah yang dingin itu bisa tersenyum indah, sesiapa saja yang mengenalnya mana mungkin bisa melepaskan pemandangan yang langka ini.Harus dinikmati sebelum keindahannya menghilang.
"Halo bro.Lagi lihat apa!"Sapa seorang lalu menepuk pundaknya.
"Oh,hai!Jay.Udah dateng kalian."Sapanya kembali.
"Lagi lihat cewek bro."Tanya Arga pula.
Christian tersenyum.Dia menengok kearah meja dimana Quen dan teman-temannya duduk nimbrung di cafe yang sama.
"Loh,itu bukannya Nona Tess ya.Pereka perusahaan kamu yang terkenal itu.Lagi ngapain dia disini?"Tanya Jay.
"Dia sama aku dipindahkan ke perusahaan disini.Ya,gak hairanlah akan lihat dia ada disini."Tukas Chris lagi.
__ADS_1
"Wow,bro lagi ngelihat siapa?"Tanya seseorang dari arah belakang mereka bertiga.Ternyata itu Max.Sang teman yang pintar dan periang.Jika ada masalah, apa-apa bisa dia selesaikan.
"Tuh!"Tunjuk Jay dengan dagu.Tepat dimana Quen dan dua temannya duduk minum dan makan.
"Aduh,ada cewek cakep.Mau diapain bro.Mau kenalan?Mau coba?"Tanya Max lalu mengeluarkan jurus penawan hati wanita.Dengan penuh percaya diri,Max melangkah kearah meja Quen.Namun dia ditahan oleh Christian kerna sang sahabat itu belum lagi kenal akan wanita yang menjadi incarannya.
"Isshh.Kamu ini.Kata cinta.Tapi gengsi ngaku suka."Ledak Arga.
"Buka itu.Tapi lihat tuh."Ujar Christian lagi sambil menunjuk kearah Quen yang sedang berdiri dan lalu duduk dihadapan piano.
"Lagi ini saya tujukan kepada orang yang selalu ada dan mencintai diri saya."Ucap Quen.
Melodi indah yang tercipta dari alunan musik berasal dari piano yang Quen mainkan benar-benar membuat orang jatuh cinta.Sungguh indah sekali.Serasa dibawa ke alam bawah sadar,mengimbau kenangan lalu yang penuh warna warni cinta.
Christian yang tidak pernah mengenal sisi tersembunyi Quen begitu kaget dengan sikap santai wanita itu.Sungguh bukan diri Quen yang sehari-harian di kantor.Dingin dan cuek.
Kedengaran tepukkan tangan menggema di suruh cafe kerna presentasi Quen sebentar tadi turut membuyarkan lamunan Christian.Bahkan ketiga-tiga orang sahabatnya.
"Ternyata dia pandai bermain piano."Guman Christian dengan senyumannya.
Namun berlainan dengan Arga dan Max.Kedua-dua sahabat itu tampak shock mendengar alunan lagu itu seolah-olah lagu tersebut mengingatkan akan masa lalu mereka.
"Aku harus cari tahu tentang wanita ini.Mengapa dia begitu tidak asing bagiku."Guman Max di dalam hati.
"Mengapa aku terasa mengenali wanita ini.Seolah-olah diantara kami pernah mengenali sesama sendiri dimasa lalu."Bisik Arga di dalam hati pula.
__ADS_1
"Hey!Kalian lagi ngapain.Mau nasir orang kesukaan aku ya!Nih!aku kasi tau kalian yah,dia adalah orang yang aku suka.Jadi jangan pernah bermimpi mau mencoba untuk dekatin dia."Ujar Christian yang agak blak-blakkan sekali.Apa lagi disaat ini dia melihat Mas dan Arga menatap Quen dengan penuh minat.
"Huss!ogah.Siapa yang nasir?Aku cuma terpesona dengan alunan musiknya.Yah,kalo kamu belum bisa dapetin dia,aku juga gak keberatan untuk mencoba kok."Ujar Mas mencoba menjaili Christian.
"Hey!awas kamu yah."Desis Christian tidak suka.
Keadaan yang tegang sesaat tadi menjadi hangat lagi setelah puas menjaili Christian.Sang teman yang gengsi mengaku mulai jatuh cinta kepada designernya itu.
"Bung,bisa tolong gak.Minumannya ini dikasi ke meja sana."Pinta Christian memberi perintah kepada pramusaji untuk memberikan sebotol wine kepada Quen dan teman-temannya.
"Baik tuan."Jawab sang pramusaji lalu menyerahkan pesanan Christian ke meja Quen.
Di meja Quen.
"Wah, ternyata kamu masih seperti dulu.Masih lagi mantap seperti dahulu.Lagu kesukaan aku seperti biasanya."Kekeh Alana.
"Bukan cuma kamu.Aku juga.Rasanya seperti kita masih lagi dibangku kuliah."Timpa Sandra pula.
"Kalian ini ada-ada saja.Kalian memang teman yang berpengertian."Imbuh Quen pula.Merek bertiga tertawa lepas dan mengobrol dengan santainya tanpa memperdulikan orang lain.
"Maaf nona jika saya mengganggu kenyamanan kalian.Ini ada titipan buat nona dari meja sana."Sang pramusaji menunjukkan kearah meja Christian dan teman-temannya berada.
Quen menengok kearah mereka.Ternyata sang bosnya yang mentratir minuman tersebut.Dari sudut sana dia bisa melihat Christian mengangkat gelas wine kearah Quen dengan mengatakan selamat.
Melihat kesopanan yang ditunjukkan oleh Christian,Quen melakukan hal yang sama kearahnya.Mengangkat gelas wine kearah Christian sebagai tanda selamat.
__ADS_1
Namun senyuman Quen tiba-tiba mati disaat dia melihat wajah lain yang tidak asing di pikirannya.Wajah pria yang selalu menjadi mimpi buruknya.Pria yang pernah menyukai dirinya.Pria itu adalah Arga Valderiz Aldeberght.