
Arga sedang berkutat-kutat di bahagian dapur kerana mau menyediakan makanan berkhasiat buat istri tercintanya.Dia tidak menyangka, kehamilan Quen benar-benar membuatkan dirinya kewalahan.
Selama hamil,wanitanya itu hanya mau mencicipi masakannya seorang saja.Meskipun lelah dengan pekerjaannya di kantor,Arga tetap membahagikan masanya agar tetap memperhatikan segala kebutuhan serta keinginan sang ratu hatinya.Kini pekerjaannya bertambah tiga kali lipat seandainya Quen lagi mengidam akan sesuatu.
Kini sudah masuk bulan kelima kehamilan Quen.Keadaan baik-baik saja.Perutnya yang datar dulu kini sudah terlihat membuncit,menandakan perkembangan janin membesar dengan sangat baik.
"Sayang,Om Sam bilang mau ketemu sama kita nanti.Apa sayang mau adakan acara makan malam bersama?"Tanya Arga sambil memotong bawang bombay untuk bahan masakannya nanti.
"Terserah mas aja."
"Om Sam juga bilang dia ada kejutan buat sayang."
"Kejutan?"
Alis wanita hamil itu mengekerut.Kira-kira kejutan apa yang Samuel lakukan buat dirinya.Ini hal yang amat langka sekali terjadi.Jika ada sekali pun,pasti dia melakukan secara tersembunyi kerana akan terjadi masalah seandainya Shery tau akan hal itu.
Tiada alasan juga,jika pria paruh baya itu untuk melakukan sesuatu yang dia mau lakukan.
"Sayang,kok bengong?"
Arga jalan mendekati istrinya.Tangannya terulur menyentuh alis Quen yang masih lagi mengkerut.
"Na,sekarang baru terlihat lebih cantik.Wajahnya jangan terus cemberut dong.Nanti dedeknya keluar kayak es.Dingin terus."Ujar Arga lalu mencium puncak kepala Quen.
"Udah,gak usah dipikirin kejutan apa yang Om Sam sedoain buat sayang.Kita tunggu aja kejutannya.oke!"
"Iya,iya.Terserah mas aja.Mas,gimana baju rajutnya,cantik gak."Ujar Quen pula.
"Cantik sayang.Mas tidak menyangka,ternyata kamu pintar merajut pakaian kayak gini.Mana cantik lagi.Kalo mas dimintain buat scarf,bisa gak."pinta Arga dengan wajah yang memelas.
"Tentu saja boleh.Tapi aku mau siapin semua kebutuhan dedek dulu.Setelah itu baru siapin untuk sayang,yah."Ucapnya lagi sambil tersenyum.
"Terserah sayang saja.Asalkan jangan capek.oke,"Ujar Arga kemudiannya.
__ADS_1
Waktu terus bergulir dan berganti.Waktu kedatangan Samuel dengan kejutannya juga sudah tiba.Saat kedatangan Samuel, kedatangannya tidaklah berseorangan.Melainkan seseorang yang selama ini Quen ingin temui.
"Omah!"Panggil Quen dengan isak tangis yang tidak bisa dia bendung lagi.Air matanya yang bercucuran menandakan betapa dia rindukan sosok wanita tua yang sudah dimamah usia itu.Terlihat begitu jelas keriputnya dimana-mana bahagian tubuh serta wajah wanita itu.
Wanita yang pernah mencurahkan rasa cinta serta kasih sayangnya sebelum kecelakaan yang menimpa keluarganya.Dia dipisahkan dari wanita itu setelah kedua-dua orang tuanya dimakamkan.Entah apa alasannya,dia juga tidak tau.
Bayangkan betapa hancurnya hati wanita muda ini saat dia dipisahkan dengan orang yang terakhir mencintai selain dari ibu dan ayah nya sendiri.Dia benar-benar merasa keseorangan disaat semua keluarga menyudutkan dirinya atas semua yang telah terjadi pada keluarga besar mereka. di
"Cucu kesayangan omah.Kemana saja kamu nak.Omah kangen sama kamu."Tangis wanita renta itu tidak kurang hebatnya dengan Quen.
Tangisan yang bersahutan itu benar-benar menyentuh hati nurani yang mendengarnya.Benar-benar menyentuh perasaan.Siapa yang mendengar dan melihat situasi ini tidak akan bisa menjana diri untuk tidak mengalirkan air mata.Kerna beban perasaan yang berat itu Quen pingsan ditempat.
"Quen!"
"Sayang,"
********
Quen yang pingsan tadi akhirnya bangun jua.Dia melihat setiap penjuru kamar yang dia tempati kini.Ternyata sekarang dia sudah berada di kamar tidurnya sendiri.Dia menengok kesamping.Ada omahnya sedang menggenggam tangannya dengan raut wajah yang khawatir.
"Sayang,kamu sudah sadar?"Sapanya lembut.
"O..omah,"Lirihnya dengan disertai air mata.
"Sshhhtt.Gak usah banyak ngomong.Kamu rehat aja.Ingat sama dedeknya."Ucap nyonya Smith dengan lembut.Wajah yang penuh keibuan itu membuatkan hati Quen sedikit tenang dan menghangat.Dia cepat-cepat mengusap pipinya agar air mata itu tidak lagi turun dari pipinya.
"Kenapa bisa sampei pingsan seperti ini sayang.Apa yang telah terjadi sama kamu beberapa tahun ini?"Tanya nyonya Smith sambil mengusap pipi tembam Quen dengan lembut.
"Tidak masalah apa-apa omah.Mungkin tadi Quen sempat shock kerana tidak menyangka bisa ketemu lagi sama omah."Elak Quen.
Yang sebenarnya dia seperti menerima pukulan berat pada perasaan yang terpendam lama pada relung hatinya.Kerana tidak bisa menahan beban perasaan itu, akhirnya dia ambruk.Dia pingsan ditempat.
Tidak lama kemudian,pintu kamar dibuka.Disana terlihat Arga dan Samuel masuk dengan diikuti oleh Nyonya Aldeberght dibelakang mereka.
__ADS_1
"Sayang,kamu sudah sadar.Apa ada yang kurang enak?Sayang,mau apa?Mau makan apa?"Pertanyaan yang bertalu-talu datang dari ibu mertuanya tidak segera dijawab oleh Quen,tapi malah wanita muda itu terkekeh-kekeh geli melihat raut wajah mertuanya yang mencemaskan dirinya.
"Kok tawa sih.Orang yang mengkhawatirkan dirinya,kamu masih bisa kek gini sama mamah."Tegur nyonya Aldeberght lagi.
"Maaf mah."Lirihnya kembali.
"Sayang,apa kamu sudah baikan?"Kini giliran Arga pula yang bertanya.
"Aku tidak apa-apa mas.Aku cuma sedikit shock.Sekarang sudah baik-baik aja."Ujarnya lagi.
"Om,"
Kini tatapan mata Quen beralih kepada Samuel.Satu-satunya adik lelaki dari papanya yang telah memberikan kejutan itu buatnya.
"Makasih kerna bersusah-susah mempertemukan Quen sama omah.Quen benar-benar merasa bahagia sekali."Sekali lagi air matanya luruh.Quen berusaha untuk menahan air matanya agar dia tidak terlihat cengeng dimata keluarga yang berkumpul di dalam kamarnya.
"Sayang,"
Kini tatapan Quen beralih kepada Arga.Menatap wajah pria yang menyakiti dirinya bertahun-tahun itu,namun seiring bergulirnya waktu siapa sangka dia membalas kembali cinta pria itu setelah begitu lama berjuang untuk mendapatkan cintanya.Arga,yang mendengar namanya dipanggil oleh sang istri menunggu dengan sabar apa yang mau dikatakan oleh wanita itu.
"Saat kita mengunjungi makam mama sama papa,apa sayang masih ingat bahawa aku mau mempertemukan kamu dengan seseorang.Orang itu adalah omah.Tapi kerana ada beberapa hal,kita tidak bisa bertemu."Ucap Quen lagi sambil menggemaskan erat tangan nyonya Smith,menatap wajah sendu wanita renta itu dengan penuh kerinduan.
"Sekarang apa sayang udah senang?
Quen menganggukkan kepalanya.
"Udah hilang kagennya?"
Wanita mengangguk kepalanya.Tapi kemudian dia cepat-cepat menggelengkan kepalanya lagi.
"Gimana kagennya mau ilang.Baru ketemu,malah pingsan,"Selorah nyonya Smith lagi dan diiringi dengan tawa renyah oleh mereka yang ada disana,mentertawakan Quen yang wajah sudah merona merah menahan malu akan kejadian tadi.
♥️♥️♥️♥️ Bersambung..
__ADS_1