
Quen mengheret koper besar miliknya keluar dari pintu utama rumah mewah yang sudah dia tempati tiga tahun terakhir.Dalam keadaan rumah yang temaram,dia memidai satu persatu sudut rumah itu dengan perasaan yang pilu.Sungguh ini adalah satu keputusan yang amat sukar buat dirinya.
Setelah dipikirkan,mengapa dia harus menyesal sekarang?Bukankah seharusnya dari awal dia sudah menyesal dengan kesepakatan yang tidak menguntungkan ini.namun begitu dia juga mendapat imbalan dari semua usaha yang dia lakukan selama tiga tahun ini.
Tiga tahun dulu sebelum dia masuk ke dalam keluarga Aldeberght,dia bukanlah siapa-siapa.Dia boleh dikatakan mirip seorang gembel yang hanya bertuah dipertemukan dengan keluarga kaya.
Bekerja sebagai art sementara di kediaman utama Aldeberght sebelum menerima kesepakatan dari nyonya besar Aldeberght.
"Nyonya,apa keputusan nyonya ini sudah benar?Bagaimana dengan tuan dan nyonya besar nantinya.Apa yang harus saya beritahu jika mereka menanyakan soal hal ini nanti?"Tanya Paul yang seperti biasa selalu setia menemani majikannya yang satu ini.
__ADS_1
"Tidak ada apa yang perlu dikhawatirkan pak.Seharusnya hubungan ini dari dulu lagi tidak harusnya terjadi.Soal mereka,seharusnya mereka sudah tahu sekarang.Jadi itu bukan masalah yang harus bapak jawabkan."Ucap Quen tersenyum getir.
"Saya permisi dulu.Jika saya memiliki kesempatan di lain waktu,saya pasti akan balas jasa bapak.Terima kasih kerna sudah menjaga Quen selama ini."
Setelah bersalaman dengan Paul,dia mengheret kopernya pergi.Pergi tanpa menoleh sekali lagi.Seiring langkah kakinya meninggalkan rumah mewah itu,putuslah hubungan antara dia dengan seluruh keluarga Aldeberght.
Sekarang dia harus meninggalkan semua kemewahan yang pernah dia miliki selama ini.Melepaskan suami kepada kekasih yang sudah setia disisinya dalam keadaan yang tidak rela.
Dahulu disaat kematian orang tuanya,dia masih lagi mampu untuk bertahan hidup.Membawa secebis harapan dari nasehat orang tuanya agar tetap tegar menjalani hidupnya meskipun dalam keadaan sukar.Namun untuk kali ini, entah mengapa rasa itu sudah tidak sama.Bahkan perasaan ini semakin sakit apabila dia harus menerima kenyataan dia harus kehilangan orang yang sudah menjalani rumah tangga dengannya meskipun dia tidak pernah dianggap ada.
__ADS_1
"Selamat tinggal mas Arga.Semoga kalian bisa hidup bahagia tanpa aku."Ucapannya setelah merasa lebih baik dari tangisnya tadi.
Cuaca tengah malam itu amat dingin sekali.Quen menarik relesting jaket kulit miliknya untuk mengusir rasa dingin yang semakin menembus ke dalam tulang temulangnya.Mulai hari ini,detik ini dia harus terbiasa hidup sendiri lagi.Memulakan lembaran baru agar bisa meninggalkan kenangan yang pahit yang pernah dia alami.
Quen berjalan membelah kegelapan malam diguyuri hujan malam tanpa memperdulikan tubuhnya yang semakin lemah.Dia harus pergi dari kota itu untuk memulakan hidup baru.Dia berhak mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
Kebahagian tanpa sebarang kesepakatan.Kebahagian tanpa syarat apa-apa pun.Dan kebahagiaan yang tidak memiliki karduluarsa.Kebahagian tanpa sebarang transaksi.Namun adakah dia masih mampu mencari kebahagiaan itu sedangkan hatinya sudah pecah berkeping-keping.Rapuh kerna sudah mempermainkan satu hubungan yang sakral.
Quen menghentikan langkah kakinya.Kepalanya semakin pusing.Tubuhnya sudah kedinginan.Sudah satu jam dia berjalan dalam keadaan cuaca yang tidak baik.Dia tidak menemukan hentian dimana-mana untuk berteduh.Disaat dia ingin melangkah lagi, tiba-tiba pandangannya buram.Tubuhnya limbung sehingga dia tidak mengetahui apa yang berlaku selepas itu.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️ Bersambung..