KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
WANITA ASING TERLIHAT FAMILIAR


__ADS_3

Quen menerjap matanya berulang-ulang kali untuk menyamakan pencahayaan didalam kamar itu daripada terus masuk ke dalam indera penglihatannya.Tangannya secara spontan memecet pangkal hidungnya merasakan tidak nyaman pada tengkuknya.Kepalanya masih lagi terasa pusing.


Hishhh!!


Quen merigis pelan disaat dia menyadari ada selang infus tertancap pada punggung tangan kirinya.Quen mencoba untuk bangkit.Tiba-tiba sepasang lengan yang kokoh membantu dirinya untuk duduk bersander pada kepala ranjang yang kedatangannya tidak diketahui oleh Quen.


"Syukurlah kamu sudah sadar.Kamu mau minum?"Pelawa pria yang usianya diperkirakan tidak jauh dari umur Quen.Segelas air hangat diberikan kepada Quen dan diminum oleh wanita itu sehingga tandas.


Tidak lupa juga netranya meliar kesana kemari untuk mencoba menyelidik seisi kamar tersebut.


"Ini bukan rumah sakit.Tapi lebih kepada sebuah rumah.Lalu mengapa kamar ini memiliki peralatan medis."Gumannya di dalam hati.


Pria yang menolongnya tadi dengan cekatan memeriksa keadaan Quen.Mula dari mengambil suhu,mengecek cecair obat dari botol untuk menambah cecair dalam tubuh wanita itu serta detak jantungnya.Sudah sah,pria di sampingnya ini adalah seorang dokter.


"Maaf,tuan.Saya lagi ada dimana?"Tanya Quen setelah mendapat nyawanya kembali.Meskipun tubuhnya masih lemah,dia berusaha untuk berbicara dengan pria tersebut.


"Kamu lagi ada di rumah Christian.Kenalin saya Jovi,dokter Jovi."Ujar pria itu memperkenalkan diri kepada Quen.


"Apa kamu ada apa-apa pertanyaan?"


Quen masih ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan kepada dokter Jovi.Dahinya mengkerut untuk mencoba menanyakan beberapa soalan yang menurutnya amatlah penting.

__ADS_1


"Sudah berapa lama saya tidak sedarkan diri?"Tanyanya dengan suara yang masih lemah.


"Sudah lima hari.Waktu Christian membawa anda kemari,kondisi anda sudah parah.Jika dia tidak segera membawa kamu kerumah sakit,sudah pasti kamu tidak tertolong lagi."


Pencerahan dari dokter Jovi benar-benar membuatkan dirinya kaget besar.Ada apa dengan kondisi tubuhnya sehingga tidak bisa tertolong jika tidak segera ditangani di rumah sakit.


"Maksud kamu apa?"Tanya Quen lagi.Sekarang dia semakin takut untuk mendengarkan jawaban yang bakal pria itu berikan.Kini tubuhnya turut menggigil ketakutan.Takut kerna harus menerima kenyataan jika dia memiliki penyakit yang mematikan.


"Kamu demam kuat.Sempat juga terkena hipotermia,kegagalan urat saraf dan juga kekejangan.Dalam masa yang sama kamu juga sudah banyak kehilangan cecair badan dan depresi.Hal ini boleh menyebabkan kamu meninggal ditempat jika tidak ditangani dengan segera."Terang Jovi.


Quen hanya melogo tidak percaya.Seberat itukah keadaannya sebaik saja pergi dari kediaman mewah Arga.Arga!Pria kejam tanpa ada kasih sayang sedikit pun pada dirinya.Jauh dari kata simpati pada diri Quen.


Dahulu dia pernah sakit berat.Tinggal di rumah sakit hampir satu minggu.Satu kali pun pria yang bergelar suaminya itu tidak pernah menginjakkan kakinya untuk mengjenguk ke rumah sakit.Hatinya benar-benar hampa dan kecewa.Pergi dari rumah Arga dan kehidupan pria itu merupakan satu langkah yang bijak.


"Ya,sudah Kyle."Jawabnya sopan.


"Nona,saya pergi dulu.Jika perlu apa-apa nanti beritahu saja adik manis ini."Selorah dokter Jovi sembari tersenyum hangat.Wajah putih bersih milik dokter kuda itu benar-benar memikat hati,apa lagi disaat pria dewasa itu tersenyum mesra.


"Mbak,sudah bangun?Apa sudah baikkan?"Tanya gadis yang baru saja masuk ke dalam kamar dengan nampan ditangannya.


"Panggil saja kak Tess."Sela Quen.

__ADS_1


"Makan siangnya kak.Selepas itu minum obat ya?"Ujar gadis yang dipanggil Kyle oleh dokter Jovi.


Quen mula makan makanan yang disediakan oleh Kyle.Beberapa hari dalam keadaaan yang tidak sadarkan diri menyebabkan perutnya kosong.Bahkan dia melahap makanan dihadapannya itu tanpa sungkan meskipun ada Kyle disana.


Kyle menatap wajah cantik Quen dengan saksama.Meskipun wajah wanita itu masih terlihat pucat,namun kecantikannya tetap tidak pudar.Dia kepikiran sendiri,bagaimana sang kakak yang begitu cuek dengan wanita boleh membawa seorang wanita pulang kerumah.Apa lagi wanita itu terlihat cantek dan juga baik.Kata-kata kakaknya tempo lalu masih lagi terngiang-ngiang di telinganya.


Flashback on


"Kak,dokter Vi bilang kakak bawa pulang cewek cantek.Tumben?Bukannya kakak selalu cuek jika dekat sama cewek."Tanya Kyle.


"Berisik deh kamu."Jawab Christian ketus.


"Mengapa kak?Apa kakak suka sama cewek itu yah?"


Christian tidak mengubris apa yang Kyle katakan.Dia memang tidak suka dengan wanita sebarangan.Namun entah mengapa wanita asing yang ditemui ini memiliki perasaan yang tidak asing pada dirinya.


"Kak,kok melamun? Mengapa?"


"Mengapa?Mungkin wanita itu terlihat familiar bagi kakak.Yah,wanita asing yang terlihat familiar."Jawabnya dengan sekenanya.


Flashback off.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung....


__ADS_2