
Menjadi seorang pemimpin yang berwibawa serta berkarisma ternyata sungguh berat bagi Quen.Keadaanya yang sudah terbiasa bekerja di naungan orang lain menyebabkan dirinya kesulitan untuk mengimbangi semua urusan-urusan penting di perusahaannya ini.
Satu bulan penuh,dia belajar mempelajari tumpukan berkas berkaitan dengan perusahaan resor ini dari Arga.Dari pengurusan sehinggalah keuangan.Berapa profit yang harus selesaikan dengan sendiri dan macam-macam lagi hal yang dia tidak pernah tau.
Setelah satu bulan Arga bekerja dari tempat ini,pria itu kembali lagi perusahaan miliknya sendiri.Kini mereka berpisah kerana pekerjaan masing-masing.Rasa rindu itu sentiasa mengurui mereka sehingga saling bertanya kabar melalui media juga ternyata tidak bisa mengobati hati yang rindu ini.
Sudah dia bulanwreka masing-masing sibuk dengan urusan pekerjaan.Perusahaan Arga telah memenangi sebuah tender di luar kota dan harus dia sendiri yang turun tangan untuk menghandlenya sebelum proyek tersebut berjalan sebanyak tujuh peratus persen siap.
Manakala resor yang diuruskan oleh Quen ini,kini mendapat kunjungan ramai wisata kerna sekarang musim liburan panjang.Kedua-dua mereka masing-masing sibuk akan pekerjaan mereka sendiri.
******
"Nyonya,apa kamu sudah baikkan?"Tanya bi som setelah melihat wajah Quen yang pucat pasi.
Wanita muda itu sekarang sedang baring diatas ranjang salah satu kamar hotel penginapan miliknya sendiri.
Siang tadi dia mendengar majikannya itu muntah-muntah dikamar mandi.Belum lagi dengan kepalanya pusing-pusing dan tubuhnya pegal-pegal.Kedatangan bi Som ke hotel ini adalah untuk menghantarkan makanan tonik buat Quen kerana beberapa hari ini keadaan wanita itu amat lesu dan tidak bermaya.
Namun sebaik saja dia menemui wanita itu,malah keadaan bertambah lebih parah kerna Qeun sempat jatuh pingsan disaat sedang rapat dengan beberapa pegawai bahagian utama di resornya.
__ADS_1
"Sudah mendingan bi.Bi siapin speda motornya.Kita pulang saja."Seru Quen lalu bangkit dari ranjang.Namun malah membuatkan dirinya limbung dan hampir saja jatuh terduduk di lantai kamar hotel yang ditempatinya kini.
"Nyonya!Kita gak usah kembali ke vila.Disini juga gak papa.Nanti bibi sendiri yang masakin buat nyonya di dapur hotel."Tegah bi Som lalu membaringkan Quen semula di atas ranjang.
"Nyonya tunggu disini saja.Bibi akan panggilkan dokter.Setidak-tidaknya nyonya perlu dipasangin infus untuk tambah cecair tubuh."Ujar bi Som yang benar-benar mengkhawatirkan keadaan Quen.
Beberapa hari ini,bi Som melihat beberapa perubahan yang jelas pada Quen.Namun saat Quen mengatakan dia sedang datang tamu,bi Som hanya bisa menguncikan bibirnya saja.Namun Quen juga mengatakan ada yang aneh pada menstruasinya kali ini.Katanya bahagian bawah arinya sedikit mengeras dan kram lain dari sewaktu dia sedang datang tamu.
Kerana tidak mau Quen memikirkan hal yang macam-macam,bi Som hanya menyuruhnya rehat tubuhnya yang lemah.Dalam diam dia menghubungi dokter Ella yang merupakan dokter kandungan bagi keluarga Aldeberght.
Kerana keluarga Aldeberght salah satu keluarga terpengaruh di kota itu,dengan mudah semua peralatan medis yang diperlukan bisa dibawa dengan cepat dan pantas menggunakan helikopter.
Beribu-ribu batu jauhnya dari arah timur pulau peranginan itu,Arga juga mengalami keadaan yang sama.Pria itu juga kurang sihat dan selalu mual-mual disaat menghidu bau masakan terutamanya bahan makanan berasaskan ikan.Tapi dia juga gemar makan makanan pencuci mulut yang manis-manis dan tidak seperti biasa dia kurang menggemarinya.Hanya disaat bersama-sama dengan Quen,barulah dia makan makanan yang manis itu.
"Tuan,apa kita perlu ke dokter?"Tanya Pak Billy disaat melihat wajah Arga yang kelelahan itu.
"Gak usah pak Billy.Aku baik-baik saja.Cuma rehat sebentar aja kok.Ntar juga sudah mendingan."Jawabnya lalu memejamkan matanya seketika untuk merehatkan tubuhnya yang sudah kaku kerna terpaksa mengurusi semua pekerjaan di kantor.Apa lagi,saat ini perusahaan sedang melakukan sebuah proyek yang besar di luar kota dan mengharuskan dirinya sendiri untuk turun tangan.
"Pak Billy,bisa gak cariin saya cemilan yang manis-manis."Pinta Arga yang masih memejamkan matanya.
__ADS_1
Alis pria paruh baya itu mengkerutkan kehairanan.Dia memagut-magut sendirian.Tidak biasanya tuan mudanya ini menyukai makanan seperti itu sejak sekian lama.Namun mengapa dia mengingininya seperti saat ini.Apa lagi keadaannya kini sedang down.
"Apa tuan muda pasti maukan cemilan yang manis-manis?Biasanyakan tuan muda tidak menyukainya?"Tanya pak Billy penasaran.
"Gak tau deh pak.Sejak akhir-akhir ini aku kepingen makan-makanan yang manis-manis."
"Ck!Ck!Tuan,kayak perempuan mengidam aja deh!"Canda pak Billy.Namun setelah menyadari apa yang dia ucapkan,sontak itu dia menatap lekat wajah Arga.
"Apa,mengidam?"
"Iya tuan,mengidam.Kayak..."
"Ada apa pak."Tanya Arga setelah menyadari ada binar bahagia di wajah pria paruh baya itu.Wajah yang sudah lama dia tidak lihat disaat ada kabar baik akan terjadi di keluarga besar mereka.
"Jangan-jangan,nyonya muda lagi hamil tuan."
"A..apa?Hamil?"
♥️♥️♥️ Bersambung...
__ADS_1