
Quen mengerjapkan matanya disaat dia terjaga dari tidurnya.Kepalanya begitu pusing sekali.Belum lagi mual-mual datang mendatangi tenggorokkannya yang sudah kering.Quen merasakan ada gejolak rasa yang berasal dari lambungnya.
Dia benar-benar mau muntah.Tapi tubuhnya begitu lemes sekali.Apa lagi saat ini di bahagian bawah perutnya juga terasa sakit dan mengeras.Tiba-tiba gerakkan Quen terhenti disaat ada sesuatu yang hangat mengalir dari area intimnya.Ada darah yang mengalir dari celah pahanya sehingga menyebabkan seperei diatas kasur turut kotor.
"Mengapa harus sekarang.Gumannya dengan napas yang tersendat-sendat menahan sakit.Dia benar-benar lemes disaat datang tamu bulananya.Hal yang tidak bisa tahan sendiri tanpa bantuan obat-obatan.
"Aduh,"Rigis Quen saat bawah perutnya kram sekali lagi.
Quen bangkit pelan-pelan dari kasur dengan keringat besar biji jagung yang sudah membasahi wajah dan tubuhnya.Dia harus membersihkan diri sebelum keadaan bertambah parah.Namun saat dia menggapai kenop pintu kamar mandi,kepalanya pusing.Dia ambruk ke lantai sehingga menyebabkan vase bunga diatas nakas samping pintu turut terjatuh.
Prankkk!!
Saat vase bunga itu jatuh,pandangan Quen semakin buram sehinggalah dia tidak sadarkan diri.
Di bahagian dapur Arga serta bi Som sedang mengobrol ringan tentang keadaan Quen yang ternyata tidak sihat setelah pulang dari keluarga Quen di kediaman Smith.
Mendengar benda yang terjatuh dari lantai atas,baik Arga mahupun bi Som terus menghentikan aktifitas mereka dan berlari-lari menuju lantai atas,tepat dimana kamar Arga dan Quen berada.
"Sayang!"
Pekik Arga yang benar-benar kaget melihat kondisi Quen yang sudah pingsan di depan pintu kamar mandi.Bukan hanya Arga yang terkejut tapi binSom juga.Mana tidaknya Quen ditemukan tidak sadarkan diri di depan kamar mandi dengan becak darah yang ternoda di celah-celah paha istrinya itu.
Sontak itu Arga menjadi panik.Bahkan tangannya bergetar disaat memegang darah di bahagian belakang bokong Quen.Dia mencemaskan keadaan Quen.
"Bi!Katakan kepada pak Billy.Siapain mobilnya.Kita kerumah sakit."Titah Arga lalu mengangkat tubuh Quen dan mengendong tubuh istrinya ala-ala pengantin.
Dalam keadaan yang panik,bi Som sempat memikirkan keadaan Quen.
__ADS_1
"Jangan-jangan nyonya muda...,tidak!tidak!Jika benar nyonya muda hamil,moga-moga dia dan calon dedeknya baik-baik saja."Doa bi Som di dalam hati.
Tidak lama kemudian,mobil yang dikendarai oleh pak Billy meluncur laju meninggalkan kawasan vila.Satu tempat yang ditujui kini adalah rumah sakit.Arga sudah meneteskan air matanya kerana melihat keadaan Quen yang masih tidak kunjung sadarkan diri.
******
"Dok,gimana dengan keadaan istri saya?"Tanya Arga sebaik saja seorang dokter wanita keluar dari ruangan kecemasan.
"Istri bapak tidak kenapa-napa.Beliau cuma kecapean dan mengalami tekanan darah rendah serta mengalami simptom endometriosis yang menyebabkan kesakitan yang teruk dibahagian bawah perut seorang wanita.
"Tapi tadi ada darah di.."
"Oh,itu cuma darah menstruasi saja.Tidak ada apa-apa yang perlu dikhawatirkan.Namun jika bapak masih ragu-ragu soal kesehatan istri bapak,bapak hanya perlu konsultasi dengan dokter obgyn untuk pemeriksaan penuh."Saran dokter wanita itu lagi.
"Ohh,ya baik dok.Makasih dok."Ucap Arga lagi disaat dokter wanita itu pamit untuk menemui pasien yang lain.
"Ternyata cuma menstruasi.Apa yang aku pikirkan?"Guman Arga sendiri.Pikirannya mendadak kecewa.
Jangan-jangan Quen lagi hamil.Kerana perjalanan jauh ke kediaman Smith, menyebabkan kesehatan Quen terganggu dan berdampak buruk pada tubuh wanita itu sehinggalah menyebabkan kejadian seperti tadi berlaku.
"Haishh,"Keluhnya dengan raut wajah yang benar-benar kecewa.
Sudah lama mereka bersama.Mengapa istrinya itu tidak hamil-hamil.
"Sepertinya aku harus mengikuti saranan dokter.Nanti setelah sadar,aku harus bawa Quen konsultasi pada dokter obgyn."Gumannya lagi.
Saat dia menggapai kenop pintu dimana Quen dirawat kini,pekikkan dari nyonya Aldeberght kedengaran jelas di telinga Arga.
__ADS_1
"Ga,gimana dengan menantu mamah.Apa dia kenapa-napa?Kenapa dia bisa pingsan di kamar mandi?Apa dia tidak sehat?bi Som bilang Quen pingsan dengan noda darah di roknya.Apa yang sudah terjadi?"Cecar Nyonya Aldeberght tanpa henti.
Arga yang mendengar pertanyaan demi pertanyaan mamanya mendadak pusing kepala.Mana tidaknya,wanita paruh baya itu tidak membenarkan dirinya bernapas biar barang sejenak disaat mereka ketemu.
"Quen tidak apa-apa mah.Dia cuma kecapean."
"Tapi bi Som bilang,"
"Itu cuma darah menstruasi Qeun saja.Tidak masalah apa-apa tentangnya.Namun dokter sarankan agar Quen konsultasi dengan dokter obgyn untuk mengetahui tahap kesehatan rahimnya."
"Oo!Ternyata begitu yah.Mama pikir menantu mamah..."
Kini giliran Nyonya Aldeberght dihurung mendung diwajah canteknya yang semakin berusia.Pikirannya serupa dengan Arga sebentar tadi.Dia pikir Quen hamil,tapi ternyata tidak.
"Mah,sabar yah.Mungkin belum ada rejeki buat mamah untuk mengendong cucu.Oleh itu biar aku sama Quen konsultasi sama dokter obgyn dulu yah."Pujuk Arga setelah mengetahui perubahan riak wajah nyonya Aldeberght.
"Ya,kau benar.Sepertinya Tuhan belum mengijinin kalian memikul tanggungjawab itu lagi.Kita doain sama-sama agar kalian mendapat momongannya."Ujar Nyonya Aldeberght pula sambil menyemangati satu-satunya anak laki-laki kesayangan mereka.
"Mudah-mudah saja yah mah."Ujar Arga sekali lagi.
"Emm! Mudah-mudahan juga."
♥️♥️♥️♥️Hai gais.Jangan lupa kasi dukungan buat karya author.
♥️♥️♥️Like👍
♥️♥️ Vote
__ADS_1
♥️ Komentar
♥️♥️♥️♥️♥️ Bersambung