KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
MAAFIN AKU


__ADS_3

Setelah meletakkan cairan obat pembasmi kuman,tanpa aba-aba Quen meraih tangan kanan Arga yang terluka.Dia menghiraukan tatapan intens Arga di wajahnya.


Entah apa yang pria itu pikirkan,dia juga tidak peduli.Yang penting urusannya untuk mencuci dan membalut luka pria itu selesai dengan cepat.Dengan telatan dia membalut luka itu setelah mengoleskan obat luka disana.


"Meskipun kamu dilanda kesel,marah atau tidak terima disaat ada orang mengacuhkan kamu,kamu tidak seharusnya berkelakuan seperti ini.Apa lagi jika ada anak kecil."Kata Quen disaat tangannya begitu telatan mengoleskan obat di luka dtangan Arga.


"Maksud kamu apa?"Tanya Arga kehairanan.Kedengaran wanita di hadapannya ini menghela nafas panjang.


"Itu hanya kamu sendiri yang bisa menjawabnya.Dah selesai.Jadi,sekarang kita mau kemana lagi? Jalan-jalan lagi tau pulang?"Tanya Quen mengalihkan perbicaraannya kepada Arga.


"Katakan apa maksud mu dengan mengatakan hal itu."Desak Arga pula.


"Kayaknya Arin sudah lelah.Gimana kalo


kita pulang aja.Kesian sama Arin."


"Arin sayang?Udah mau ngantuk yah?Sini tante gendong?"


Tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk balita itu menempel padanya,Qarin pun masuk ke dalam gendongan Quen.Tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk balita itu tidur di dakapan Quen.


Melihat keadaan ini,Arga mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih.Dia tahu wanita itu coba untuk meluapkan rasa kesalnya akan peristiwa silam padanya.Sebab itulah dia mencoba berkata demikian.


"Tuan,tunggu apa lagi disana.Ayo,kita berangkat sekarang."Kata Quen yang sudah berada di pakiran mobil.Arga memperbesarkan langkahnya.


Sebaik tiba di pakiran mobil,beberapa orang maju kearah mereka.


"Tuan,saya sudah bawakan pengasuh Arin kemari."Kata salah satu dari rombongan itu.

__ADS_1


"Baiklah.Tolong bawa Arin kembali ke mansion.Pastikan dia tidur dalam keadaan baik.Saya masih ada urusan."Kata Arga lalu mengambil alih Qari di gendongan Quen.Kemudian dia menyerahkan Qarin kepada seorang wanita muda yakini pengasuh Qarin.


"Kami pamit dulu tuan."Bicara mereka lagi sebelum meninggalkan tempat itu.


"Sekarang hanya sisa kita berdua saja.Ada hal yang harus aku bahas sama kamu."Ujar Arga lu menatap manik biru safir milik Quen.


"Tentang apa?"Quen berbicara dengan ketusnya disaat Arga mahu berbincang berdua dengannya.


Tanpa menghiraukan pertanyaan Quen,dia menarik tangan wanita itu dan mengheretnya masuk ke dalam mobil.


"Mau kemana?Rasanya gak ada yang harus kita bicarakan.Tugas saya sudah selesai dan saya juga seharusnya pulang."Tukas Quen tidak terima kerana Arga itu memaksa dirinya mengikuti kemahuan pria itu.


"Ini sudah hampir malam.Kita makan malam dulu yah.Selepas itu kita bisa berbicara dua mata."


Nada suara Arga melembut setelah merasakan Quen sering bersikap ketus dengannya.Dia harus merubah strategi agar dapat berbicara santai dengan Quen nanti.Dia tidak seharusnya memperlakukan cara yang sama,seperti mana Quen memperlakukan dirinya saat ini.


Acara makan berlangsung dengan damainya serta ditemani dengan obrolan ringan meskipun sering dicuekin oleh Quen,Arga tetap bersabar dengan sikap wanita yang kini berada di seberang mejanya.


Setelah makan malam selesai,Arga mengajak Quen berjalan sebentar di taman kota untuk menghirup udara segar dan dingin di waktu malam.Cuaca yang cocok untuk berjalan-jalan diwaktu malam.


"Kita mau apa kemari?Hantarin aku pulang."Tegas Quen.


"Tidak!Kita harus bicara."Kata Arga pula.


"Apa lagi yang tuan mahukan?Apa yang tuan minta satu hari ini sudah aku tunaikan.Dan rasanya sekarang tidak ada apa-apa lagi yang harus kita bicarakan."


Ada hembusan kasar terhela dari rongga dada Quen.Jujur saja dia tidak betah duduk mahupun tinggal lama dengan pria di depannya.Dia khawatir marahnya akan meledak keluar.Dia tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya terlalu lama kerana sikap lalu pria itu.

__ADS_1


"Jika tuan tidak mahu hantarin saya pulang,biarin saya pulang dengan taksi saja."Kini Quen sudah mengubah cara panggilannya kepada Arga dengan lebih formal.Dia berbalik badan dan lalu berjalan kearah jualan besar untuk menahan taksi,namun bum sempat dia melangkah tangannya ditahan oleh Arga.


"Maafin aku."Katanya dengan nada suara yang rendah namun masih dapat didengarin oleh Quen.


"Pardon?"Jawab Quen singkat.Alisnya mengkerut.Ada kehairanan melanda dirinya disaat Arga menahan langkahnya.


"Ucapan maaf itu,apa maksudnya?"Guman Quen di dalam hati.


"Anda kata apa?"Tanya Quen sekali lagi setelah mendapati Arga berdiam diri ditempat.


"Quen,aku tahu aku tidak layak untuk meminta maaf padamu.Aku akui telah banyak melukai dan mengecewakan hati kamu."


Arga menjeda ucapnya sebelum meneruskan kembali kata-katanya.Dia menarik napas dalam-dalam untuk mengumpul kekuatan sejenak agar meluahkan apa yang terbuku dihatinya.Quen yang mendengarkan ini membelalak kan matanya.Dia tidak menyangka bahawa akhirnya Arga bisa mengenalinya.Rahang wanita itu mengeras.Ada rasa tidak sukanya dengan apa yang pria itu katakan.


"Di masa lalu,aku telah banyak berbuat salah pada kamu.Aku tahu aku bukanlah suami serta pemimpin yang baik.Aku buta kerana cinta pada wanita yang salah.Aku..."


"Sejak kapan kamu menyadari aku adalah Quen?"Quen memotong percakapan Arga.Sedaya upaya dia mengawal perasaan marahnya pada pria masa lalunya ini.


"Sejak kamu ketemu secara tidak sengaja dengan pek Billy.Kebetulan aku ada disitu.Pak Billy mengatakan hal sebenarnya kepadaku.Tapi sebelum itu,kamu terlihat familiar bagiku.Kerana itu aku.."


"Sudah!cukup!Gak ada yang harus kita bahas lagi.Itu sudah terjadi cukup lama.Kamu juga sudah memiliki Qarin dan sekarang kamu seharusnya bersyukur kerana sudah memiliki penerus Aldeberght.Aku bukanlah siapa-siapa.Aku hanyalah orang ketiga dalam hubungan kalian."Ucap Quen dengan tegasnya.


Dia meninggalkan Arga yang masih terpaku ditempat tanpa siap mengatakan apa yang harus dia katakan.Quen pergi tanpa pamit.Menyisihkan dirinya yang masih lagi termagu disitu.


"Quen,maafin aku."Lirihnya lagi tanpa Quen yang mendengarkan pernyataan kata maaf darinya.


❤️❤️❤️❤️ Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2