
"Apa!Tess masuk ke rumah sakit?"Pekik Christian sebaik saja mendapat khabar berita dari dokter Jovian.
"Baik!Aku akan segera ke sana."Kara Christian lalu meraih ponsel,kunci mobil,dompet dan jaketnya sebelum keluar dari kamar.
"Halo,San.Sebentar tadi,dokter Jovian telefon saya.Dia bilang Tess dimasukkan ke rumah sakit lagi.Jadi apa kamu bisa ke rumah sakit sekarang?"
"......"
"Kamu juga boleh kasih tau Alana.Saya lagi dijalan.Ketemu disana yah."Kata Christian dengan nada khawatirnya.
"Apa yang telah berlaku sana kamu Tess.Apakah kamu lagi berantem sama Arga?"Tanyanya pada diri sendiri.
Saat ini,hanya dua sahabat wanita itu saja yang bisa dia andalkan.Dia bukan tidak mempercayai Arga untuk bisa menjaga Quen.Tapi Christian dapat menebak jika apa yang terjadi kepada wanita itu sudah pasti bersangkut dengan pria yang mengklaim dirinya suami.
Sedangkan dulu,dia juga yang bermati-matian menolak kehadiran Quen dihidupnya dan lebih memilih si ular hitam itu dari Quen yang polos,lugu dan baik hati.
Jujur saja dia tidak rela Quen pergi kepada Arga sekali lagi.Jika kali ini Quen memilih untuk pergi,dia pasti akan menghulur tangan dan membawa wanita itu jauh dari Arga.
******
"Dok,gimana dengan keadaan cucu saya?"Tanya nyonya Aldeberght dan Tuan besar Aldeberght bersamaan.
"Ehemm..cucu kalian tidak apa-apa.Dia cuma sedikit shock dan kelelahan.Saya sudah berikan pasien ubat pereda suhu.Tapi saya tegaskan,jika ada sesuatu yang penting atau tidak layak buat anak-anak harusnya dibahas,jangan didepan anak-anak.Harus hindari perkata kasar seperti itu didepan anak-anak keran iyanya amat mempengaruhi psikologis anak-anak."Ujar Dokter itu panjang lebar.
__ADS_1
"Makasih dok.Kita akan lebih memperhatinin kata-kata dokter."Kata nyonya Aldeberght sebelum dokter yang bertanggungjawab menangani Qarin pergi dari ruangan itu.
"Pah,apa yang sebenarnya sudah terjadi disana?"Lirih Nyonya Aldeberght.
"Kamu,tau apa yang terjadi di vila Arga?"Tanya Tuan besar Aldeberght kepada Pak Billy.
Seperti mana yang diperintahkan oleh Tuan besar Aldeberght,Pak Billy pun menceritakan setiap perincian peristiwa yang berlaku sore tadi.Bermula dengan pergi ya nyonya Aldeberght,kedatangan Viona dan Qarin, peristiwa dimana Viona melekakan kekerasan kepada Quen,membentak Qarin dan kedatangan Arga yang meleraikan pemasalahan itu.
Namun yang pak Billy kurang tau adalah depresi yang pernah dideritai oleh Quen sejak perkahwinan Tuan muda mereka dengan Nyonya muda mereka sebenarnya telah mempengaruhi tahap kesehatan wanita muda itu.
"Begitulah kejadiannya Tuan,nyonya."Jawab Pak Billy sopan.
"Mamah tidak menyangka ternyata wanita ular itu bisa bertindak sekeras itu kepada Quen.Apakah dia sudah lupa bagaimana kita memperlakukan dia sewaktu tinggal di kediaman Aldeberght.Dia benar-benar tidak memandang keluarga Aldeberght dan berani bertindak semena-mena terhadap kerabat kita.""Sungut nyonya Aldeberght.
"Papah juga tidak habis pikir mah,apa sebenarnya terjadi sama Arga dan Quen.Tahun lalu,papah bener-bener pikir yang mereka udah bercerai.Tapi ngapain sekarang malah menjadi serumit ini."Adu Tuan besar Aldeberght.
Pelbagai lagi kata umpatan dan cibiran yang Nyonya Aldeberght lontarkan kearah anak semata wayangnya.Dia benar-benar geram dengan sikap buruk anaknya itu kepada Quen.
"Padahal kita udah nyariin yang pas dan cocokkan,mah buat Arga.Tapi malah anak gak tau untung itu,eh menyia-nyiakan gadis sebaik Quen."Celetuk Tuan besar Aldeberght pula.
"Pah,malah mamah merasa sangat bersalah kepada Quen kerana menjodohkannya dengan anak papah yang b***t tu."Umpat nyonya Aldeberght lagi.
"Eh,enak aja mamah nyalahin papah.Arga itu anakmu juga mah.Bukan anak papah seorang aja."Ujar Tuan besar Aldeberght dengan enggan dipersalahkan oleh istrinya begitu saja.
__ADS_1
"Jika mamah tau,Arga gak bisa ngebahagiain Quen,alangkah baiknya mamah lepasin aja anak itu."
"Mamah sanggup menantu baik seperti Quen pergi ke rumah orang lain?"Tanya Tuan besar Aldeberght usil.
"Biar Pah.Mama ikhlas kok.Dari anak itu tidak bahagia dan menderita bersama kita dan Arga,bukankah lebih baik dia mengejar kebahagiannya sendiri."Ucap Nyonya Aldeberght dengan wajah sendu dan sedih.
"Sabarlah mah.Kita tidak tau rencana Tuhan seperti apa.Semoga kedepan nantinya mereka baik-baik saja dan dijauhi dari segala hal yang buruk terjadi."Ucap Tuan besar Aldeberght menenangkan hati istrinya.
Di lorong rumah sakit tepat dimana jalan menuju kamar rawatan Quen berada,dua sosok wanita berjalan dengan kecepatan sedang dan raut wajah mereka amat cemas dan khawatir sekali.
"Cepat San.Kamu kenapa sih lambam kayak keong."Gerutu Allana lalu menyeret tangan Sandra agar menyamakan langkah kakinya menuju kamar rawatan Quen.
"Ihh,ini udah laju juga kok.Gak usah maksa-maksa deh."Oceh Sandra pula.
"Ya,ya terserah sama kamu."
"Ngomel terus kayak nenek-nenek."Umpat Allana kesal.
Sebaik saja tiba di pintu kamar rawatan Quen,tampaklah Arga sedang duduk di samping kiri brankar.Sontak itu Arga menoleh ke pintu depan.Ternyata dua orang wanita menerobos masuk ke dalam kamar rawatan Quen.
"Kalian?"
Belum sempat Arga menanyakan siapa dua orang wanita yang tiba-tiba muncul di hadapannya ini,muncul pula sosok pria yang amat dikenalinya.
__ADS_1
"Chris?"
❤️❤️❤️❤️❤️ Bersambung..