KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
RASA SAKIT YANG MENDALAM


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang dari acara di kediaman keluarga Christian,Quen menjadi pendiam.Bahkan dia tidak memiliki modal walaupun hanya sekadar ngobrol ringan kepada pria yang sedang mengemudi mobil disaat ini.


Melihat keadaan ini, Christian mendadak tidak nyaman.Mungk8n saja wanita disamping kemudi ini tidak baik-baik saja.


"Tess,kamu kenapa?Sejak kita pergi dari mansion keluarga ku kamu menjadi siem.Apa apa?"Tanya Christian dengan nada yang lembut.


"Aku gapapa."Jawabnya singkat.


Sekali lagi suasana mendadak hening bahkan sekarang terlihat juga canggung. Tidak lama setelah itu,mereka pun tiba di area apartment Quen.


"Tess,udah nyampei."Ujar Christian sembari menyentuh pundak Quen yang terlihat masih lagi melamun ditempatnya.Kerna sentuhan tiba-tiba dari pria itu,Quen yang sadari dari tadi asyik dengan pikirannya turut terlonjak kaget.


"Huss,Chris.Ada a..apa."Dia kegalapan dan salah tingkah.


"Tess,kamu kenapa.Sejak kita pergi dari mansion aku,kamu diem terus.Ada apa hemm."Ucap Christian separuh membujuk wanita Cantek dikerusi sampingnya itu.


"Gak ada papa kok.Aku baik-baik aja.Mungkin efek capek.Sekarangkan proyek semakin banyak.Jadi aku kepikiran soal kerja."Elak Quen.


"Ya udah.Jika begitu kamu rehatlah awal.Jika kamu masih capek,gimana kamu cuti satu hari."Usul pria itu lagi.


"Gak papa kok Chris.Aku baik-baik aja."Jawabnya lugas.


"Jika begitu aku pamit dulu.Ketemu lagi besok pagi.Met malam yah."Ujar Christian lalu mengendarai mobilnya laju meninggalkan kawasan apartment Quen.


Kletakkk


Tas tangan serta ponselnya diletakkan diatas meja sebaik saja dia masuk kedalam rumah.Kemudian dengan langkah gontai menuju kulkas disamping bar kecil miliknya untuk mengambil air mineral dingin didalamnya dan lalu menegaknya tanpa mengisinya kedalam cangkir terlebih dahulu.


Huff!

__ADS_1


Helaan kasar terhembus dari bibir sexy miliknya.Dia merenung sejenak ke kehidupan masa lalunya.Kehidupan yang penuh dengan kelukaan.


"Dia sudah jauh berubah.Tiada tatapan sinis mahupun raut wajah yang dingin.Mungkin saja kerna dia sudah memiliki seorang bayi kecil,lalu pembawakannya berubah sama sekali.Apakah aku harus mengiklaskan kata-kata ku yang pernah ku ucapkan sebelum kita berpisah?"


Quen meramas dadanya yang tiba-tiba sesak.Sakit itu begitu menghentam dan menusuk langsung ke relung hatinya yang terdalam sekali sehingga menyebabkan dia sukar untuk bernapas.Tubuhnya gemetaran dan hampir melorot jatuh kelantai yang dingin.


"Arggg!Ada apa dengan aku?"Gumannya dengan napas yang tersengal-sengal.Rasanya begitu mencekik lehernya sendiri.


"Apakah rasa patah hati segitu menyakitkan?"Lirihnya lagi.


"Tidak!Ini tidak mungkin.Aku tidak mungkin akan menyukainya kembali.Dia adalah mimpi burukku."Gumannya lagi.


Dia cuba bangkit,namun kepalanya pusing.Sesak di dadanya semakin menjadi-jadi sehingga dia hampir sukar untuk bernafas.


"Ya,Tuhan.Ada apa dengan ku."Saat ini dia cemas dengan perasaannya sendiri.Di pikirannya kini hanya terlintas nama Christian.Dia harus meminta pertolongan dari pria itu.Rasa sakit yang menghentam dadanya semakin dirasai.


Tut!Tut!Tut!


Tidak memerlukan waktu lama, panggilannya dijawab oleh Christian.


"Tess,tumben telefon.Kagen sama aku yah?"Goda Christian yang tidak tahu akan kondisi Quen kini.


"Chris..Chris!!


Pria itu tetap dengan leluconnya,sehingga dia menyadari nada yang tidak biasa tertangkap di hujung daun telinganya.


"Chris..tolong..ke rumahku.Kode 1309."


Kemudian tiada lagi suara kedengaran.Hening.

__ADS_1


"Tess!Tess!Tess!Ada apa dengan kamu!


Christian berteriak berkali-kali memanggil nama wanita yang menelefonnya.Namuntiada sahutan di hujung sana.Christian panik seketika.Lantas dia memutar setirnya menuju ke apartment Quen.Mujur dia baru saja seperempat perjalanan dari rumah wanita itu.


Pria itu memakirkan mobilnya secara asalan.Tidak peduli apa sudah masuk ke dalam tempat pakiran sepenuhnya atau belum.Yang dia khawatirkan sekarang adalah keselamatan Quen.


Dia pergi ke lobi apartment,dan lalu menanyakan lantai mana kediaman Quen berada.Kerna ini adalah soal hal darurat,dia diiringi seorang penjaga keselamatan untuk mengelakkan daripada perkara tidak baik terjadi.


"Tuan,apa tuan tahu kodenya?"Tanya pengawal keselamatan yang mengiringi Christian.


"Akan saya coba pak.Tadi teman saya ada sebutkan."Jawabnya singkat.


1309


TIT!


Kode pintu apartment Quen berjaya dibuka.Tanpa mengulur waktu,sebaik saja kode berjaya diakses dia meluru masuk kedalam rumah wanita itu.Dan tampaklah sosok wanita itu terbaring kaku dan pucat dilantai.


"Pak tolong hubungi ambulans."Pekik Christian panik.


Christian mengecek nadi utama di leher Quen.Ternyata begitu lemah.Begitu saja kondisi Quen memburuk dan drop,pria itu memberikan pertolongan kecemasan.CPR.Hanya itu saja yang mampu dia lakukan untuk memulihkan kembali nadi Quen.


Tik!tok!Tik!tok!


Masa terus berlalu.Setelah lima menit,nadi Quen berjaya dipulihkan kembali.Kerna apartment tersebut lengkap dengan tim kesehatan,akhirnya Quen berjaya dibawa kerumah sakit selepas beberapa menit kemudian.


Ambulans yang membawa Quen meluncur laju meninggalkan kawasan apartment itu.Membawa dirinya yang telah kehilangan kesadaran yang mungkin mengancam nyawanya seandainya dia tidak memanggil Christian untuk menolongnya.


❤️❤️❤️❤️ Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2