
Kini sudah dua hari Quen terlantar dirumah sakit.Saat ini,kerjasama antar DN GREED DESIGNER dengan ALDEBERGHT CORP,terpaksa diambil alih oleh pegawainya yang lain untuk menggantikan Quen.
"Suster,dimana ruangan pasien bernama Tessla Albrich?"Kedengaran suara wanita samar-samar kedengaran di daun telinga Christian disaat dia melangkah keluar dari kamar rawatan Quen.
"Maaf,apa anda temannya Tess?"Tanya Christian sebaik saja menghampiri dua orang wanita yang berdiri dihadapan meja admisterasi di lantai itu.
"Ya,benar.Apa anda yang menelefon saya?"Tanya Sandra.
"Ya,saya.Maaf,saya tidak bisa menemukan ahli keluarga Tess.Saya dapetin nomor kontak kalian di ponsel Tess.Hanya itu saja yang bisa saya lakukan untuk Tess."Terang Christian.
"Maaf,pak.Anda siapa yah sama Tess?"Tanya Alana pula.Wanita yang bertanya ini seolah-olah sudah terpaku pada ketampanannya Christian.Ketampanan yang tiada tolok bandingnya.
"Saya Christian.Atasan Tess."Jawabnya singkat lalu menghulurkan tangannya untuk bersalaman seraya memperkenalkan diri kepada dua orang di hadapannya ini.
"Kenalin saya Sandra dan ini Alana."Jawab Sandra sopan.Melihat tiada respon pada Alana,Sandra menyengol lengan temannya itu agar tidak terlihat konyol dihadapan boss Tess.
"Oh,ya pak.Saya Alana."Jawab Alana dengan cengesannya.
"Gimana keadaan Tess pak."Tanya Sandra setelah mereka berada di kamar rawatan Quen.
__ADS_1
"Dokter bilang dia mengalami pasca trauma perasaan berat,hipertensi dan depresi."
Belum sempat Christian menyudahkan bicaranya,Sandra dan Alana memekik setempak.
"Apa!Mengapa keadaannya seperti ini."Tukas Sandra meminta penjelasan.
"Saya juga tidak tahu.Sewaktu kita keluar,dia baik-baik saja.Setelah saya menghantarnya pulang,tiba-tiba dia menelefon saya meminta pertolongan.Setibanya di apartment milik nya,dia sudah tergeletak lemah diatas lantai marmer yang dingin.Kondisinya agak mengkhawatirkan.Dokter bilang dia koma."Ujar Christian lirih.
Mendengar penjelasan dari Christian,Sandra tidak lagi bisa menopang berat tubuhnya.Lantas dia terduduk lemah diatas kursi disamping brankar Tess.
Manakala Alana sudah menumpahkan air matanya kerna sedih akan kesialan yang menimpa sang sahabat lama mereka.Malah keadaan di dalam kamar itu mendadak sepi.Hanya isak tangis Alana saja yang semakin kedengaran.
"Maaf,jika saya menganggu.Saya benar-benar mengkhawatirkan keadaan Tess.Apa kalian tahu saudara-saudara dia untuk menemanin dia disini?"Tanyanya dengan sedikit canggung.Canggung bukan kerna kehadiran dua wanita itu,tapi canggung kerna tidak harus bersikap seperti apa setelah melihat kedua-dua wanita ini benar-benar peduli akan keadaan Tess.
Seperti disambar petir siang bolong, informasi yang baru diterimanya kini menjadi boomerang buatnya.Mana tidaknya,setidak-tidaknya dia bisa mengenali orang tua Tess.Namun setelah mendapati kenyataan yang menyakitkan,dia turut merasa hiba akan wanita yang disukainya selama dua tahun itu.
"Bagaimana dengan ahli keluarga yang lain."Tanyanya lagi.
"Kami tidak tahu.Setelah kematian orang tuanya dia menghindar dari ketemu dengan orang lain.Bahkan perusahaan yang dibangunkan oleh arwah papanya juga direbut oleh saudara dari papanya sendiri."Terang Sandra lagi.
__ADS_1
"Apa kalian tahu nama perusahaan arwah papa Tess.Mungkin saya bisa menemukan sesuatu disana."Pinta Christian.
"Apa namanya yah.Aku juga kurang tau.Tapi jika gak salah ingat namanya SMITHON TECH,seperti itulah."Jawab Alana pula.
"SMITHON TECH?Bukankah itu perusahaan yang bergerak maju dalam bidang locomotif? Perusahaan yang paling berjaya di seantero negri ini."Guamannya lagi.
"Jika Tess adalah salah satu dari kerabat disana mengapa dia membawa nama Albrich."Cecar Christian yang amat penasaran dengan identitas sebenar Quen.
"Oh soal itu,kamu juga tidak tahu.Nama asalnya adalah Quentesa Albrich Smith."
Bingo.. Seakan-akan mendapat petunjuk, akhirnya Christian bisa mendapatkan petunjuk penting berkaitan dengan informasi tentang Quen.Seharusnya tidak susah setelah mengetahui nama asal wanita yang sedang terbaring lemah ini.
"Nona Alana,Nona Sandra makasih kerna berkongsi sedikit cerita tentang diri Tess."Ucapnya lalu tersenyum.
"Ya,gapapa.Jika mau tentang saya juga tidak apa."Ujar Alana dengan genit nya.Namun hanya ditanggapi oleh Christian dengan senyuman saja.
"Jika tiada apa-apa,saya permisi dulu.Semoga Tess baik-baik saja."Ucapnya lalu melangkah keluar dari kamar rawatan Quen.
"Eh,dimana berkas ku?"Guman Christian setelah mendapati tas yang dibawanya tadi tidak dibawa kembali setelah dia luar dari kamar rawatan Quen.Namun langkahnya mati disaat Sandra mengatakan sesuatu yang benar-benar membuatkan dirinya shock.
__ADS_1
"Apa yang aku dengar barusan?Apa Tess benar-benar sudah..."
❤️❤️❤️❤️ Bersambung...