KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
VIONA MEMBUAT ANGKARA


__ADS_3

"Hey bro.Akhirnya kamu nongol juga.Kemana aja kamu pergi beberapa minggu ini?"Tanya Max sebaik saja Arga menjatuhkan pantatnya ke atas sofa.


"Kau tidak tau bro,apa yang terjadi sama teman kita ini?"Sela Jay menimpali sapaan Max.


"Emangnya terjadi sesuatu?"Tanya Arga cemberut.Dia sama sekali tidak tau bahawa Jay sedang meledekinya.


"Apa yang telah terjadi?"Timpali Max pula.Rasa penasarannya semakin tinggi disaat menatap wajah Arga dan Jay penuh minat.Jay lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Max.Dan membisikkan sesuatu kepada temannya itu.


"Yang benar kamu?Kamu gak bercanda bukan?"Pekik Max sembari menatap wajah Arga dengan intens.


"Apa benar Ga,"Tanya Max setelah itu.


"Bener apa nya.Jay!kau ngomong apa sih sama Max?Awas deh kamu yah,nyeritain macem-macem.Mau ku tabok yah kepalamu,"Ancam Arga.


Sadari dari tadi,Christian hanya menyimak obrolan ketiga-tiga temannya itu.Rasa males menanggapi obrolan ketiga-tiga pria itu yang begitu pamor baginya.


"Jay,kau ngomong apa sama Max."Tanya Arga sekali lagi.


"Dia bilang kau punya pacar baru.Cantik lagi.Kenal tadi mana?"Goda Max.


"Pacar?Apa pacar?Pacar kepalamu peyang."Cerca Arga.


"Eittt!Jika bukan pacar,lalu apa?Gak mungkin kamu menikah lagi dan sekarang udah punya istri."Tanya Max dengan alis yang sudah mengkerut.


"Bingo!"Kata Arga sambil memetik dua jarinya sehingga menghasilkan bunyi.


"Apa!Seriusan?"Pekik Max dan Jay bersamaan.Dua pria itu terpekik kaget setelah mengetahui rahasia Arga yang mereka tidak tau.


Namun tidak bagi Christian.Temannya yang satu ini terlihat santai dan mengacuhkan perbicaraan antara mereka bertiga yang menurutnya tidak begitu penting.


Yah,tidak penting menurutnya kerana patah hati.Hatinya sudah berlabuh pada tempat yang salah.Pelabuhan yang dia anggap sepi itu ternyata masih lagi punyai pemiliknya.Pelabuhan yang sepi ternyata menanti kepulangan bahtera untuk berlabuh disana.Bahtera rahasia yang tidak pernah diketahui oleh sesiapa sehingga kedatangan pemiliknya.


Sighhh!

__ADS_1


Christian menghela napas lesu.Hatinya yang sakit coba untuk direndamkan untuk seketika.Dia tidak mau mengundang kecurigaan kepada Arga,Max dan Jay.Terutamanya kepada Arga.Dia tidak mahu dianggap sebagai perebut milik orang sedangkan dia benar-benar menyukai Quen.


"Sejak kapan kamu menikah lagi.Kok gakda undangan?"Tanya Max lagi.


"Dasar,"Imbuh Jay pula.


"Chris,kau tau dan kenal siapa wanita itu?"Kini Max bertanya kepada Christian setelah menyadari temannya itu sadari diam dari tadi.


"Kenal!Begitu kenal sekali."Ucap Christian dengan wajah datarnya.


"What!Kau kenal? Siapa?"Pekik Max dan Jay serempak.


Sambil menghela napas kasar dan memutarkan bola matanya jengah akan sikap ingin tahu dua temannya itu,dengan engan dia menyebut nama Quen.


"Apa!Kau bercanda bukan?"Pekik Jay dan Max sekali lagi.


"Percaya atau tidak,itu terserah pada kalian.Aku sudah mengatakan apa yang harus aku katakan."Imbuhnya lalu mengedikan kedua-dua pundaknya tanda tidak peduli dengan tanggapan Max dan Jay.


"Jadi kau tidak pernah menceraikan istri kau itu?Wah,aku sungguh tidak mempercayai berita ini."Celetuk Max lagi.


"Terserah sama kalian percaya atau tidak."


"Sekarang udah sore.Aku mau pulang duluan.Kayaknya mamah dan istriku sudah pulang dari berbelanja sejak tadi."Ujar Arga santai.


"Cie,cie,cie.Udah ngaku punya istri.Sedangkan dulunya,dia dicampakkan seenaknya demi modelling hot tuh."Sindir Jay.


"Awas bibir tuh yah.Ku cabai nanti baru tau."Ujar Arga yang tidak mengubris candaan dari Jay meskipun apa yang dia katakan itu ada benarnya.


Di halaman vila Arga,Viona melangkah luar dari mobil sedan mewahnya dengan berdandan sedikit sexy dan mewah.


Dia mendapati Quen masih berada di teras rumah seakan-akan menyambut kedatangan ke villa itu.


"Ck,Ck,Ck.Tau diri juga kamu yah.Aku tersanjung kerna kau sendiri yang menyambut kedatangan ku kemari.Jadi aku tidak perlu repot-repot menyuruh orang untuk memanggilmu.Bukankah seharusnya title pembantu rumah itu cocok buat kamu?"Sindir Viona sejak pertama mereka ketemu sore itu.

__ADS_1


Melihat majikannya dibully oleh Viona,bi Som mau angkat bicara.Namun ditegah oleh Quen.


"Bi Som,biarin aja.Hanya anjing liar saja yang berani mengonggog ditempat yang tidak seharusnya.Jadi gak usah terlalu mengkhawatirkan hal itu.Jika ada tulang,pasti dia akan bertindak lebih kejam lagi."


Sindiran tajam dari Quen menyebabkan Viona mati kutu.Bahkan bi Som dan pak Billy sudah memendam tawa agar tawa mereka tidak pecah.


"Kau,kau mengatakan aku anjing?Kurang ajar kamu."


Tangannya terangkat menampar wajah Quen.Quen sama sekali tidak menghindari tangan wanita itu untuk tidak hinggap di pipi mulusnya.Dia punya rencana tersendiri untuk menyingkirkan Viona tanpa perlu menguras tenaga ekstra.


"Bi Som,lihatlah anjingnya mulai mengigit.Sepertinya dia sudah tidak lagi disayangi oleh tuannya,oleh itu dia mencari mangsa untuk melampiaskan kekesalannya."


Sindiran Quen tidak terhenti disitu saja.Malah banyak lagi sindiran yang dia katakan kepada Viona sehingga wanita itu benar-benar marah.Sejak tadi Quen sudah melihat bayangan Qarin keluar dari mobil.Dia merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan Viona meskipun anak kecil itu terlibat sama.


Viona mengangkat tangannya lagi untuk memberi Quen pelajaran.Disaat tangan Viona mendekat dengan wajahnya,dia pura-pura jatuh ke lantai.


"Mami!mami!"Teriak Qarin dengan tatapan yang kaget kerana melihat Viona melakukan kekerasan terhadap Quen.


Viona menyangka Qarin berlari kearahnya dan dengan tangan yang terbuka luas dia mau memeluk balita itu sebagai kartunya untuk menyindir Quen.Dia belum puas melampiaskan amarahnya.Dia tahu,Quen hanya berakting.Tamparannya hanya terkena sedikit saja pada hujung kukunya.


Akibatnya wajah putih mulus dan cantik Quen memerah dan sedikit terluka akibat goresan hujung kuku Viona.


"Mami!mami!"Panggil Qarin lalu memeluk tubuh Quen dan terisak dipelukkan wanita yang sudah terjatuh ke lantai yang dingin itu.


"Arin!Kemari kamu!Dia bukan mami kamu.Aku itu baru ibu kandungmu."Bentaknya dengan suara yang agak keras.Tubuh Qarin terlonjak kaget kerana teriakkan nyaring dari Viona.Bahkan tubuhnya gemetaran kerana takut.


"Viona!Kamu benar-benar keterlaluan."Pekik Quen lalu menutup telinga Qarin agar balita itu tidak mendengarkan suaranya yang nyaring membentak Viona.


Belum sempat Quen memarahi Viona akan sikap keterlaluan Viona,satu bariton dalam menggelegar di dari arah halaman vila.


"Ada apa semua ini!"


❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2