KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
QARIN NAK MOMMY


__ADS_3

Fajar sudah pun menampakkan diri dicelah gorden kamar Arga.Wajah yang acak-acakkan masih terlihat tampan meskipun baru saja bangun tidur.Semalam dia tidur lambat kerana memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk memenangi hati Quen kembali.Memikirkan Christian merupakan penghambat jalannya,dia butuh kerja extra untuk menakluki wanita lagi.


Setelah dua tahun hidup melajang,dia harus mengeluarkan jurus handalan untuk merayu wanita.Yang benar saja?Selama ini dia hanya terikat dengan Viona dan tidak pernah ada wanita lain di kamus hidupnya meskipun wanita itu dia menjadi suami kepada Quen.


Di dampingi dua wanita dalam satu masa.Namun dia lebih memenangkan hati selingkuhan ketimbang istri?Apa lagi jika bukan selingkuhan namanya apabila sorang pria yang sudah menikah memiliki wanita lain di luar sana?Atau lebih mirip memiliki hubungan gelap meskipun mereka berstatus sepasang kekasih.Tetap saja kekasih itu rendah darjatnya berbanding dengan istri.


Ralat.Istri yang tidak diingini.Namun apa yang terjadi kini.Bahkan dia mencari cara bagaimana mencari kesempatan untuk bertemu dengan wanita itu lagi.Apa lagi penanggungjawaban proyek yang di handle oleh Quen tempoh lalu telah diserahkan kepada tim interior designer yang lain kerana Quen sakit dan dirawat dirumah sakit dalam tempoh waktu yang lama.


Adakah baiknya dia mengakui kesalahannya di masa lalu pada wanita itu.Apakah Quen akan menerima permintaan maaf nya.Atau bisakah wanita itu menerima permintaan maafnya setelah apa dia dia lakukan dia masa lalu.Beban perasaan yang dilukainya amat berat bagi seseorang yang pernah diacuhkan dan diabaikan olehnya di masa lalu.Panteskah wanita itu menerima permintaan maafnya sedangkan dia pernah melukai hati gadis muda itu dulu?


Ketukkan tiga kali di daun pintu membuyarkan lamunan Arga.Tidak lama setelah itu,masuklah balita kecil dan berlari-lari kecil dengan langkah yang kecil seperti bebek menuju kearah ranjang.


"Dadi,dadi,nak mami."Celoteh Qarin dengan suara cedelnya.


"Nak mami!"Ocehnya sambil menarik hujung selimut Arga.


"Mom!"Teriak Arga memanggil Nyonya Aldeberght.


"Ya, ya,ada apa sih! pagi-pagi udah teriak-teriak."Pekik Nyonya Aldeberght tergesa-gesa masuk kedalam kamar tidur Arga.


"Ada apa sih Ga?Ada apa!"Tanya Nyonya Aldeberght seki lagi.


"Nih,Qarin mau mamanya."Kata Arga dengan malasnya.


Loh,jika Qarin mau ketemu sama Viona kenapa gak ditelefon saja.Atur temu janji."Celetuk Nyonya Aldeberght.

__ADS_1


"Mah,Arga lagi males mau sama Viona.Mama aja yang pergi."Ujar Arga lalu turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


"Papa,nak mami."Suara cedel Qarin kedengaran lagi.Bahkan sekarang wajah balita itu sudah berubah muram dan mau menangis.Arga menghentikan langkahnya dan berbalik badan lalu mengangkat Qarin ke gendongannya.


"Arin mau ketemu sama mami Viona yah,"Tanya Arga hanya sekadar basa basi.


"Tak nak!tak nak.Alin mak mami.Alin mami Klis,"Kata Qarin dan mendapat kerutan di wajah Arga.


"Mami Klis?Arin mau ketemu sama Om Chris yah?"Tanya Arga untuk kepastian.Dia menoleh ke arah Nyonya Aldeberght untuk meminta jawaban.


"Jangan,jangan Arin mau ketemu sama nona Tess."Tebak nyonya Aldeberght.


"A..apa mah?Apa gak salah?Gimana bisa?"Tanyanya pula.


"Coba kamu tanyain dulu."Kata Nyonya Aldeberght lagi dan mendapat anggukan dari Arga.


"Ehemm.."Guman Qarin.


"Fix,memang Nona Tess orangnya.Sudah buru sana,mandi dulu kek,apa kek.Kemudian telefon sama nona Tess ajak ketemu."Ujar nyonya Aldeberght memberi saran.


"Baik mah."


Arga memberi Qarin ke gendongan nyonya Aldeberght sebelum dia melangkah masuk menuju kamar mandi.


"Arin mau ketemu mami Klis yah?"

__ADS_1


"Ya,"Jawab balita itu singkat.


"Jika begitu kita tukar baju dulu yah."Ajak sang omanya lalu keluar dari kamar tidur Arga.


Limabelas menit kemudian,ritual mandi Arga pun selesai.Kemudian dia masuk ke dalam walk in closet untuk mencari baju yang pass untuk keluar di akhir pekan.


Pakaian yang terlihat lebih santai dan natural serta tidak berlebihan.Setelah selesai bersiap-siap,dia mengambil ponsel untuk menelefon Quen.


Disaat mencari nomor kontak Quen,jantungnya berdetak laju.Bahkan tangannya berkeringat dingin.Buat kali pertama dia begitu gugup sekali untuk mengajak seseorang keluar setelah dua tahun melewati acara perjodohan yang pernah ditetapkan oleh sang papa.


Perasaan ini seakan-akan anak remaja yang pertama kali jatuh cinta dan menjajak teman ceweknya keluar hanya sekadar untuk bersuka ria.Namun entah mengapa dalam keadaan yang gugup ini Arga juga sempat merasakan akan kecewa.


Bagaimana nanti Quen menolak untuk bertemu dengannya.Apakah langkah yang harus dilakukannya nanti.Haruskah dia menggunakan Qarin sebagai alasan?


"Argg,di coba aja ah."Serunya lagi lalu memecet tombol ikon untuk menelefon empunya nama.


Deringan pertama kedengaran masuk ke daun telinganya.Panggilan belum juga diangkat.Kemudian deringan kedua pula menyusul.


"Sabar Arga.Kamu harus sabar.Demi Qarin.Jika tidak satu hari ini kamu bisa pecah kepala ngeledani anak kecilnya itu."Gumannya pada diri sendiri.


Deringan ketiga kedengaran pula.Hati Arga semakin berdebar-debar.


"Oh,God please help me."Rapalnya di dalam hati sambil menutup matanya.


"Halo,Tuan Arga?"

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️ Bersambung...


__ADS_2