
Arga mengendarai mobilnya untuk pulang ke Vila.Dalam perjalanan dia asyik tersenyum-senyam sendiri kerna berjaya menjahili teman-temannya.
Sebaik saja masuk kedalam gerbang vila,dari jauhkan dia bisa melihat mobil yang tidak asing terpakir di halaman vila.Sudah pasti mobil itu kepunyaan Viona.
"Mau apa dia kemari?Apakah dia mau cari gegara dengan Quen?"Gumannya sendiri.
Sebaik saja mobilnya mendekat kawasan garasi,dia melihat sosok Quen sudah terduduk di lantai marmer yang dingin.Kemudian dia melihat adegan yang tidak pantas dilihat.
Sosok Qarin keluar dari dan berlari-lari kearah Quen dan Viona.Balita itu terus memeluk Quen yang terduduk di lantai sebaik saja mendekati wanita itu.Dari arah garasi,dia dapat melihat sosok Viona dari belakang yang sedang berkacak pinggang sambil memarahi Quen dan juga meneriaki Qarin.
Suara Viona semakin kedengaran dengan jelas sebaik saja Arga keluar dari mobilnya.Dengan langkah yang lebar,dia melangkah maju menuju teras rumah.
"Arin!kemari kamu.Dia itu bukan mama mu.Aku itu baru ibu kandungmu."Bentak Viona dengan suara yang agak keras.
Tubuh Qarin terlonjak kaget kerana teriakkan nyaring dari Viona.Bahkan tubuhnya gemetaran kerana takut.
"Viona,kamu benar-benar keterlaluan."Pekik Quen lalu menutup telinga Qarin agar balita itu tidak mendengar suaranya yang bentak Viona dengan keras.
Namun belum sempat Quen angkat bicara untuk memerhati Viona kerana sikap keterlaluan wanita itu,satu bariton dalam kedengaran menggelegar dari arah halaman vila.
"Ada apa semua ini,"Teriak suara yang tidak asing di telinga seisi vila itu.
__ADS_1
Sontak itu baik Quen mahupun Viona,serta yang berada diteras rumah menoleh kearah sumber suara.
Wajah Arga sudah memerah menahan amarah.Apa lagi saat ini dia melihat jelas Qarin menangis dipelukkan Quen yang masih terduduk di lantai marmer yang dingin sembari menenangkan anak kecilnya yang ketakutan akan situasi yang dia hadapi tadi.
Malah amarahnya semakin meledak disaat dia melihat jelas cakaran empat baris kuku di pipi mulus Quen yang sudah membengkak.
Quen dan Viona yang melihat wajah Arga yang menatap tajam kearah mereka membuatkan mereka sama-sama menelan ludah kerana takut akan terkena tempias amarah pria itu.
"Arin,sayang.Apa yang sudah terjadi."Tanya Arga kepada balita kecil yang masih dalam rangkulan Quen.
Arga mengambil Qarin dari dakapan Quen.Anak kecilnya ini sedang menangis sesegukkan di ceruk lehernya.
"Bi,bawain Arin ke kamar dan tenangkan dia disana."Titah Arga kepada bi Som.
Sekarang tinggal mereka bertiga diteras dengan diperhatinin oleh Pak Billy yang sudah siapa kapan pun untuk menunggu instruksi dari majikannya.
"Apa benar yang dikatakan Arin, Viona?"Tanya Arga dengan bariton dalamnya.
Wanita yang diajukan soalan tidak segera menjawab pertanyaan Arga.Bahkan dia mundur kebelakang dan siap-siap untuk melarikan diri dari sana.Dia tidak mau menerima amukkan dari Arga.Dia amat jelas dengan sikap pria itu saat pria itu sedang marah.
"Jawab aku!Viona!Apa benar yang dikatakan oleh Arin.Kau pukul istri ku dan juga marahin anak ku?Jawab!"Suara Arga mengema di teras rumah.Bahkan masih bisa kedengaran dari ruangan tamu rumahnya.
__ADS_1
"Cih,Istri kamu?Sungguh konyol sekali."Bukan menjawab pertanyaan Arga.Tapi malah menyindir pria itu.
Atas dasar apa dia sudah menganggap Quen itu istri sebenar-benar istrinya.Bahkan dulu wanita itu tidak pernah diperlakukan layaknya seorang istri kepada Arga Valderiz Aldeberght.
"Bernyali besar juga kamu yah.Sudah ku katakan kepada mu.Jangan pernah kembali lagi ke vila ini jika kamu sudah keluar dari tempat ini."Bentak Arga.
"Cih,lalu mengapa wanita j****g itu bisa kembali lagi kesini,tetapi mengapa aku tidak.Bukankah kamu lebih mencintai aku ketimbang dia."Tuding Viona kearah Quen dengan wajah penuh sinis.
"Kau mau tau mengapa dia layak kemari?Bukankah kau tau jawabannya.Aku sudah memberi kamu kesempatan untuk berubah.Tapi kau menyia-nyiakan nya.Lalu apa hak kamu kembali setelah apa yang kau pernah perbuat kepadaku dan Arin dulu.Hah?"Pekik Arga lagi.
"Hahahaha!Kau begitu konyol sekali Tuan Arga terhormat.Dulu kau lakukan apa-apa saja untuk menyingkirkan wanita ini kerna rasa cintamu untukku begitu besar.Dan sekarang kau bahkan telah menjilati ludah yang pernah kau buang setelah pelbagai kata caci makian mu dilontarkan kepadanya.Kutanyakan kepadamu,adakah kau sendiri layak untuk wanita yang pernah kau campakkan?Katakan Ga,katakan."Teriak Viona tak kalah nyaringnya.
Baik Quen mahupun Arga,kedua-dua mangsa dan pelaku ini turut terdiam,menyimak kata-kata yang Viona lontarkan.
"Kau tidak bisa menjawab bukan.Ga,dia tidak layak untuk kamu.Akulah yang layak.Kembalilah kepada ku.Aku,kamu dan Arin bisa membuat kebahagiaan kecil kita sendiri.Wanita ini tidak pantes untuk kamu."Pujuk Viona setelah puas memarahi dan mengutuk Quen disana.
Arga berjalan mendekati Viona.Dengan senyuman mematikan,dia lemparkan kepada Arga.Wajah memelasnya selalu berhasil membuat pria itu bertekuk lutut.Namun apa yang terjadi tidak seperti yang dia harapkan.Dia menyangka Arga termakan pujuk rayunya.Siapa sangka jika Arga memegang dagunya dan mengcengkamnya agak kuat.
"Kau tidak berhak bernegosiasi disini.Apa yang perolehi kini adalah tindakan yang kau pernah ciptakan sendiri.Aku pernah memberi kamu kesempatan.Tapi kamu sia-siakannya.Malah dua kali kamu berkhianat kepadaku.Sedangkan Quen lebih layak mendapatkan kesempatan yang lebih baik dari kamu.Dia tidak salah.Justeru akulah yang salah.Aku pernah memperbetulkan hubungan yang sudah retak dengan mu,tapi lagi dan lagi kamu mengkhianati ku.Kerana masa lalu ku dengannya tidak pernah baik,sebab itu aku mau memperbetulkan hubungan ini.Hubungan yang sebenarnya yang akan menjadi hubungan sakral.Tidak seperti MU,hanyalah simpanan masa lalu.Dan aku menyadarinya bahawa kamu tidak layak sama sekali."Jelas Arga dengan menekan setiap patah kata yang dia ucapkan kepada Viona.
❤️❤️❤️❤️ Bersambung...
__ADS_1