KEMBALILAH CINTA

KEMBALILAH CINTA
KELUKAAN QUEN


__ADS_3

Jika bisa diputarkan waktu,Quen sama sekali tidak mau mengenali keluarga Aldeberght yang berpengaruh dikota ini.Bahkan sekadar untuk mengenali namanya saja pun dia tidak mau.


Namun apakah dayanya.Tuhan berkehendak lain dari apa yang dia maukan.Bukannya tidak mau bermimpi untuk menikahi Pangeran tampan dan tajir seperti Arga.Namun takut terjatuh serta terhempas sedalam-dalamnya kedalam jurang yang terdalam sehingga tidak bisa bangkit dari tempatnya.


Saat Arga dan Viona bersitegang leher,berdebat dengan apa yang mereka rasakan.Melampias segala rasa kesal yang ada,dia menyimak semua setiap kata-kata manusia berlawanan jantina itu.Setiap baris kata dan setiap intonasinya bahkan nada bicaranya,Quen mengingati semuanya.


Arga,pria yang pernah dia anggap sebagai suami sesungguhnya di masa lalu.Jika bukan kesepakatan yang pernah dia lakukan dengan nyonya Aldeberght,dia tidak akan menunggu sehingga tiga tahun untuk pergi.Malah setiap detik dan menit berasa di vila mewah ini, membuatkan dirinya seperti berada di neraka sungguhan.


Bukan penderaan fisik yang dia terima melainkan penderitaan batin yang dia perolehi.


Dan wanita itu,sang selingkuhan bahkan kekasih pria yang bergelar suaminya di masa lalu ataupun sejak kapan mereka bersama Quen juga tidak tahu dan juga malas untuk ambil peduli tentang pria yang banyak membuat luka di hatinya itu.


Dia pikir,setelah melihat ketulusan Arga yang benar-benar mau memulaikan hidup baru dengannya,dia bisa berlapang dada setelah kejadian di masa lalu.


Namun setelah menyadari perkataan yang Viona ungkapkan,ternyata dia salah.Dia termakan dengan kata-kata wanita iblis itu.Hatinya mendadak kecewa dengan Arga.Bahkan luka lama yang hampir pulih terbuka kembali disaat dia mengenang kembali apa yang pria itu lakukan.


Jujur sekarang hatinya berkecamuk.Dia berperang dalam batinnya sendiri.Dia keliru.Disaat Arga menekan setiap baris kata yang dia lontarkan kepada Viona, ternyata untuk memaafkan pria itu dengan mudah merupakan jalan yang salah.


Hatinya berbohong.Dia dia tidak bisa memaafkan Arga dengan mudah.Apa lagi hatinya dulu yang retak berkeping-keping, memerlukan waktu untuk bercantum kembali.


Serasa baru semalam mereka berpisah.Serasa baru semalam mereka kenal sebagai orang asing.Dan tiba-tiba memiliki hubungan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata.Hubungan sakral di mata Tuhan namun diabaikan oleh pria yang enggan mengakuinya.

__ADS_1


Air mata yang dia tahan akhirnya luruh dengan hati yang tersakiti lagi.Dia berpaling sebelum Arga mahupun Viona menyadari kelukaan hatinya.Dia melangkah menginjak kakinya ke lantai atas tepat dimana kamarnya berada.


Hatinya rapuh.Arga,berjaya meluluh lantakkan perasaannya.Dia mengusap kasar wajahnya yang sudah dibanjiri dengan air mata.


"Quen, please.Kamu bukan wanita yang cengeng.Ini tidak seberapa yang telah kau terima.Bahkan kau pernah mengalami hal yang lebih parah dari ini."Pujuknya pada dirinya sendiri.


"Mereka hanya asal bicara.Itu hal lama.Itu tidak ada apa-apanya."Gumannya lagi.Namun air mata itu tidak juga berhenti.Malah semakin meluncur laju menuruni pipinya yang mulus.


"Sayang,kamu mau kemana."Tanya Arga lalu menahan tangannya agar tidak terus melangkah.


"Lepaskan."Pintanya dengan suara yang lirih.


"Aku tidak apa-apa."Jawabnya.


"Kamu masukkan kata-kata Viona kedalam hati?"Tebak Arga setelah mendapati Quen tidak kunjung bicara.Sepatah pertanyaan yang dilontarkan,sepatah jua jawaban yang dia lontarkan kepada Arga.


"Quen,aku tidak tahu harus seperti apa.Sudah berkali-kali aku katakan.Aku memang pria yang b*****k,b*****t dan keji.Tapi itu dulu.Aku yang dulu dibutakan eh cintaku pada Quen sehingga mengabaikan istri baik seperti kamu.Bahkan kamu bisa dibilang wanita yang terlalu sempurna buat pria yang b*****k seperti ku.Aku..."


"Maaf,aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini."Ujarnya lirih.


Kata-kata inilah yang paling ditakuti oleh Arga.Kerana kesilapan seperti ini membuat Quen menjauh darinya.

__ADS_1


"A..apa.Tidak!Aku tidak mau berpisah lagi dengamu Quen,please.Janganlah menjauh dari ku.Aku tidak bisa hidup tanpa mu.Aku mohon.Aku merayu pada mu."Arga menurunkan serendah-rendah egoisnya pada Quen.


Dia tidak mau menjadi insan yang pentingkan diri sendiri sekali lagi.Sekarang ada takdir yang harus dia kejar dan ada masa depan yang harus dia dapatkan.Kali ini dia tidak akan menyerah dengan mudah.Sudah cukup dia merasakan bahtera dunianya terombang ambing tanpa ada yang mengemudinya.


Dia harus mengorbankan egoisnya demi membawa bahtera perkahwinan mereka dengan tujuan yang pasti.Cukuplah dua tahun dia menderita.Dia tidak lagi sanggup berlayar di bahtera yang sepi tanpa ada yang menghuninya.


Quen menyentap tangannya dari pegangan Arga dan setengah berlari menaiki setiap anak tangga agar sampai ke lantai atas.Arga tidak menyerah disitu saja.Dia bahkan berlari dengan langkah yang besar untuk mengimbangi langkah Quen yang tadi setengah berlari.


Sebaik saja menginjak lantai atas,begitu saja Arga meraih tubuh Quen kedalam pelukkannya.Dia menangis dalam diam.Jiwa lelakinya merintih dan membatin nama Quen berkali-kali.


"Kau boleh memarahi aku,melampiaskan segala rasa kesal mu.Bahkan mencaci maki diriku.Tapi,please jangan acuhkan aku.Jangan jauhkan aku dari kamu.Dan jangan pergi darimu.Aku mohon.Aku merayu padamu ."Lirih Arga dengan suara yang serak menahan isak tangis.


"Maaf,"Ujar Quen singkat lalu melepaskan diri dari pelukkan dan berlari masuk ke dalam kamarnya sendiri.


"Quen,sayang.Sayang,buka pintunya.Please,dengarin aku."Ucap Arga berulang-ulang kali.


Kesedihan dari nada suara dan rintihan ini amat jelas di daun telinga Quen.Didalam kamar itu,keadaan wanita itu juga tidak kurang pilunya berbanding dengan pria yang merayunya diluar sana.Bahkan dia kini sudah sesegukkan melepaskan segala tangisan kelukaan yang terpendam lama di dasar lubuk hatinya yang terdalam.


"Quen,please..."


❤️❤️❤️❤️ Bersambung

__ADS_1


__ADS_2