KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
MALAM YANG EROTIK


__ADS_3

Setelah pertemuan secara tidak langsung dengan Quen,Danvern meminta tolong kepada Max agar dipertemukan dengan Quen.Manakala Quen sering menghindar diri dari pertemuan dengan Danvern kerana tidak mau ada hubungan dengan keluarga Smith lagi.


"Max,gimana caranya aku untuk menemui Quen.Papa pasti akan kecewa sama aku kerna tidak bisa memujuk Quen untuk kembali ke kediaman Smith."Ucap Danvern seakan-akan berputus asa.


"Kau tidak boleh memaksanya Dan.Apa kau tau sebabnya Quen pergi?"


"Ya,aku tau.Dia pasti merasa malu kerana orang tuanya terlibat dalam kasus korupsi.Tapi bukankah masalah itu telah selesai dan papanya terlepas dari tuduhan itu dan tidak bersalah.


"Kau salah Dan.Quen pergi bukan kerana itu.Dia pergi kerna merasa putus asa dengan keluarganya sendiri yang mencaci,memojokkan dan juga menghinanya disaat dia memerlukan dukungan dari keluarga sendiri.Apakah kamu bisa bertahan dengan hinaan sesorang atas kesalahan orang lain meskipun keluarga sendiri.Susah pasti gak bisa kan?Jika dia tetap tinggal,pasti kalian akan menyalahkan dirinya atas apa yang telah terjadi meskipun kenyataannya papa dia hanya menjadi kambing hitam oleh seseorang."Jawab Max memberi jawabannya.Dia menjeda ucapannya sebelum dia berbicara lagi.


"Aku tidak tau sekeras apa kehidupannya setelah pergi dari kediaman Smith,tapi setelah aku mengenalinya,dialah wanita yang berhati baja,keras dan kental pada hidupnya sendiri.Dia seorang yang mandiri.Jika aku lihat dari sikap dan penampilannya kini,aku pasti dia tidak akan mau kembali ke kediaman Smith.Dia rela lepaskan semuanya agar tidak tertimpa beban yang berat dari masa lalunya."


"Tapi Max,papa ku bersikukuh untuk menginginkan dia kembali."Terang Danvern lagi.


"Apa kau tidak mengatakan bahawa Quen sudah memiliki keluarga sendiri.Bahkan sudah punya anak untuk diuruskan?"Tanya Max lagi.


"I..itu..Aku belum mengatakan hal yang sebenar pada papaku.Jika dia tau pasti dia kecewa."Ujar Danvern sambil menekuk wajahnya.


"Yang harus kecewa itu bukan kalian,tapi Quen.Kalian tidak merasakan gimana berada di posisinya.Apa yang dia rasa.Apa yang dia alami."Oceh Max lagi.


"Lalu aku harus apa.Jujur saja aku kehilangan akal ku.Apa lagi Quen tidak mau menemui ku sama sekali."Jawabnya seakan putus asa.


"Arggg!!Terserah kamu.Kok jadi aku yang pusing mikirin masalah kalian."Cibir Max lalu membaringkan dirinya pada sofa yang ada diruangan kerjanya.

__ADS_1


******


"Sayang,ada apa?Tadi kamu makannya dikit saja.Apa kamu gak enak badan?Apa perlu kita check ke dokter?"Tanya Arga lembut namun tidak mengurangkan rasa kekhawatirannya pada sang istri.


Bahkan dia mengecek suhu di tubuh Quen dengan menempelkan punggung tangannya ke atas dahi sang istri.


"Aku tidak apa-apa.Aku cuma capek aja."Jawabnya pelan.


Arga merangkul tubuh Quen kedalam pelukkannya.Berbagi kehangatan rasa cinta serta kekhawatiran agar Quen merasa aman dan selamat.Dia tau sekarang ini Quen dalam masalah.Hanya saja dia tidak mau menanyakan lebih banyak kerana dia tidak mau memaksa kehendak Quen untuk bercerita.Dia pasti Quen akan menceritakannya sendiri tanpa perlu iya pinta atau desak.


"Ayo,kita tidur."Ajak Arga setelah itu.


"Ga,apa aku boleh peluk kamu malam ini?"Kata Quen secara tiba-tiba.Mendengar permintaan dari sang istri ini siapa yang tidak bahagia.Malah dia dengan senang hati merentangkan tangannya menyambut dakapan hangat dari Quen.


Tidak biasanya Quen meminta hal seperti ini kepadanya.Setiap malam,meskipun tidur didalam kamar yang sama,berbagi kasur yang serupa,namun melakukan hubungan intim seperti itu mereka belum pernah lakukannya.Yang ada hanyalah pelukkan ringan dan berbagi kucupan mesra.Ini kerana Quen masih lagi beradaptasi dengan sikap Arga yang menurutnya mau berubah demi dirinya.


"Ada apa dengan kamu,heumm.Apa ada masalah?Katakan apa itu.Mana tau aku bisa membantumu."Usul Arga lalu membalas pelukan Quen dengan erat dan lalu mengucup puncak kepala Quen dengan penuh rasa cinta dan kasih.


Untuk sesaat,Quen tidak segera menjawab pertanyaan Arga.Dia masih berpikir sama ada mau mengatakan hal Danvern atau tidak.


"Lupakan saja."Bisiknya lagi lalu mengabaikan niat asalnya kepada Arga.


Tanpa sadar,dia mengelus dada bidang Arga dan bermain-main disana sebentar.Arga yang menerima permainan tangan Quen hanya mengeram kesal akan kelakuan wanitanya itu sehingga berjaya memicu hasrat yang terpendam sejak dua tahun itu.

__ADS_1


Sa..sayang.Hentikan tanganmu.Tanganmu sungguh nakal sekali."Bisik Arga ditelinga Quen.


Sontak itu,Quen menghentikan gerakkan tangannya di bidang Arga.Wajahnya bersemu merah disaat Arga semakin gencar menggodanya.


"Kau terlihat sangat menggoda sayang?Apa kau tidak mau menghabiskan malam yang tenang ini dengan malam yang hangat dan erotik?"Goda Arga lagi.


"Ka..kau sengaja menggodaku?"Ucap Quen gelagapan dengan wajah yang sudah memerah seperti kepitang rebus.


Arga memperbetulkan posisinya menghadap Quen sehingga tubuh kekarnya sedikit lebih tinggi dari posisi Quen yang baring disampingnya.Arga menelusup tangannya kearah pipi Quen sehingga rambut wanita itu berada dicelah jari-jarinya.Kemudian dia memilin rambut wanita itu dan mencium aroma syampoo disana.


Quen yang diperlakukan dengan romantis oleh Arga merasa deg degan.Jantungnya berpacu tiga kali lebih cepat dari biasa.Kemudian pria itu dengan hati-hati menempelkan bibirnya dengan bibir sang istri.Memagutnya pelan-pelan sehingga iyanya berubah menjadi ciuman panas dan menuntut.


"Sa..sayang..apa kita bisa.."Arga tidak meneruskan ucapannya.Suaranya yang serak itu sarat dengan hasrat yang dia tahan.Dia tidak mau melakukan keputusan gegabah sehingga melukai hati dan perasaan Quen.


Setelah menimang beberapa hal sejak berbulan-bulan lalu,Quen memantapkan hatinya untuk menerima Arga dalam hidupnya.


Quen tersenyum menatap wajah Arga.Tangannya terulur meraba rahang kokoh milik pria itu dengan tatapan yang sulit diertikan.Dia menjajarkan kepalanya dengan wajah pria yang telah bergelar suaminya selama lima tahun itu.


"Lakukannya dengan hati-hati."Bisik Quen dengan wajah yang malu-malu disaat dia mengiakan permintaan Arga.


Malam itu mereka benar-benar melakukan malam pertama yang hangat dan erotik.Setelah bertahun-tahun yang berlaku dengan penuh cobaan,akhirnya Quen menyerahkan diri sepenuhnya kepada pria yang bergelar suaminya itu dan menjadi milik yang seutuhnya buat pria itu.


❤️❤️Gak usah ditebak yah apa yang terjadi selanjutnya..😂😂🥰

__ADS_1


❤️❤️❤️Jangan lupa dukungan buat author,ketik like disetiap bab,Vote dan komennya.


❤️❤️❤️Bersambung..


__ADS_2