
"Ergghh,sayang i want cumm..."
"me too,arghhh,"
Erangan yang bersahutan akhirnya berhenti disaat kedua insan berlawanan jenis ini mencapai puncak kenikmatan syurga dunia.Arga beralih kesamping sambil menatap wajah Quen yang rambutnya sudah berantakan akibat permainan panas mereka sebentar tadi.
Dengan napas yang teregah-egah,Arga menyibak rambut Quen keatas kerna rambutnya yang panjang hampir menutupi wajah ovalnya.
Cupp!
Satu kucupan mendarat di puncak kepala Quen sebelum Arga menarik tubuh wanitanya masuk kedalam pelukkan.
"Thanks sayang.Kamu benar-benar hebat sekali."puji Arga dan menyebabkannya wajah Quen merona merah seperti kepitang rebus.
"Gak usah ngawaur deh.Udah tidur sono."Usir Quen halus meskipun dia tidak memaksudkan apa yang dia ucapkan.
"Sayang,dont leave me."ujar Arga secara tiba-tiba.Suasana tiba-tiba mendadak sepi sesaat.Quen yang sedang mengatur napasnya kembali mengernyitkan alisnya melihat kearah Arga yang sudah baring disampingnya.
"Ada apa?"Tanya Quee lembut sambil mengelus rahang kokoh milik Arga.
"Tidak apa-apa,"Jawab Arga enggan menyatakan niat sebenar yang merantai hatinya.
Beberapa hari ini dia sadar akan perubahan sikap Quen.Wanita itu tidak bersikap seperti biasanya.Ketus dan bawel saat mereka bersama-sama.Namun perubahan besar sikap Quen sedikit sebanyak mempengaruhi emosinya.
__ADS_1
Apa lagi beberapa hari yang lepas dia melihat Quen bersama-sama dengan seorang pria asing yang dia tidak pernah kenal.Melihat cara mereka berbicara, sepertinya mereka sudah mengenal lama.Apa lagi saat itu Arga melihat pria asing itu menggenggam tangan Quen meskipun istrinya itu mengelak dipegang oleh pria asing itu.
Dia yang mulai curiga dengan Quen,tanpa sadar memotret photos Quen dengan pria itu sebagai bukti.Entah apa yang terjadinya nanti,dia harus menanyakan sendiri kepada Quen.Dia tidak mau kesalahpahaman berlarutan sehingga berdampak pada hubungan mereka.
Sejak dia melihat Quen dengan pria itu,hatinya selalu diurung rasa sakit hati dan cemburu.Namun dia bisa lagi menahannya.Dia begitu khawatir seandainya tiba-tiba dia mendapat khabar yang tidak baik dari Quen.Dia tidak pasti apa yang bisa dia lakukan seandainya Quen benar-benar berselingkuh di belakangnya.
"Katakanlah,ada apa?Apa aku sudah membuat kesalahan?"Ucap Quen setelah melihat raut wajah yang tidak biasa dari suaminya itu.
"Sayang?Apa sayang pernah merahsiakan sesuatu dariku yang aku tidak tau?"Tanya Arga sambil menatap netra coklat gelap milik Quen.
"Rahasia?rahasia apa?"sahut Quen cemberut.
"Aku tau ini bukan masalah aku untuk menanyakannya pada kamu.Tapi sebagai seorang suami,aku harus mengetahui apa yang terjadi sama kamu."Ucap Arga lagi.
"Maksudnya?"Alis Quen semakin bertaut.Dia benar-benar tidak mengerti apa yang Arga katakan sehinggalah suaminya itu menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan photosnya dengan Danvern.
"Katakan kepada ku,siapa pria ini?Apa kamu berse...."
Belum sempat Arga menghabiskan ayatnya,bibirnya sudah dibungkam oleh Quen dengan bibir wanita itu sendiri.
"Apa kamu cemburu?Apa kamu khawatir aku akan berselingkuh?"
Kini giliran Quen pula yang bertanya.Namun raut wajah Arga terlihat ragu-ragu untuk mempercayai apa yang Quen katakan.
__ADS_1
"Jika bukan kekasih gelap,lalu dia siapa?"
"Apa mas mau tau dia siapa?Apa mas siap mendengarin cerita aku?"Tanya Quen kembali.
"Katakan saja.Aku tidak mau meanggung rasa penasaran yang berat hanya kerana pria asing yang terlihat dekat denganmu."Desak Arga lagi.
"Tuan Arga yang terhormat sungguh tidak sabaran.Mau cemburu juga harus punya tempatnya.Pria itu namanya Danvern,dia saudaraku.Dia mencariku atas perintah ayahnya.Ayahnya merupakan adik kepada papaku."Jawab Quen akhirnya.
"Lalu apa yang mereka maukan?"
"Paman ku mau aku mengambil alih semula perusahaan papaku.Tapi aku tidak mau.Aku sudah bahagia dengan kehidupan ku disini.Lalu apa hak mereka untuk meminta ku kembali setelah mereka menghinaku semaunya mereka."Jawab Quen tanpa sadar dengan apa yang dia katakan.
"Aku tidak mempermasalahkan tentang perusahaan papa.Semuanya juga sudah berlalu.Lapan tahun lamanya aku pergi dari rumah, mengapa harus sekarang mencariku?Saat aku sudah membangunkan karir sendiri.Mengapa harus sekarang ini mereka peduli denganku?"Cerca Quen dengan linangan air mata.
Arga yang melihat Quen yang terluka seperti ini merasa benar-benar bersalah.Dia merutuki kesalahannya sendiri kerana telah membuka luka dihati istrinya.
"Sayang,maafin aku.Akuntidak bermaksud membuka luka dihatimu.Seandarinya aku tidak ceroboh seperti ini,pasti kamu tidak akan mengingati kejadian pahit yang telah terjadi dimasa lalu mu."Ujar Arga lalu menarik Quen masuk kedalam dakapannya.
"Tenanglah,kita akan cari solusi bersama-sama.Aku akan bantuan kamu menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.Katakan saja bagaimana aku harus membantumu."Pujuk Arga sambil mengelus lembut pipi Quen dan akhirnya mendaratkan ciuman penuh cinta pada puncak kepala isterinya itu.
"Istirehat lah.Nanti kita bicara lagi."Pujuk Arga sekali lagi.
Tidak lama kemudian kedengaran dengkuran halus pada Quen petanda dia sudah masuk ke dalam alam mimpi.Dengan sisa air mata yang berada di pipi mulus Quen,Arga mengucupnya pelan-pelan sehingga jejak air mata itu menghilang dari situ.
__ADS_1
"Thanks sayang kerana jujur sama mas."
♥️♥️♥️ Bersambung...