KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
QARIN DAN QUEN JATUH SAKIT


__ADS_3

Badai akan sentiasa datang dan pergi disaat kita melayari bahtera baik kita suka atau tidak.Untuk melayari bahtera dengan baik harus memerlukan keberanian,tanggung jawab,segenap kekuatan,upaya yang berterusan tanpa lelah dan rasa cinta yang besar tidak kira ianya sukar atau tidak.


Pengkhianatan akan sentiasa ada dalam sebuah perhubungan.Orang ketiga sentiasa ada,datang dan pergi mengacaukan sebuah hubungan.Perselingkuhan akan berlaku jika sudah saling tidak mempercayai hati masing-masing.


Lalu bagaimanakah membuat sebuah perhubungan berkekalan dengan mulus tanpa kendala?Tanpa ada badai yang menerpa dan ombak yang memukulnya?


********


"huhuhu..gak mau.Alin mau mami.Alin nak mami."Isak Qarin dengan tangisan yang sudah pecah di bibirnya.


Balita kecil itu tidak mau ditenangkan oleh bi Som kerana hal tadi.Kerana bentakkan keras dari Viona,anak kecil itu menjadi rasa tidak selamat pada orang disampingnya.


"Sebentar lagi yah,Non kecil.Papa sama mami ada urusan dengan mama.Udah selesai nanti,papa dan mami akan main sama dengan Arin yah."Pujuk bi Som.


Tetap seperti tadi,balita itu bahkan semakin menangis dengan kencang.Tubuhnya juga ikut gemetaran.Semua yang Viona lakukan tadi masih membekas diingatannya.Sungguh tindakkan itu meninggalkan kesan yang tidak baik pada psikologis anak-anak kecil seusia Qarin.


Di luar Arga masih lagi berarguman dengan Viona tanpa menyadari Quen sudah angkat kaki dari sana.


Hati sang istri begitu sakit sekali kerana setiap perkataan yang Viona lontarkan benar-benar menohok hatinya.


Jika dia tahu keadaannya menjadi seperti ini,dia sanggup memilih untuk pergi lagi.Pergi dari tempat itu dan menenangkan diri untuk sementara waktu merupakan jalan yang tepat untuk dirinya merenung kembali kisah-kisah lalu diantara mereka bertiga.


Namun baru seperempat perjalanan menaiki anak tangga menuju lantai atas,tangannya ditahan oleh Arga.Untuk sesaat mereka berdebat soal hati dan perasaan masing-masing.Masing-masing mengeluarkan juga keluh kesah yang menghantui pikiran mereka sejak bertahun-tahun lamanya.


Merasakan tidak kuat dengan beban perasaan yang Quen tanggung,dia berlari kearah kamar tidurnya dan menangis semahu-mahunya di atas ranjang tanpa memperdulikan pujuk dan rayu Arga yang kedengaran pilu disebalik pintu.

__ADS_1


Kepalanya mendadak pusing sekali lagi.Bahkan Quen dapat merasakan tubuhnya merasa dingin.Entah beberapa lama dia menangis dan akhirnya dia tertidur dengan sisa air mata yang masih membasahi pipi mulusnya.


*****


"Tuan muda,Non kecil cari tuan dan nyonya.Dia tidak berhenti menangis sejak tadi.Bibi khawatir jika hal tadi mempengaruhi psikologisnya."Ujar bi Som yang tidak memiliki cara lain untuk menenangkan hati Qarin.


"Ya,gakpapa bi.Ada aku.Aku tau apa yang harus aku lakukan."Ucap Arga lalu beranjak keluar dari kamar tidurnya setelah mencuci muka di kamar mandi.


Tadi,setelah merasa puas dan lelah memujuk dan merayu Quen, akhirnya dia kembali ke kamarnya sendiri dengan pikiran yang kusut serta penampilan yang acak-acakkan.


Quen ada benarnya,mereka merupakan orang asing yang tiba-tiba masuk kedalam kehidupan yang tidak terduga dan terjangkkan.Arga akui dia bertindak terlalu semberono sehingga dia melupakan satu hal.


Kelukaan yang dia ciptakan dan tinggalkan kepada wanita itu amatlah mendalam.Mana mungkin sesorang yang pernah memiliki trauma dalam perhubungan bisa menerima hak itu dengan mudah.Sudah pasti tidak bukan?


"Nona Quen dimana tuan muda.Apa perlu saya panggilkan dia juga.Tadi Non kecil mencarinya juga."Tanya wanita paruh baya itu sebaik saja mereka keluar dari kamar tidur Arga.


"Gak usah bi.Biarin Quen rehat dulu.Lagian dia juga udah lelah sepulang dari belanja tadi tidak rehat.Nanti aja bibi panggilkan sewaktu makan malam."Titah Arga.


Arga dan Bi Som lalu pergi ke kamar tidur Qarin.Disana balita perempuan itu baru saja terlelap.


"Ma,jangan pukul mami,jangan malah Alin."Guman Qarin dalam igauannya.


"Kesian anak papa.Arin jangan nagis lagi yah.Papa udah ada disini sayang."Ucap lembut sembari mengusap kepala Qarin dengan penuh kasih sayang.


Sesaat,Arga menegakkan postur tubuhnya menegak.Wajahnya mendadak panik menatap wajah bi Som.

__ADS_1


"Ada apa tuan muda."Tanya bi Som lalu turut panik sama sebaik saja tatapan matanya bersibobrak dengan netra Arga.


"Kok tubuh Arin panas bi.Bi,Arin kayaknya demam tinggi nih.Bi,katakan kepada pak Billy agar menyiapin mobil.Kita kerumah sakit segera."Titah Arga lalu mengendong tubuh kecil Qarin kedalam gendongannya.


"Tuan,gimana dengan nona."Tanya bi Som tiba-tiba.


"Gak usah kejutkan dia ni.Biar Quen menenangkan dirinya dulu.Bibi tinggal disini sama Quen.Biar aku sama pak Billy dan seorang pembantu pergi ke rumah sakit."Ujar Arga lalu masuk ke dalam mobil sebaik saja mendekati mobil yang sudah dinyalakan oleh pak Billy.


Setelah mobil dikendarai oleh pak Billy hilang dari pandangan,bi Som kembali ke kamar tidur Quen.Niatnya mau mengjenguk majikannya kesayangan mereka itu.Namun tiada siapa yang sangka bahawa wanita muda itu juga turut sakit.Bahkan suhu tubuhnya tinggi dan juga sudah tidak sadarkan diri.


Dengan sigap bi Som menelefon ambulans setelah tidak berjaya menghubungkan gawaiannya dengan ponsel milik Arga yang ternyata ketinggalan di kamar tidur.Mau menelefon pak Billy itu tidak mungkin.


Pria paruh baya itu sedang mengendarai mobil menuju rumah sakit.Kerana tidak mau mengganggu perjalan mereka kerumah sakit,bi Som hanya bisa memanggil ambulans.Toh anti mereka juga ketemu dirumah sakit.


"Nona,bertahanlah.Saya pasti tuan juga mengkhawatirkan keadaan nona."Bisik bi Som sendiri.


Di kediaman Aldeberght,nyonya Aldeberght baru saja menerima panggilan dari bi Som terlihat kaget mendengar berita yang disampaikan oleh pembantu rumah di kediaman Arga.


"Ada apa mah?"Tanya Tuan besar Aldeberght.


"Qarin dan Quen dikejarkan kerumah sakit Pah."Jawabnya dengan panik.


"A.. apa!"


❤️❤️❤️❤️ Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2